Puluhan Ribu Pelajar di Banyuwangi Turun Tangan Jaga Kebersihan Sungai Lewat Program Sekardadu

Program Sekardadu hadir untuk menjaga kebersihan sungai dari hulu hingga hilir, dengan melibatkan ribuan pelajar sebagai bagian dari gerakan peduli lingkungan.

Diperbarui 22 Juni 2025, 12:38 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Sungai penting untuk sumber air, ekosistem, dan aktivitas masyarakat.
  • Sekardadu libatkan 27.780 pelajar, rawat 65 sungai sepanjang 100.300 meter.
  • Sekolah laporkan aktivitas via aplikasi, pantau program dan intervensi sungai.

Liputan6.com, Jakarta Sungai memiliki peran vital dalam kehidupan sebuah daerah. Selain menjadi sumber air bersih, sungai juga menunjang ekosistem dan aktivitas masyarakat sehari-hari. Oleh karena itu, menjaga kebersihan sungai bukan hanya soal lingkungan, tapi juga keberlanjutan hidup bersama.

“Sungai yang bersih akan memberikan manfaat bagi kesehatan manusia, lingkungan, dan perekonomian. Sebaliknya, sungai yang tercemar dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan, merusak ekosistem, dan mengganggu aktivitas manusia,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Minggu (22/6/2025). 

Untuk itu, Pemkab Banyuwangi secara rutin menggelar Sekolah Rawat Daerah Aliran Sungai (Sekardadu) sebagai upaya memelihara aliran sungai dengan melibatkan lembaga pendidikan. Program ini Sekardadu menjaga dan merawat kebersihan sungai, mulai daerah tangkapan air (hulu) hingga hilir dengan melibatkan ribuan pelajar. 

Hingga tahun 2024 Program Sekardadu melibatkan 27.780 pelajar SD hingga SMA dan berhasil merawat 65 sungai dan saluran air sepanjang 100.300 meter.

"Ini adalah program peduli lingkungan yang terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Sebagai daerah pariwisata menjaga kebersihan sungai dan saluran air adalah bagian dari komitmen Banyuwangi dalam menjaga ekosistem dan keberlanjutan lingkungan,” kata Bupati Ipuk.

Ipuk melanjutkan program ini secara khusus juga punya misi untuk membangun budaya peduli lingkungan sejak dini. Karenanya melibatkan pelajar sekolah mulai tingkat SD hingga SMA dan perguruan tinggi.

“Pelibatan pelajar dan mahasiswa di program ini juga menjadi bagian dari pendidikan karakter,” ujarnya.

Pada prakteknya di Program Sekardadu pelajar sekolah (SD-SMA) diberikan tanggung jawab merawat aliran sungai yang ada di sekitar lokasi mereka. Mereka rutin membersihkan serta mengedukasi warga sekitar untuk menjaga sungai seperti tidak membuang sampah ke sungai.

"Nantinya sekolah yang terlibat akan melaporkan aktivitas mereka lewat aplikasi Sekardadu. Jadi akan terpantau keaktifan pelaksanaan program juga sungai mana saja yang telah diintervensi," kata Ipuk.

Ditambahkan Sekretaris Dinas Pengairan Banyuwangi Riza Al Fahrobi pada program Sekardadu tahun ini melibatkan 170 sekolah SD hingga SMA hingga perguruan tinggi. Mereka diberi tugas untuk merawat sungai dan saluran air. Penilaiannya meliputi kegiatan preventif, kuratif, rehabilitatif dan promotif. 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6