Komisi IX DPR Soroti Pembagian MBG Bahan Mentah di Tangsel: Kita Perlu Evaluasi Menyeluruh

Anggota Komisi IX DPR RI Nurhadi menyoroti pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan dalam paket bahan mentah, seperti program bagi-bagi sembako.

Diterbitkan 19 Juni 2025, 16:21 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI Nurhadi menyoroti pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan dalam paket bahan mentah, seperti program bagi-bagi sembako. Ia pun mengingatkan agar program Pemerintah jangan sampai membebani masyarakat.

Adapun pembagian bahan mentah dalam program MBG terjadi di sejumlah sekolah di Tangerang Selatan. Dalam foto yang beredar di media sosial, terlihat paket MBG terdiri dari jeruk, pisang, ikan asin, telur puyuh, beras, dan kacang tanah, di mana seluruhnya dalam kondisi belum diolah.

Nurhadi menilai, pembagian paket MBG berupa bahan mentah harus menjadi evaluasi Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai lembaga yang bertanggung jawab atas program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto itu.

"Karena bantuan disalurkan dalam bentuk bahan mentah tanpa petunjuk teknis yang jelas, maka kita perlu mengevaluasinya secara menyeluruh," kata Nurhadi dalam keterangannya, Kamis, (19/6/2025).

Terkait hal ini, Nurhadi menggarisbawahi bahwa pemberian paket bahan pangan mentah sama saja seperti program bagi-bagi sembako yang konteksnya berbeda dengan MBG.

"Kalau seperti ini kita patut bertanya, apakah program MBG ini benar-benar berpihak pada masyarakat atau sekadar menggugurkan kewajiban? Karena jadi sama saja seperti program bagi-bagi sembako yang juga sudah dijalankan Pemerintah,” sebut Nurhadi.

 

Tak Bisa Disamakan dengan Bansos

Sebagai mitra kerja BGN, Nurhadi mengingatkan, pelaksana MBG tidak bisa menyamakan program gizi dengan program Bansos Sembako.

"MBG tidak bisa disamakan dengan program bagi-bagi sembako karena tujuannya berbeda. MBG sejak awal disusun merupakan program pemberian menu makanan yang bisa langsung dikonsumsi anak-anak,” tuturnya.

“Jangan niatnya membagi makanan bergizi malah jadi membebani karena masyarakat harus mengolahnya terlebih dahulu. Nilai paketnya saja sudah berbeda kan," lanjut Nurhadi.

Menanggapi klarifikasi dari BGN, Nurhadi mengingatkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi dapur umum tempat produksi MBG untuk tidak memaksakan pelaksanaan program.

“Kalau memang perlu di stop dulu karena anak-anak sekolah libur, ya tidak usah memaksakan membagikan MBG,” tuturnya.

“Jangan karena ingin anggaran terserap, lalu ugal-ugalan memodifikasi teknis pelaksanaan MBG. Komunikasikan dulu dengan BGN. Model seperti ini kan juga belum ada diskusi dengan kami di DPR,” tambah Nurhadi.

 

Dorong Evaluasi Total

Oleh karena itu, Nurhadi mendorong adanya evaluasi total terhadap pelaksanaan MBG. Bila perlu, menurutnya, realokasi anggaran ke bentuk bantuan yang lebih terukur manfaatnya apabila terjadi dinamika di lapangan, contohnya saat masa libur sekolah.

"Sekali lagi, kalau niatnya membantu, jangan malah membebani. Harus ada sinkronisasi antara tujuan program dan pelaksanaannya,” pungkas Nurhadi.

Diketahui, viral di media sosial foto MBG berbahan mentah didistribusikan kepada siswa. Kepala SPPG Yayasan Mualaf Indonesia Timur (Yasmit) Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Banten, A. Basiro mengakui adanya pembagian MBG berbahan mentah tersebut. Pihaknya membagikan kepada 4.075 siswa di 18 sekolah mulai tingkat PAUD/TK hingga SMA sederajat.

SPPG setempat berdalih MBG dibagikan dalam bentuk bahan mentah sebagai penyesuaian kondisi sekolah yang saat ini sedang libur atau menjelang class meeting. Mereka menyebut membagikan bahan mentah agar para siswa masih dapat menerima manfaat dari program MBG meskipun sedang libur sekolah.

Tak hanya itu, SPPG mengklaim mendistribusikan paket bahan mentah untuk dibawa pulang ke rumah dengan tujuan menghindari pemberian makanan kemasan. Hal tersebut sebagai upaya menghindari penggunaan bahan pengawet, pewarna, dan pemanis buatan, serta meminimalisir konsumsi ultra-processed food.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6