7 Pernyataan Presiden Prabowo Saat Jadi Inspektur Upacara HUT ke-79 Bhayangkara

Presiden Prabowo Subianto menjadi inspektur upacara Hari Ulang Tahun atau HUT ke-79 Bhayangkara yang diselenggarakan di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat pada hari ini, Selasa (1/7/2025).

Diperbarui 06 Juli 2025, 20:54 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menjadi inspektur upacara Hari Ulang Tahun atau HUT ke-79 Bhayangkara yang diselenggarakan di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat pada hari ini, Selasa (1/7/2025).

Dalam kesempatan itu, ada sejumlah hal yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto. Salah satunya, dia mengucapkan selamat Hari Bhayangkara ke-79 kepada jajaran kepolisian Republik Indonesia yang jatuh pada Selasa (1/7/2025).

Presiden Prabowo menyampaikan terima kasih serta apresiasi kepada Polri yang telah bekerja keras dalam menjaga stabilitas serta keamanan Indonesia.

"Selamat Hari Bhayangkara ke-79. Saya juga ingin menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya dari negara atas kerja keras, pengabdian, dan pengorbanan seluruh anggota Polri dalam menjaga stabilitas dan keamanan," ujar Prabowo saat menjadi Inspektur Upacara Hari Bhayangkara ke-79 di Lapangan Monas Jakarta Pusat, Selasa (1/7/2025).

Menurut dia, stabilitas dan keamanan membantu pemerintah dalam merealisasikan agenda-agenda besar untuk pembangunan bangsa.

Prabowo mengatakan, cita-cita kemerdekaan bukan hanya sekedar merdeka, namun juga menjadikan Indonesia negara yang berdaulat dan makmur.

Selain itu, dia mengingatkan polisi Indonesia tidak bersikap sama dengan polisi-polisi yang ada di negara maju. Presiden Prabowo menekankan polisi Indonesia harus hadir di tengah masyarakat dan merasakan penderitaan rakyat.

"Polisi Indonesia tidak boleh seperti polisi negara yang sudah kaya dan maju. Polisi Indonesia harus di tengah-tengah rakyat, harus merasakan penderitaan rakyat, merasakan kesulitan rakyat, mendengar jeritan hati rakyat," kata Prabowo.

Berikut sederet pernyataan Presiden Prabowo Subianto saat menjadi inspektur upacara HUT ke-79 Bhayangkara dihimpun Tim News Liputan6.com:

 

1. Sampaikan Selamat Hari Bhayangkara ke-79, Terima Kasih Atas Kerja Keras Jaga Stabilitas-Keamanan

Presiden Prabowo Subianto mengucapkan selamat Hari Bhayangkara ke-79 kepada jajaran kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang jatuh pada Selasa (1/7/2025).

Prabowo menyampaikan terima kasih serta apresiasi kepada Polri yang telah bekerja keras dalam menjaga stabilitas serta keamanan Indonesia.

"Selamat Hari Bhayangkara ke-79. Saya juga ingin menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya dari negara atas kerja keras, pengabdian, dan pengorbanan seluruh anggota Polri dalam menjaga stabilitas dan keamanan," kata Prabowo saat menjadi Inspektur Upacara Hari Bhayangkara ke-79 di Lapangan Monas Jakarta Pusat, Selasa (1/7/2025).

Menurut dia, stabilitas dan keamanan membantu pemerintah dalam merealisasikan agenda-agenda besar untuk pembangunan bangsa. Prabowo mengatakan cita-cita kemerdekaan bukan hanya sekedar merdeka, namun juga menjadikan Indonesia negara yang berdaulat dan makmur.

"Cita-cita kita adalah suatu negara dimana seluruh rakyat menikmati kemerdekaan dan kesejahteraan," ujarnya.

Prabowo menyampaikan para pendiri bangsa menginginkan Indonesia yang bebas dari kemiskinan dan kelaparan. Untuk itu, kata dia, Indonesia membutuhkan kepolisian yang tangguh, unggul, dan dicintai masyarakat agar cita-cita tersebut terealisasi.

"Negara dan bangsa kita memerlukan suatu kepolisian yang tangguh, kepolisian yang unggul, kepolisian yang bersih, kepolisian yang dicintai rakyat," tutur dia.

"Kepolisian rakyat selalu di tengah-tengah rakyat, selalu membela rakyat, Selalu melindungi rakyat. Terutama mereka-mereka yang paling lemah, yang paling tertindas, dan yang paling miskin," sambung Prabowo.

 

2. Sebut Polisi Indonesia Harus Rasakan Penderitaan dan Kesulitan Rakyat

Presiden Prabowo Subianto mengingatkan polisi Indonesia tidak bersikap sama dengan polisi-polisi yang ada di negara maju. Dia menekankan polisi Indonesia harus hadir di tengah masyarakat dan merasakan penderitaan rakyat.

"Polisi Indonesia tidak boleh seperti polisi negara yang sudah kaya dan maju. Polisi Indonesia harus di tengah-tengah rakyat, harus merasakan penderitaan rakyat, merasakan kesulitan rakyat, mendengar jeritan hati rakyat," kata dia.

Prabowo Subianto mengapresiasi Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang telah menunjukkan prestasi baik. Prabowo menilai Polri saat ini betul-betul turun ke rakyat dan bekerja di tengah masyarakat, khususnya dalam meningkatkan produksi pangan nasional.

"Saya melihat dan menyaksikan kepolisian kita sekarang sungguh-sungguh turun ke rakyat. Saya melihat sekarang kepolisian mengambil inisiatif, mengambil peran, terjun ke rakyat, bekerja di tengah rakyat, membantu meningkatkan produksi pangan bangsa kita," ujar Prabowo.

Presiden Prabowo pun megucapkan terima kasih atas kerja keras Polri yang membantu masyarakat. Dia meminta Polri untuk melanjutkan prestasi tersebut.

"Saya terima kasih saudara-saudara selama saya pimpin ini saya melihat kesungguhan saudara dan untuk itu saya sampaikan, lanjutkan, lanjutkan," tutur Prabowo.

 

3. Sebut Polri Ujung Tombak dalam Menjaga Kekayaan Bangsa dan Rakyat hingga Minta Polri Tangguh dan Kuat

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menekankan pentingnya peran Polri dalam menjaga kekayaan nasional dari berbagai ancaman, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

Prabowo menyebut Polri sebagai ujung tombak dalam menjaga kekayaan bangsa Indonesia.

"Bangsa kita berada sekali lagi di ambang kebangkitan. Kita harus mengelola dan menjaga kekayaan bangsa kita dan kepolisian adalah ujung tombak dalam menjaga kekayaan bangsa dan rakyat kita," kata Prabowo.

Prabowo menyampaikan Indonesia sebagai negara kaya akan sumber daya alam, kerap menjadi sasaran sejumlah pihak. Oleh karena itu, negara membutuhkan institusi yang kuat dan berintegritas untuk melindungi kekayaan bangsa Indonesia.

"Saudara-saudara sekalian, bangsa kita bangsa yang kaya. Karena kekayaan kita, kita selalu diganggu dan itu adalah hal yang wajar. Di dunia ini yang kuat akan menindas yang lemah dan Indonesia tidak mau ditindas, Indonesia tidak mau jadi lemah," kata dia.

Prabowo juga menekankan kekayaan negara harus dikelola dan dijaga. Dalam hal ini, Polri memiliki posisi strategis untuk memastikan pengamanan terhadap sektor-sektor vital negara, mulai dari pangan, energi, hingga sumber daya alam lainnya.

Prabowo mengingatkan agar Polri tidak lengah terhadap berbagai upaya sistematis yang bisa melemahkan institusi dari dalam.

Menurut dia, berbagai pihak akan terus mencoba merusak jiwa pengabdian anggota Polri, dan oleh karena itu, keteguhan dan ketangguhan moral menjadi hal utama.

"Polisi akan selalu menjadi sasaran. Mereka akan selalu berusaha untuk merusak kepolisian kita. Mereka akan dengan segala cara berusaha untuk melemahkan jiwa pengabdian saudara-saudara. Karena itu saya berharap kepolisian sekarang ini akan sungguh-sungguh tangguh, kuat, jangan mau dirusak oleh siapa pun," ucap dia.

Dia juga meminta Polri tangguh dan kuat dari upaya-upaya merusak instansi kepolisian. Dia mengingatkan ada pihak-pihak yang ingin merusak instansi kepolisian dengan cara melemahkan pengabdian para polisi.

"Saudara-saudara, polisi akan selalu menjadi sasaran. Mereka akan selalu merusak kepolisian kita, mereka dengan segala cara berusaha melemahkan jiwa pengabdian saudara-saudara. Karena itu, saya berharap kepolisian sekarang ini akan sungguh-sungguh tangguh, kuat. Jangan mau di rusak oleh siapa pun," kata Prabowo.

Dia mengatakan Indonesia merupakan negara yang kaya sehingga selalu diganggu oleh pihak-pihak lain. Kendati begitu, Prabowo menegaskan Indonesia tak mau menjadi bangsa yang lemah dan ditindas.

"Bangsa kita bangsa kaya, karena kekayaan kita, kita selalu diganggu, dan itu adalah hal yang wajar di dunia ini. Yang kuat akan menindas yang lemah dan Indonesia tidak mau ditindas, Indonesia tidak mau jadi lemah," tuturnya.

Prabowo menuturkan Indonesia saat ini tengah berada diambang kebangkitan untuk mengelola dan menjaga kekayaan bangsa. Dia menekankan kepolisian menjadi ujung tombak menjaga kekayaan bangsa dan rakyat Indonesia.

"Kepolisian harus menjadi unsur yang sangat penting dalam menjaga kekayaan bangsa dan rakyat kita," ujar Prabowo.

 

4. Sebut Indonesia Butuh Polisi yang Bersih dan Selalu Melindungi Rakyat

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa para pendiri bangsa memiliki cita-cita agar Indonesia menjadi negara yang bebas dari kemiskinan dan kelaparan.

Untuk mencapainya, Prabowo menegaskan Indonesia membutuhkan polisi yang unggul, bersih, dan dicintai oleh masyarakat.

"Cita-cita kita adalah suatu negara di mana seluruh rakyat menikmati kemerdekaan dan kesejahterahaan. Cita-cita pendiri bangsa kita adalah Indonesia tanpa kemiskinan, Indonesia tanpa kelaparan, Indonesia yang ada keadilan, itu cita-cita kita," ujar Prabowo.

"Dan karena itulah, negara dan bangsa kita memerlukan kepolisian yang tangguh, kepolisian yang unggul, kepolisian yang bersih, kepolisian yang dicintai rakyat," sambungnya.

Selain itu, kata dia, Indonesia membutuhkan polisi yang selalu membela dan melindungi masyarakat, khususnya masyarakat yang paling tertindas dan miskin.

"Kepolisian rakyat, selalu di tengah-tengah rakyat, selalu membela rakyat, selalu melindungi rakyat. Terutama mereka-mereka yang paling lemah, paling tertindas, dan paling miskin," kata Prabowo.

Prabowo menyebut sejarah ribuan tahun mengajarkan bahwa tak ada negara yang berhasil tanpa kepolisian yang unggul dan tangguh. Oleh sebab itu, Prabowo dan para presiden RI terdahulu menyadari kepolisian yang tangguh dan unggul.

"Karena itu, marilah kita mengenang dan memberi penghargaan setinggi-tingginya pada para pendiri kepolisian negara RI yang telah berjasa, yang telah merintis dibangun kepolisian yang tangguh," tutur Prabowo.

 

5. Apresiasi Polri Bantu Program MBG dan Tingkatkan Produksi Jagung

Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi inisiatif Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan jajarannya yang ikut terlibat dalam sejumlah program pemerintah. Salah satunya, keterlibatan dalam program makan bergizi gratis (MBG).

Prabowo menyampaikan MBG merupakan program strategis pemerintah untuk menyelamatkan anak-anak dan cucu-cucu di Indonesia. Dia meyakini MBG merupakan dapat menyelematkan masa depan bangsa Indonesia.

"Saudara-saudara sekalian, inisiatif pimpinan kalian untuk ikut serta secara langsung, secara masif. Dalam berbagai kegiatan strategis kita, pemberian makan bergizi kepada rakyat kita. Ini adalah hal yang strategis, ini adalah untuk menyelamatkan anak-anak dan cucu-cucu kita," kata Prabowo.

"Ini adalah untuk menyelamatkan masa depan bangsa kita. Jadi makan bergizi ini adalah langkah strategis dan langkah yang benar. Saya ucapkan terima kasih keterlibatan polisi dalam usaha ini," sambungnya.

Menurut dia, Polri dan TNI menjadi ujung tombak program-program besar pemerintah. Prabowo menyebut polisi telah ikut dalam pendidikan para sarjana penggerak pembangunan Indonesia dan mendukung langsung usaha Kedaulatan Pangan Nasional.

Prabowo menuturkan produksi jagung nasional saat ini mencapai angka tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Dia mengungkapkan peran kepolisian dalam meningkatkan produksi jagung nasional.

"Di beberapa bidang saudara-saudara sudah menunjukkan prestasi. Produksi jagung kita tertinggi selama sejarah Republik Indonesia. Dan itu adalah tidak sedikit peran kepolisian negara di bawah kepemimpinan kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan jajaran," tutur Prabowo.

Dia meminta kepolisian untuk melanjutkan perjuangan tersebut. Prabowo juga mengingatkan polisi untuk mengutamakan kepentingan masyarakat.

"Terima kasih. Saudara-saudara, lanjutkan perjuangan ini. Jaga kepercayaan rakyat. Selalu, sekali lagi, mengutamakan kepentingan rakyat di atas kepentingan yang lain. Saudara-saudara, sekali lagi, jangan sekali-sekali mengecewakan rakyat kita," papar Prabowo.

 

6. Ingatkan Polisi Akan Selalu Jadi Sasaran dan Utamakan Kepentingan Rakyat, Jangan Kecewakan Masyarakat

Lalu, Prabowo Subianto mengingatkan jajaran Polri untuk tetap waspada terhadap berbagai upaya pelemahan dari pihak-pihak yang tidak menginginkan institusi kepolisian menjadi kuat dan profesional.

Menurut Prabowo, Polri akan selalu menjadi sasaran serangan yang bertujuan untuk merusak semangat pengabdian para anggotanya.

"Saudara-saudara, polisi akan selalu menjadi sasaran. Mereka akan selalu berusaha untuk merusak kepolisian kita. Mereka akan dengan segala cara berusaha untuk melemahkan jiwa pengabdian saudara-saudara," ucap Prabowo.

Oleh karena itu, Prabowo meminta seluruh jajaran Polri tetap menjaga integritas, soliditas, dan tetap tangguh serta kuat, jangan mau dirusak oleh siapapun.

Menurut dia, kekuatan suatu negara sangat bergantung pada kekuatan institusi penegak hukumnya. Sejarah bangsa-bangsa di dunia, menurut dia, membuktikan tidak ada negara yang berhasil tanpa kepolisian yang unggul dan tangguh.

"Dengan kesadaran itulah para pemimpin-pemimpin negara dari Presiden yang pertama dan seterusnya, Presiden ke-2, ke-3, ke-4, ke-5, ke-6, ke-7 sampai sekarang saya menjabat. Kita semua sadar pentingnya kepolisian yang tangguh dan unggul," ucap dia.

Dia juga menegaskan Indonesia sebagai negara yang kaya akan sumber daya dan memiliki posisi strategis, akan selalu menjadi target pelabagi pihak. Dalam konteks ini, Polri harus menjadi garda terdepan dalam menjaga kedaulatan bangsa.

"Bangsa kita berada sekali lagi di ambang kebangkitan. Kita harus mengelola dan menjaga kekayaan bangsa kita dan kepolisian adalah ujung tombak dalam menjaga kekayaan bangsa dan rakyat kita," ucap Prabowo.

Kemudian, Presiden Prabowo Subianto meminta Polri untuk menjaga dan mengutamakan kepentingan masyarakat. Prabowo juga mengingatkan Polri tak mengecewakan masyarakat.

"Saudara-saudara, lanjutkan perjuangan ini. Jaga kepercayaan rakyat. Selalu, sekali lagi, mengutamakan kepentingan rakyat di atas kepentingan yang lain. Saudara-saudara, sekali lagi, jangan sekali-sekali mengecewakan rakyat kita," ucap dia.

Prabowo berpesan kepada polisi agar menjadi aparat yang dicintai masyarakat serta mengabdikan dirinya untuk kejayaan bangsa. Prabowo menyebut Indonesia membutuhkan polisi yang bersih dan unggul untuk dapat menjadi negara makmur.

"Negara dan bangsa kita memerlukan suatu kepolisian yang tangguh, kepolisian yang unggul, kepolisian yang bersih, kepolisian yang dicintai rakyat," kata Prabowo.

Di sisi lain, Prabowo menekankan polisi harus berada di tengah masyarakat, membela, melindungi rakyat. Terutama, masyarakat yang paling lemah, tertindas, dan paling miskin.

"Sejarah manusia sepanjang ribuan tahun mengajarkan kepada kita tidak ada negara yang berhasil tanpa kepolisian yang unggul dan tangguh," tutur Prabowo.

"Sekali lagi, jadilah polisi yang dicintai rakyat. Terima kasih. Selamat bertugas. Selamat menjalankan amanah mulia untuk rakyat, bangsa dan negara. Polri untuk masyarakat. Polri untuk rakyat," sambung dia.

 

7. Apresiasi Kapolri, Sebut Lihat Polri Menunjukkan Prestasi yang Baik

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberikan apresiasi kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo atas kinerjanya selama memimpin Polri.

Apresiasi itu disampaikan Prabowo saat memberikan sambutannya dalam upacara peringatan Hari Bhayangkara ke-79 di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Senin (1/7/2025). Dibawah kepemimpinan Listyo Sigit, Prabowo menilai Polri telah menunjukkan kemajuan yang positif.

"Saudara-saudara sekalian, saya menyampaikan khususnya pada hari ini penghargaan saya kepada Kapolri dan jajaran kepemimpinan Polri. Saya melihat Polri sekarang menunjukkan prestasi yang baik," kata Prabowo.

Prabowo mengatakan, dirinya menyaksikan langsung kehadiran Polri di tengah-tengah masyarakat dan mengambil peran aktif dalam sejumlah agenda strategis nasional.

Dia menilai Polri saat ini tidak lagi sekadar menjalankan fungsi keamanan, tetapi juga turut mendorong kemajuan di pelbagai sektor.

"Saya melihat sekarang kepolisian mengambil inisatif, mengambil peran, terjun ke rakyat, bekerja di tengah rakyat, membantu meningkatkan produksi pangan bangsa kita. Untuk itu saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya," ucap dia.

Prabowo berterimakasih atas keterlibatan aktif Polri dalam sejumlah program prioritas pemerintah seperti pemberian makan bergizi kepada masyarakat.

"Ini adalah hal yang strategis, ini adalah untuk menyelamatkan anak-anak dan cucu-cucu kita. Ini adalah untuk menyelamatkan masa depan bangsa kita. Jadi makan bergizi ini adalah langkah strategis dan langkah yang benar. Saya ucapkan terima kasih keterlibatan polisi dalam usaha ini," ujar dia.

Dia mengatakan, Polisi dan TNI sekarang ini berada di ujung tombak daripada program besar pemerintah. Selain itu, Polri juga ikut dalam pendidikan para sarjana penggerak pembangunan Indonesia serta mendukung kedaulatan Pangan Nasional.

"Di beberapa bidang saudara-saudara sudah menunjukkan prestasi. Produksi jagung kita tertinggi selama sejarah Republik Indonesia. Dan itu adalah tidak sedikit peran kepolisian negara di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan jajaran. Terima kasih," pungkas Prabowo.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6