Sahroni DPR Berharap Polisi Segera Turun Tangan soal Dugaan Premanisme di Koja

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni berharap pihak kepolisian segera bergerak menyikapi dugaan premanisme di wilayah Koja, Jakarta Utara.

Diterbitkan 07 Juli 2025, 15:25 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Polisi diminta tindak premanisme pengamen di Koja yang viral.
  • Pengamen intimidasi UMKM karena marah diusir saat meminta uang.
  • Perlindungan UMKM penting; polisi harus usut laporan keresahan.

Liputan6.com, Jakarta Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni berharap pihak kepolisian segera bergerak menyikapi dugaan premanisme di wilayah Koja, Jakarta Utara.

Adapun dia menyoroti video viral yang memuat dugaan premanisme, di mana ada pengamen yang marah dan mengintimidasi usaha pelaku UMKM dan masyarakat.

"Saya minta Polres Jakut segera menelusuri dan menindak para pengamen itu. Mereka mengintimidasi pelaku umkm yakni penjual bakso karena tidak terima diusir. Padahal penjual dan pembeli sendiri sangat terganggu karena sudah datang-datang maksa, marah karena enggak dikasih uang dan datang berkali-kali," kata Sahroni dalam keterangannya, Senin (7/7/2025).

Politikus NasDem ini menegaskan, bahwa ini sudah masuk dalam tindakan premanisme.

"Sudah bikin tidak nyaman begini, ketika diusir mereka malah mendatangi kedai rame-rame dan membuat keributan. Ini sih jelas-jelas premanisme dan harus ada konsekuensi pidananya," ungkap Sahroni.

 

Pentingnya Perlindungan Para Pelaku UMKM

Lebih lanjut, Sahroni menekankan akan pentingnya perlindungan terhadap pelaku usaha dan masyarakat yang ingin menjaga kenyamanan lingkungan mereka.

“Saya harap ini betul-betul jadi perhatian serius bagi aparat kepolisian. Karena kejadian kayak gini sebetulnya banyak, tapi gak semuanya kan viral. Jadi polisi wajib usut kalau dapat laporan dari pelaku UMKM atau konsumen soal pengamen yang meresahkan. Jangan anggap sepele. Sweeping mereka, beri hukuman yang tepat dan pastikan tidak terulang lagi," pungkasnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6