Liputan6.com, Jakarta - Aksi demo sopir truk mengguncang beberapa kota di Indonesia pada 19 Juni 2025. Ribuan sopir turun ke jalan menyuarakan penolakan terhadap aturan Over Dimension and Over Loading (ODOL) yang dianggap memberatkan. Aksi ini serentak dilakukan di Surabaya, Bandung, dan Boyolali, melumpuhkan sejumlah ruas jalan utama.
Mengapa para sopir truk ini melakukan aksi demonstrasi besar-besaran? Apa saja tuntutan yang mereka ajukan kepada pemerintah? Bagaimana dampak dari aksi ini terhadap kelancaran lalu lintas dan aktivitas ekonomi di wilayah terdampak?
Berikut laporan lengkap mengenai demo sopir truk yang terjadi pada 19 Juni 2025, meliputi lokasi demonstrasi, tuntutan utama para demonstran, dampak yang ditimbulkan, dan informasi terkini mengenai sikap pemerintah.
Advertisement
Titik Panas Demo Sopir Truk: Surabaya, Bandung, Boyolali
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3959635/original/045800200_1646982134-IMG-20220311-WA0041.jpg)
Aksi demo sopir truk tidak hanya terpusat di satu lokasi, melainkan menyebar di beberapa kota besar di Pulau Jawa. Di Surabaya, ribuan sopir yang tergabung dalam Gerakan Sopir Jawa Timur (GSJT) memblokade Jalan A. Yani di sekitar Taman Pelangi. Akibatnya, arus lalu lintas dari dan menuju pusat kota mengalami kemacetan parah.
Di Bandung, aksi serupa terjadi di Gerbang Tol Soroja. Ribuan sopir truk memarkirkan kendaraan mereka di sekitar gerbang tol, menyebabkan antrean panjang kendaraan yang hendak masuk atau keluar dari jalan tol. Situasi ini diperparah dengan aksi orasi dan pembentangan spanduk yang dilakukan oleh para demonstran.
Sementara itu, di Boyolali, massa sopir truk dari berbagai komunitas memblokade jalur lingkar utara. Aksi ini menyebabkan kendaraan dari arah Solo menuju Semarang, maupun sebaliknya, tidak dapat melintas. Polisi terpaksa mengalihkan arus lalu lintas melalui jalur alternatif yang lebih kecil, yang mengakibatkan kepadatan di wilayah tersebut.
Advertisement
Tuntutan Sopir Truk: Revisi Aturan ODOL Hingga Kesejahteraan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3960025/original/047250100_1647001172-IMG-20220311-WA0051.jpg)
Tuntutan utama para demonstran adalah penolakan terhadap aturan ODOL yang mereka anggap tidak adil dan memberatkan. Mereka menilai bahwa aturan ini lebih menyasar sopir truk skala kecil dan menengah, sementara perusahaan besar dengan mudah lolos dari penindakan.
Selain itu, para sopir juga menuntut regulasi ongkos angkutan logistik yang lebih adil. Mereka mengeluhkan biaya operasional yang terus meningkat, sementara tarif angkutan tidak mengalami penyesuaian yang signifikan. Akibatnya, banyak sopir yang kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Tidak hanya itu, para sopir juga mendesak pemerintah untuk merevisi Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UULLAJ) Nomor 22 Tahun 2009, khususnya pasal 277 yang dianggap hanya berfokus pada perubahan fisik kendaraan dan mengabaikan aspek over dimension muatan. Mereka juga menuntut perlindungan hukum bagi sopir truk, pembatasan premanisme dan pungutan liar, kesetaraan perlakuan hukum, serta kesejahteraan, seperti BPJS Kesehatan gratis.
Dampak Demo: Kemacetan Parah dan Ancaman Aksi Lanjutan
Aksi demo sopir truk berdampak signifikan terhadap kelancaran lalu lintas di beberapa kota. Di Surabaya, penutupan Jalan A. Yani menyebabkan kemacetan yang mengular hingga beberapa kilometer. Banyak pengendara yang terlambat sampai tujuan, baik untuk bekerja maupun urusan lainnya.
Di Boyolali, blokade jalur lingkar utara juga mengakibatkan kemacetan panjang. Kendaraan dari arah Solo dan Semarang terpaksa dialihkan melalui jalur alternatif yang lebih kecil, yang tidak mampu menampung volume kendaraan yang tinggi. Akibatnya, waktu tempuh perjalanan menjadi lebih lama dan biaya operasional meningkat.
Para demonstran di Surabaya bahkan mengancam akan melanjutkan aksi hingga malam hari dan menginap jika tuntutan mereka tidak dipenuhi. Mereka juga berjanji akan melakukan aksi yang lebih besar jika pemerintah tidak segera memberikan respons yang positif terhadap aspirasi mereka.
Advertisement
Respons Pemerintah: Masih Dinantikan
Hingga saat ini, belum ada informasi detail mengenai tanggapan resmi pemerintah terhadap aksi demo sopir truk yang terjadi pada 19 Juni 2025. Masyarakat dan para sopir truk tentu berharap agar pemerintah segera mengambil langkah-langkah konkret untuk menyelesaikan permasalahan yang ada dan memenuhi tuntutan para demonstran.
Pemerintah diharapkan dapat membuka dialog dengan perwakilan sopir truk untuk mencari solusi yang terbaik bagi semua pihak. Revisi aturan ODOL, penyesuaian tarif angkutan, dan peningkatan kesejahteraan sopir truk adalah beberapa hal yang perlu menjadi perhatian utama pemerintah.
Situasi ini masih terus berkembang, dan Liputan6.com akan terus memberikan informasi terbaru mengenai perkembangan aksi demo sopir truk dan respons pemerintah terhadap tuntutan para demonstran. Pantau terus situs kami untuk mendapatkan berita yang akurat dan terpercaya.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4919749/original/034086800_1723781524-000_36EC7XK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8208033/original/056349800_1781066890-063_2280813255.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3267613/original/079814300_1602679710-Kejahatan_Siber.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5257938/original/075576300_1750326369-WhatsApp_Image_2025-06-19_at_16.17.34.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1372665/original/083939200_1476339147-surabaya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/134/original/013530700_1671867028-WhatsApp_Image_2022-12-24_at_14.27.25.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260379/original/084688000_1781589230-tj_verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259296/original/035877100_1781495343-_____________FIFAWorldCup.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8621898/original/023575700_1782614127-063_2283622576.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5540345/original/069396100_1774710516-jerman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8560764/original/057361200_1782508647-000_B8GJ8DG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8618866/original/035352900_1782607831-063_2283624619.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5243047/original/051478600_1749093312-AP25155771563061.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3529388/original/056973400_1627972342-000_9767F7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260382/original/054470700_1781590662-063_2281748273.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261539/original/051141200_1781743137-IMG-20260618-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625922/original/005183100_1782620553-063_2283651686.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625483/original/070181900_1782619556-000_B8K37NR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8398123/original/070912400_1782279358-Polda_Jabar_tangkap_Taufik_Hidayat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5288042/original/032722400_1752860767-Kapolda_Jabar_Irjen_Pol._Rudi_Setiawan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8356556/original/077740600_1782231380-WhatsApp_Image_2026-06-23_at_23.03.10.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8352767/original/070156900_1782227088-taufik_hidayat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8351567/original/029284200_1782225485-taufik.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8325871/original/052697300_1782195472-WhatsApp_Image_2026-06-23_at_13.16.07.jpeg)