Festival Nasi Bekepor Kembali Hadir, Dispar Kukar Gencarkan Promosi Budaya Lokal

Festival Nasi Bekepor sendiri mendapatkan dukungan penuh dari Dinasi Pariwisata Kutai Kartanegara (Dispar Kukar) yang memandang bahwa keterlibatan anak muda dalam pelestarian budaya lokal semakin terlihat.

Diperbarui 21 Juni 2025, 21:31 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Festival Nasi Bekepor jadi bukti semangat generasi muda menjaga warisan budaya.
  • Dispar Kukar mendukung festival sebagai wujud kolaborasi akademik dan pemerintah.
  • Festival ini selaras dengan visi bupati untuk bentuk karakter generasi muda.

Liputan6.com, Jakarta Festival Nasi Bekepor ke-6 yang digelar oleh BEM FISIP Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) di halaman kampus mereka menjadi bukti nyata semangat generasi muda Kutai Kartanegara dalam menjaga warisan budaya. Event ini pun tak hanya menjadi lomba memasak kuliner tradisional khas Kutai, tapi juga menjadi panggung edukasi budaya dan kebersamaan.

Festival Nasi Bekepor sendiri mendapatkan dukungan penuh dari Dinasi Pariwisata Kutai Kartanegara (Dispar Kukar) yang memandang bahwa keterlibatan anak muda dalam pelestarian budaya lokal semakin terlihat.

“Ini sudah memasuki tahun keenam, artinya ada komitmen kuat dari mahasiswa untuk melestarikan budaya daerah. Ini patut diapresiasi dan terus kita dukung,” ujar Plt Kepala Dispar Kukar, Arianto, Jumat (20/6/2025).

Kolaborasi Positif Dunia Akademik dan Pemerintah

Arianto juga menilai bahwa dengan adanya festival ini merupakan wujud nyata kolaborasi dunia akademik dan pemerintah dalam menjaga identitas budaya lokal.

Nasi Bekepor adalah hidangan khas Kutai yang dimasak secara tradisional menggunakan bahan-bahan seperti ikan asin, daun kemangi, dan aneka rempah. Ciri khas dari proses memasaknya adalah teknik memutar kuali agar bumbu meresap secara merata ke seluruh sajian. Dalam festival ini, selain ada lomba memasak, tradisi "beseprah" juga kembali diangkat, yakni makan bersama secara lesehan sebagai wujud kebersamaan dalam budaya masyarakat Kutai.

Dinas Pariwisata Kukar menilai Festival Nasi Bekepor tak hanya penting bagi pelestarian budaya lokal, tetapi juga memiliki potensi besar untuk dipromosikan ke tingkat nasional. Arianto menyampaikan komitmen pihaknya untuk membawa kuliner tradisional ini tampil dalam berbagai kegiatan mahasiswa di kota-kota besar di Indonesia.

“Kita ingin mengenalkan budaya kita ke luar Kukar. Misalnya lewat eksibisi di event mahasiswa di kota-kota seperti Malang atau Jogja. Bukan hanya lomba, tapi edukasi budaya,” jelasnya.

Buka Ruang Kolaborasi dengan OPD Lain

Selain itu, Dispar Kukar turut mendorong kolaborasi lintas sektor dengan organisasi perangkat daerah (OPD), perguruan tinggi, komunitas budaya, hingga pihak swasta demi memperluas dampak positif dari festival ini.

Penyelenggaraan festival juga selaras dengan visi Bupati Kukar, Edi Damansyah, yang menekankan pentingnya budaya lokal sebagai bagian dari pembentukan karakter generasi muda. Ke depannya, Dispar Kukar berencana melibatkan pelajar dalam kegiatan festival sebagai upaya edukasi budaya sejak dini.

“Kami percaya pelestarian budaya adalah tanggung jawab bersama. Dukungan dari berbagai pihak akan sangat menentukan keberlanjutan acara seperti ini,” pungkas Arianto.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6