Tiga Layanan Kesehatan Gratis Ini Diapresiasi Warga hingga Menteri

Pemprov DKI Jakarta meluncurkan tiga program kesehatan unggulan untuk memberikan layanan kesehatan yang maksimal bagi warga Jakarta.

Diterbitkan 18 Juli 2025, 09:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Dalam upaya memberi layanan kesehatan yang maksimal bagi warga Jakarta, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meluncurkan tiga program unggulan, yakni Layanan Kesehatan Warga Jakarta (Pasukan Putih), JakCare, dan JakAmbulans. Ketiganya menjawab kebutuhan warga atas pelayanan medis terkini, baik fisik maupun mental, secara cepat, inklusif, dan gratis. Layanan kesehatan gratis ini tidak hanya menyasar lansia, tetapi semua kelompok usia. 

Sejak resmi meluncur pada 14 Mei 2025, Pasukan Putih, JakCare, dan JakAmbulans langsung mendapat sambutan positif dari warga Jakarta. Ibu Pani (58 tahun), warga Jakarta Timur, mengapresiasi hadirnya layanan JakAmbulans yang memudahkan masyarakat mengakses pelayanan ambulans saat keadaan darurat.

"Alhamdulillah, senang banget ada begitu (JakAmbulans). Soalnya paling susah itu kalau ada yang sakit dan nggak ada yang bisa nganterin. Alhamdulillah, sekarang ada program itu, membantu orang yang keadaannya lagi susah," katanya kepada Liputan6.com

Senada, warga bernama Ari (66 tahun), menyambut gembira layanan ambulans gratis dan layanan kesehatan ke rumah-rumah. 

"Karena saya sendiri juga punya penyakit. Kalau lagi ngedrop biasanya diantar istri naik online. Kalau sekarang bisa manggil ambulan gratis atau dokter ke rumah, tentu sangat membantu sekali,” kata Ari seraya berharap program layanan kesehatan gratis terus berlanjut sehingga membantu masyarakat, khususnya yang tidak mampu.

Berikut ini perbedaan (Pasukan Putih), JakCare, dan JakAmbulans dalam memberikan layanan kesehatan gratis bagi warga Jakarta.

1. Pasukan Putih

Pasukan Putih merupakan layanan kesehatan proaktif bagi warga lanjut usia (lansia) dan warga dengan kondisi ketergantungan berat/total (tidak dapat menjalani aktivitas dasar secara mandiri). 

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati mengatakan, tim ini bekerja menggunakan metode home service, yaitu memberi layanan dengan datang langsung ke rumah warga yang membutuhkan.

“Layanan ini bertujuan memberikan akses cepat bagi warga yang sakit namun mengalami disabilitas atau tidak mampu menuju ke fasilitas kesehatan,” ujar Ani dikutip dari laman Pemprov DKI Jakarta.

Untuk mendapatkan layanan Pasukan Putih, warga harus memenuhi kriteria sebagai berikut:

  • Berusia 18 tahun ke atas
  • Memiliki ketergantungan berat atau total berdasarkan penilaian Angka Kehidupan Sehari-hari dengan skor 0-8
  • Ber-KTP DKI Jakarta dan berdomisili di wilayah DKI Jakarta
  • Memiliki anggota keluarga/pendamping tetap yang membantu di rumah.

2. JakCare

JakCare merupakan inovasi layanan kesehatan mental 24 jam berbasis digital yang membuka akses konsultasi psikologis melalui saluran telepon kepada masyarakat. Program gratis ini adalah upaya konkret dalam memperluas layanan kesehatan jiwa yang mudah dijangkau, seiring meningkatnya kebutuhan terhadap pendampingan psikologis.

“JakCare hadir sebagai teman bicara yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja. Masyarakat bisa langsung berkonsultasi dengan psikolog klinis dari perangkat digital mereka, tanpa perlu datang ke fasilitas kesehatan dan tanpa biaya,” ujar Ani.

JakCare terhubung langsung dengan psikolog klinis. Pengguna bisa mengakses layanan ini melalui hotline 0-800-1500-119 atau lewat aplikasi JAKI.

Untuk memastikan pelayanan yang diberikan berkualitas dan sesuai standar etik profesi psikologi, JakCare menggandeng berbagai pihak, termasuk organisasi profesi dan fasilitas pelayanan kesehatan. Hingga saat ini, 32 dari 44 puskesmas di Jakarta memiliki tenaga psikolog dan tersedia layanan kesehatan jiwa di 31 rumah sakit umum daerah (RSUD).

3. JakAmbulans

JakAmbulans tersedia pada aplikasi JakSehat. Layanan ini memudahkan masyarakat mengakses ambulans saat terjadi keadaan gawat darurat. Warga dapat menghubungi Ambulans Gawat Darurat (AGD) lebih cepat dengan sekali sentuhan tombol darurat (panic button) pada fitur JakAmbulans. 

“Saat tekan tombol darurat langsung terkoneksi secara sistem dan diterima petugas di posko AGD. Kemudian petugas menghubungi si pemohon dan bisa langsung dideteksi titik lokasi atau posisi pemohon. Sehingga ambulans bisa datang dengan cepat,” terang Ani.

Gubernur Jakarta Pramono Anung menerangkan, program JakAmbulans hadir dengan penambahan unit Tim Medis Gerak Cepat. Tim ini terdiri atas tenaga kesehatan profesional yang mampu memberi layanan pre-hospital care hingga proses evakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat. 

Saat ini, tersedia 86 ambulans advance dan 17 motor ambulans. Gubernur Pramono mengatakan, warga yang membutuhkan layanan ini bisa menghubungi nomor 112 atau 1119, atau melalui aplikasi JAKI.

"Program JakAmbulans hadir sebagai bentuk perlindungan dasar bagi warga Jakarta. Kami menambah unit Tim Medis Gerak Cepat yang terdiri atas tenaga kesehatan profesional. Layanan ini gratis. Apabila ada pihak yang mencoba memungut bayaran, maka segera laporkan," kata Pramono.

Menkes Apresiasi Program Kesehatan Gratis

Peluncuran tiga program kesehatan bagi masyarakat Jakarta oleh Gubernur Pramono juga mendapat apresiasi dari Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin. Menurutnya, dengan penggunaan teknologi yang tepat, masyarakat bisa hidup lebih sehat dan berumur panjang.

"Karena dengan teknologi sekarang, pertama, masyarakat tahu bagaimana cara hidup sehat, bahasa kesehatannya promotif. Kedua, masyarakat melakukan cek kesehatan gratis, itu namanya preventif. Kalau melakukan dua hal ini—promotif dan preventif—mereka tahu bagaimana cara hidup sehat dan melakukan cek kesehatan gratis, insyaallah usianya bisa sama dengan rata-rata, yaitu 74 tahun," jelasnya.

 

(*)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6