Jelang Lebaran, Pria di Lampung Gantung Diri di Rumah Tunangan

Korban diketahui berinisial S (34), warga Kelurahan Pringsewu Utara. Dia ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa setelah sempat dinyatakan hilang oleh pihak keluarga.

Diterbitkan 18 Maret 2026, 10:56 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Warga Kabupaten Pringsewu digegerkan dengan penemuan jasad seorang pria yang meninggal dunia dalam kondisi tergantung di teras samping rumah tunangannya di Pekon Podosari, Kecamatan Pringsewu, Selasa (17/3/2026).

Korban diketahui berinisial S (34), warga Kelurahan Pringsewu Utara. Dia ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa setelah sempat dinyatakan hilang oleh pihak keluarga.

Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh tunangan korban berinisial T (23). Saat itu, T meninggalkan korban yang tengah beristirahat di kamar untuk menghadiri acara keluarga di wilayah Gadingrejo bersama orang tuanya. Korban diketahui sudah menginap di rumah tersebut selama tiga hari terakhir.

Sekitar pukul 10.00 WIB, T masih sempat berkomunikasi dengan korban melalui pesan WhatsApp. Namun, tak lama kemudian pesan yang dikirim tak lagi mendapat balasan. 

Merasa khawatir, T kembali ke rumah sekitar pukul 13.00 WIB. Dia tidak menemukan korban di dalam kamar maupun di area rumah. Pencarian pun dilakukan ke sejumlah lokasi yang biasa didatangi korban, namun tidak membuahkan hasil.

T kemudian mengajak adik korban untuk ikut melakukan pencarian. Setelah beberapa jam menyisir berbagai lokasi, korban tetap tidak ditemukan. 

Hingga akhirnya, sekitar pukul 16.00 WIB, keduanya kembali menyisir area sekitar rumah. Mereka terkejut saat menemukan korban dalam kondisi tergantung di teras samping rumah. 

Peristiwa tersebut langsung dilaporkan ke aparat setempat dan diteruskan ke pihak kepolisian. 

Kapolsek Pringsewu Kota, AKP Ramon Zamora menuturkan, petugas bersama tim Inafis Satreskrim Polres Pringsewu serta tenaga medis dari Puskesmas Rejosari langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan pemeriksaan.

“Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” ujar Ramon, Rabu (18/3). 

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, ditemukan ciri-ciri yang mengarah pada dugaan korban meninggal dunia akibat bunuh diri. 

"Kondisi kaku mayat menunjukkan korban diperkirakan telah meninggal sekitar 4 hingga 5 jam sebelum ditemukan," ungkapnya.

 

Tak Diautopsi

Polisi masih melakukan pendalaman terkait motif di balik peristiwa tersebut. Dugaan sementara mengarah pada persoalan pribadi yang tengah dialami korban, termasuk kemungkinan masalah utang.

"Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Keluarga korban juga menyatakan menerima kejadian tersebut dan menolak dilakukan autopsi," jelasnya.

Pihak kepolisian turut menyampaikan belasungkawa dan mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi orang-orang di sekitar.

“Kami mengimbau masyarakat untuk saling memperhatikan dan memberikan dukungan kepada keluarga atau kerabat yang sedang mengalami masalah,” ucapnya.

KONTAK BANTUAN

Bunuh diri bukan jawaban apalagi solusi dari semua permasalahan hidup yang seringkali menghimpit. Bila Anda, teman, saudara, atau keluarga yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit, dilanda depresi dan merasakan dorongan untuk bunuh diri, sangat disarankan menghubungi dokter kesehatan jiwa di fasilitas kesehatan (Puskesmas atau Rumah Sakit) terdekat.

Bisa juga mengunduh aplikasi Sahabatku: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.icreativelabs.sahabatku

Atau hubungi Call Center 24 jam Halo Kemenkes 1500-567 yang melayani berbagai pengaduan, permintaan, dan saran masyarakat.

Anda juga bisa mengirim pesan singkat ke 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat surat elektronik (surel) kontak@kemkes.go.id.