Yadnya Kasada Perkuat Peran Masyarakat Tengger dalam Harmoni Alam, Budaya, dan Religi

Upacara Yadnya Kasada memiliki akar sejarah yang dalam dan erat kaitannya dengan legenda suku Tengger.

Diperbarui 11 Juni 2025, 21:28 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah melalui Direktorat Bina Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat, Direktorat Jenderal Perlindungan Kebudayaan Tradisi Kementerian Kebudayaan terus berupaya mempertahankan tradisi budaya tanah air dan mengakomodasi kegiatan atau ritual Masyarakat Adat di Indonesia.

Salah satu yang dilakukan yaitu ritual tahunan masyarakat Suku Tengger di Bromo, Jawa Timur yang bernama Yadnya Kasada. Kegiatan yang diberi nama Sembah Kasada Bhumi Hila-Hila Tengger yang bertajuk "Seuntai Harapan Masyarakat Bhumi Hila-Hila dalam Yadnya Kasada", berlangsung 10-11 Juni 2025 di kawasan Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur.

Berbagai kegiatan diselenggarakan diantaranya Pameran Pangan Lokal dan Kuliner Tradisional Tengger,  Gelar Kesenian Khas Tengger, Dialog Budaya Masyarakat Adat Tengger, Ritual Kasada, Prosesi pengukuhan warga kehormatan sesepuh Masyarakat Tengger kepada Menteri  Kebudayaan.

Dalam kegiatan tersebut hadir Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Wakil Gubernur Jawa Timur Emir Dardak, Direktorat Jenderal Perlindungan Kebudayaan Tradisi Restu Gunawan, Direktur Bina Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat Sjamsul Huda, dan Pejabat Setempat.

Seperti yang dikatakatan Menteri Kebudayaan Fadli Zon, bahwa kegiatan tersebut sebagai bentuk nyata dukungan pemerintah terhadap pelestarian budaya dan penguatan peran masyarakat adat di Indonesia. Lewat ritual tahunan 2025 Sembah Kasada Bhumi Hila-Hila Tengger suku Tengger berupaya memperkuat hubungan spiritual dengan leluhur sekaligus menjaga kehidupan yang harmoni dengan alam.

Menurutnya, upacara Yadnya Kasada memiliki akar sejarah yang dalam dan erat kaitannya dengan legenda suku Tengger. Upacara Yadnya Kasada bukan sekadar ritual adat, tetapi juga memiliki makna spiritual yang mendalam bagi masyarakat Tengger. Ritual ini melambangkan hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Sang Pencipta

"Kehadiran Menteri Kebudayaan dalam acara itu sebagai bentuk nyata dukungan pemerintah terhadap pelestarian budaya dan penguatan peran masyarakat adat di Indonesia, khususnya untuk generasi muda akan datang," kata Menbud Fadli Zon.

Lanjut Fadli, ritual Yadnya Kasada setiap tahun dilaksanakan oleh masyarakat Tengger di kawasan sakral Gunung Bromo, merupakan ritual penting yang melambangkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atau bagi suku Tengger disebut Hong Pukulun.

"Dalam ritual ini, masyarakat melarung persembahan berupa hasil bumi dan ternak ke kawah Gunung Bromo," katanya.

"Prosesi itu dilakukan untuk mengenang pengorbanan leluhur warta Suku Tengger yaitu Raden Kusuma. Selain itu juga sebagai ajang berbagi kepada sesama, khususnya warga kurang mampu. Melalui ritual Yadnya Kasada dan tradisi lainnya seperti Unan-Unan, Entas-Entas, dan Karo, masyarakat Tengger terus merawat filosofi hidup harmonis yang menjaga keterhubungan manusia dengan alam dan Sang Pencipta," bebernya.

 

Penopang Ketahanan Pangan Lokal

Menurutnya, bahwa tradisi itu juga menjadi penopang ketahanan pangan lokal. Dengan harapan hasil panen sayur-mayur dan jagung yang berlimpah serta laku di pasaran. Prosesi Sembah Kasada Bhumi Hila-Hila Tengger menjadi momentum penting untuk menjawab tantangan tersebut. Sekaligus menindaklanjuti rekomendasi Konferensi Dukun Pandita 2024 yang lalu.

Konferensi itu menghasilkan kesepakatan yaitu pengakuan dan perlindungan masyarakat hukum adat Tengger. Kemudian pelibatan aktif masyarakat Tengger dalam pengelolaan konservasi dan pariwisata di Bromo. Serta fasilitasi program pemajuan kebudayaan Tengger oleh Kementerian dan dinas terkait.

Sembah Kasada Bromo 2025 akan menjadi momen budaya yang mengagumkan dan penuh makna. Ritual ini tidak hanya memperlihatkan kekayaan budaya suku Tengger, tetapi juga mengingatkan kita akan pentingnya menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta. Bagi para wisatawan, menyaksikan Upacara Kasada adalah pengalaman yang tak terlupakan dan sarat dengan pelajaran hidup.

Di waktu yang bersama Menteri Kebudayaan Fadli Zon dan Direktur Bina Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat Sjamsul Huda dikukuhkan sebagai warga warga kehormatan sesepuh Masyarakat Tengger kepada Menteri Kebudayaan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6