Kemenkop Pastikan Koperasi Desa Merah Putih Jadi Mitra Usaha Desa, Bukan Saingan

Presiden Prabowo Subianto bakal meluncurkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih pada Senin, 21 Juli 2025, di Klaten, Jawa Tengah. Total ada 80 ribu Koperasi Desa dan Kelurahan yang bakal diluncurkan.

Diterbitkan 19 Juli 2025, 05:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Presiden Prabowo Subianto bakal meluncurkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih pada Senin, 21 Juli 2025, di Klaten, Jawa Tengah. Total ada 80 ribu Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih yang bakal diluncurkan.

Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia (Kemenkop), Panel Barus, memastikan keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan ini tidak akan mematikan usaha desa lain yang sudah ada.

"Jadi koperasi desa ini adalah unit bisnis rakyat di level desa aja, jadi dia nanti kerja samanya di level desa dengan bisnis-bisnis rakyat existing ada BUMDes, ada kelompok usaha sosial, ada warung kelontong. Nah, kami sih sudah bikin konsepnya supaya Kopdes ini lahir tidak membunuh yang lain," kata Panel Barus saat ditemui di kawasan Widya Chandra, Jakarta Selatan, Jumat (18/7/2025).

Panel menjelaskan, Koperasi Desa Merah Putih diproyeksikan bakal menjadi agregator atau sistem menyatukan berbagai elemen atau unit kecil menjadi satu kesatuan yang lebih besar dan kuat.

Sehingga, lembaga ekonomi lain seperti Kelompok Usaha Bersama (KUB), Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS), Badan Usaha Milik Kelompok Tani (Boktan), hingga Kelompok Tani Hutan Wisata (Boktarwis) diharapkan bakal jadi mitra.

"Jadi, kelahiran Kopdes harus bisa menjadi agregator daripada lembaga ekonomi existing yang ada di desa, banyak ada KUB, ada KUB ada KUPS, ada Boktan, Boktarwis, ada Bumdes, ada warung-warung kelontong gitu," jelas Panel.

"Desain yang kami buat kelahiran Kopdes jangan sampai membunuh lembaga ekonomi yang existing ini," sambungnya.

Panel menyebut, usai peluncuran maka 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan akan diaktivasi. Dari 80.000 Kopdes Merah Putih itu terdiri dari berbagai gerai usaha, yakni gerai sembako, gerai simpan pinjam, gerai klinik, gerai apotik, hingga sarana transportasi.

"Jadi boleh menjalankan kegiatan usaha berbasis potensi desanya masing-masing itu jenis-jenis usahanya jadi besok setelah 21 Juli Satgas bekerjanya untuk pembentukan sudah beres," ujarnya.

Panel menyampaikan, Presiden Prabowo Subianto ingin agar 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih ini bisa selesai diaktivasi pada 31 Desember 2025.

Seluruh Kepala Desa se-Indonesia Wajib Hadir saat Launching Koperasi Desa Merah Putih

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, mengatakan ribuan kepala desa se-Jawa Tengah akan diundang ke acara launching Koperasi Desa/Kelurahan yang akan dipusatkan di Klaten, Jawa Tengah. Selain itu, kepala daerah seluruh Indonesia juga diwajibkan untuk hadir secara dalam jaringan (daring).

"Nanti di situ rekan-rekan kepala daerah semua wajib untuk hadir gubernur, bupati, wali kota nanti tolong konek dengan Zoom nanti kami akan kirimkan link Zoom-nya," kata Tito dalam acara Pengukuhan Dewan Pengurus Asosiasi Pemerintah Kabupaten (Apkasi) 2025-2030 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Kamis (17/7/2025).

Tito menyerukan agar para bupati ikut mengajak kepala desa, kepala dinas di wilayahnya untuk bergabung secara daring mengikuti launching Koperasi Desa Merah Putih. Pasalnya, Prabowo akan memberikan arahan.

"Siapa tahu nanti akan ditanya. Khusus ada 103 titik yang nanti akan nanti bisa berinteraksi yang nanti akan ditunjuk oleh Bapak Presiden untuk link up," ungkap Tito.

Menurut Tito, bisa jadi Prabowo akan bertanya beberapa pertanyaan kepada pemerintah daerah terkait sejumlah Kopdes Merah Putih yang sudah jalan. Oleh sebab itu, Tito berharap para kepala daerah bisa bersiap.

"Nanti akan saya sampaikan link 103 itu di mana saja. Khusus 103 ini tolong pak bupati, wali kota itu tahu persis atau belajar sedikit lah Koperasi Merah Putih, bagaimana pembiayaannya, bagaimana proses bisnisnya. Jangan sampai ditanya Presiden tidak ngerti. Itu khusus nanti hari Senin," kata dia.

Infografis

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6