Inovasi KKP dalam Menjaga Mutu Ikan Hasil Tangkapan Nelayan

KKP menyatakan inovasi ini menjadi pendekatan baru dalam rantai pendingin pasca tangkap.

Diperbarui 27 Juni 2025, 21:16 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • KKP uji coba mesin es bubur di Trenggalek, bandingkan dengan es balok.
  • Es bubur (-3,5°C) bekukan ikan lebih cepat, jaga kualitas.
  • Nelayan terkejut, ikan di es bubur lebih segar tanpa pembuluh pecah.

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggelar uji coba teknologi mesin es bubur (slurry ice) di Pantai Indah Djokerto, Trenggalek, Jawa Timur. Uji coba ini dilakukan untuk membandingkan efektivitas es bubur dengan es balok yang selama ini digunakan nelayan dalam menjaga mutu ikan hasil tangkapan.

Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi, Sosial, dan Budaya KKP, Trian Yunanda, yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa inovasi ini menjadi pendekatan baru dalam rantai pendingin pasca tangkap.

“Teknologi mesin es bubur ini merupakan pendekatan baru pada rantai pendingin terutama saat pasca tangkap ikan, di mana es bubur ini dapat membekukan ikan lebih cepat apabila dibandingkan dengan es balok,” ujar Trian dalam keterangan tertulis, Jumat (27/6/2025).

Es bubur memiliki suhu lebih rendah, yakni sekitar -3,5°C, sedangkan es balok hanya sekitar -0,5°C. Menurut Trian, hal ini membuat ikan yang disimpan dalam es bubur lebih cepat beku dan kualitas fisiknya tetap terjaga.

 

Uji Coba Dilakukan Peneliti dari UI

“Slurry ice, atau bubur es ini, baru diterapkan di Indonesia dan baru pertama kali dilakukan di sini. Tentunya dari sisi ilmiah dan dari uji coba ini, kita tahu bahwa produk bubur es ini jauh lebih bagus untuk mempertahankan kesegaran ikan, yang merupakan salah satu permasalahan saat ini,” tambahnya.

Uji coba ini dilakukan oleh dua peneliti independen dari Universitas Indonesia, Erfito Shuhlan dan Ariel Putra Dewa Aramadhan. Para nelayan dilibatkan secara langsung dalam percobaan, dengan membawa coolbox berisi es bubur serta coolbox lain berisi es balok dicampur air, untuk kemudian dibandingkan hasilnya setelah satu hari penyimpanan di laut.

Hasil awal menunjukkan ikan yang dibekukan menggunakan es bubur masih dalam kondisi beku, tampak segar, dan fisiknya tidak rusak, berbeda dengan ikan yang menggunakan es balok. Salah satu nelayan bahkan mengaku terkejut saat membuka coolbox berisi es bubur karena ikan tampak lebih segar dan tidak terlihat adanya pembuluh darah yang pecah.

 

Hasil Pengembangan Inovasi Teknologi

Direktur Operasional PT DS Solutions International, Vriky Adiputra, menjelaskan bahwa mesin es bubur yang diuji coba ini merupakan hasil pengembangan inovasi teknologi rantai pendingin yang mendukung konsep ekonomi biru.

“Kami berkomitmen memberikan inovasi teknologi terbaik untuk rantai pendingin. Teknologi mesin es bubur ini diharapkan menjadi salah satu inovasi teknologi untuk mendukung ekonomi biru Indonesia,” ujar Vriky.

Mesin es bubur ini tiba di Trenggalek pada Senin, 23 Juni 2025, dan mulai diuji lapangan keesokan harinya. Es bubur yang dihasilkan dimasukkan ke dalam coolbox yang dibawa nelayan untuk membuktikan performanya langsung di laut.

Uji coba ini diharapkan menjadi langkah awal dalam modernisasi penyimpanan ikan tangkapan, sekaligus membantu nelayan meningkatkan nilai jual produknya karena kesegaran ikan lebih terjaga.

Infografis

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6