Dua Mortir Ditemukan di Lapak Barang Bekas, Sengaja Dijual oleh Warga

Halili mengaku didatangi 2 orang tak dikenal, mengendarai motor dan membawa sekarung barang bekas. Jika ditotal beratnya sekitar 52 kilogram besi tua seharga lebih dari Rp 200 ribu.

Diperbarui 04 Juli 2025, 08:57 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Mortir ditemukan di lapak rongsokan Halili, dijual oleh dua orang tak dikenal.
  • Anak Halili curiga benda itu peledak lalu lapor polisi.
  • Polisi evakuasi mortir, selidiki penjual, radius ledakan 18 km.

Liputan6.com, Jakarta - Dua benda mirip mortir peninggalan zaman perang, ditemukan di lapak jual beli rongsokan milik Halili (55), warga Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Dua benda tersebut dijual oleh dua orang tak dikenalnya, beserta sekarung besi bekas lainnya.

Kejadian terjadi pada Kamis sore, 3 Juli 2025. Pada saat itu, Halili mengaku didatangi 2 orang tak dikenal, mengendarai motor dan membawa sekarung barang bekas. Jika ditotal beratnya sekitar 52 kilogram besi tua seharga lebih dari Rp 200 ribu.

"Bilangnya mau jual, ya sudah saya terima. Setelahnya biasa saya pilah-pilah, aluminium dipisah, besi juga, sekilas wah ada kuningan, karena harganya lebih mahal. Akhirnya saya ambil, elap-elap karena kotor tanah," ujar Halili.

Sempat beberapa kali dia ketok-ketok mencoba membongkar dan mengambil kuningannya. Karena tidak berhasil, Halili memanggil anak pertamanya untuk membantunya mengambilkan gerindra atau alat potong.

Pada saat anak Halili melihat kuningan yang dimaksud, dia curiga, bentuknya seperti peledak. Sang anakpun langsung memotretnya, untuk segera mencari di Google. Benar saja, yang keluar dari pencarian adalah mortir dari peninggalan perang.

"Saya kaget kan, mana sempat saya ketok-ketok. Akhirnya meski kemarin sore itu hujan-hujanan, saya ke Polsek untuk laporan," kata Halili.

Mortir Sudah Dievakuasi

Setelah melapor dan menceritakan apa yang terjadi, lengkap dengan menyertakan bukti foto, polisi langsung menindaklanjutinya. Polisi juga sempat bertanya kepada Halili, apakah ada anggota keluarga di lapak, yang dijawabnya ada 2 orang anaknya menunggu.

"Pas saya jawab ada 2 anak saya, polisi minta menyuruh agar anak saya keluar dari lapak. Wah ini gawat. Anggota TNI dan polisi yang datang ke sini juga bilang, kalau meledak bisa 18 km radius kenanya,"ujar Halili.

Akhirnya mortir yang ditemukan di lapaknya sudah dievakuasi Polda Metro Jaya.

Sementara, Kapolsek Serpong, Kompol Suhardono mengatakan, masih terus menyelidiki temuan mirip mortir yang diduga dijual oleh 2 orang. Dua benda mirip mortir yang ditemukan memiliki ukuran yang berbeda.

“Dua mortir ukuran kecil dan sedang. Sudah dievakuasi Gegana Polda Metro Jaya,” pungkasnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6