Momen Idul Adha, Puan Ajak Masyarakat Tumbuhkan Keikhlasan Berbagi dan Perkuat Empati Sosial

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Puan Maharani melaksanakan Salat Idul Adha 1446 Hijriah di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat.

Diperbarui 06 Juni 2025, 20:44 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Puan Maharani melaksanakan Salat Idul Adha 1446 Hijriah di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat. Dalam perayaan Idul Adha ini, Puan Maharani mengajak masyarakat untuk menumbuhkan semangat berbagi kepada sesama dan memperkuat solidaritas.

Mengenakan busana muslim berwarna putih dan kerudung senada, Puan tiba di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, sekitar pukul 06.20 WIB, Jumat (6/6/2025). Sebelum Salat Id dimulai, Puan sempat menunggu di ruang holding bersama Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah tokoh.

Saat Salat Id hendak dimulai, Puan kemudian menuju lokasi salat bersama-sama dengan Prabowo. Keluar dari lift, Puan lalu menuju ke shaf perempuan, sementara Prabowo ke shaf laki-laki.

Puan tampak khusyuk menjalankan Salat Id. Selain Prabowo, tampak sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju turut menunaikan salat Idul Adha di Masjid Istiqlal bersama ribuan jemaah lainnya.

Dalam suasana penuh kekhidmatan, Puan mengucapkan selamat Idul Adha kepada seluruh umat Muslim di Indonesia. Ia mengajak seluruh elemen bangsa menjadikan Idul Adha sebagai momentum memperkuat semangat berbagi, gotong royong, dan kepedulian sosial.

"Selamat Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah. Semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala menerima ibadah kita dan memberkahi bangsa Indonesia dengan persatuan, kemakmuran, dan kedamaian," kata Puan.

Perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu menekankan bahwa esensi berkurban bukan hanya pada penyembelihan hewan. Puan menyebut esensi berkurban dalam Idul Adha terletak pada nilai keikhlasan, solidaritas, dan keberpihakan kepada sesama.

"Idul Adha bukan hanya soal ritual ibadah kurban. Lebih dari itu, ini adalah refleksi tentang bagaimana kita harus berani berkorban demi kepentingan yang lebih besar, berbagi kepada sesama, menumbuhkan keikhlasan," ucap Puan.

Untuk itu, Puan mengajak seluruh masyarakat menjadikan Idul Adha sebagai momen reflektif untuk memperkuat rasa kemanusiaan dan solidaritas sosial.

"Idul Adha mengajarkan kita untuk peduli, khususnya bagi mereka yang hidup dalam keterbatasan. Bagi yang memiliki kelapangan rezeki, inilah saat yang tepat untuk berbagi dan memperkuat persaudaraan," tutur Puan.

"Idul Adha juga memberikan teladan tentang semangat gotong royong dan memperkuat empati sosial antar sesama," sambungnya.

 

Puan Ajak Berdayakan Peternak Lokal di Momen Idul Kurban

Dalam konteks penguatan ekonomi umat, Puan mendorong momentum kurban menjadi sarana untuk memberdayakan peternak lokal. Menurutnya, hal ini menjadi salah satu bentuk gotong royong sosial yang merupakan ciri atau kekhasan Bangsa Indonesia.

"Semoga kurban yang kita tunaikan tahun ini tidak hanya menjadi amal ibadah, tetapi juga menjadi kontribusi nyata dalam membangun ketahanan sosial dan ekonomi rakyat kecil," ungkap Puan.

Menurut mantan Menko PMK itu, semangat Idul Adha juga bisa menjadi energi kolektif bagi seluruh penyelenggara negara untuk selalu memperjuangkan kebutuhan rakyat. Khususnya, kata Puan Maharani, bagi mereka yang hidup dalam kesulitan dan keterbatasan.

"Pengorbanan sejati adalah ketika kita menempatkan rakyat di atas kepentingan pribadi dan golongan. Itulah hakikat kepemimpinan yang berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan," tegas cucu Bung Karno tersebut.

"Nilai-nilai Idul Adha menjadi pengingat bahwa kekuatan bangsa ini terletak pada solidaritasnya. Kita tidak bisa berjalan sendiri. Yang kuat bantu yang lemah, yang mampu berbagi dengan yang masih kurang. Itulah inti dari gotong royong," imbuh Puan.

Lebih lanjut, Puan menuturkan DPR RI sebagai lembaga perwakilan rakyat, berkomitmen terus memperjuangkan kebijakan yang berpihak kepada rakyat dan mengawasi setiap program Pemerintah agar benar dirasakan rakyat.

"Mari kita jadikan Idul Adha sebagai momentum untuk meneguhkan kembali komitmen kebangsaan: bahwa dalam setiap langkah dan keputusan, rakyat harus selalu menjadi yang utama," kata Puan.

 

Infografis

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

  • Puan Maharani merupakan anak ketiga Megawati atau anak pertama Megawati dari suaminya Taufiq Kiemas
    Puan Maharani merupakan anak ketiga Megawati atau anak pertama Megawati dari suaminya Taufiq Kiemas
    Puan Maharani
  • liputan6
    DPR adalah lembaga legislatif yang anggotanya terdiri dri anggota partai politik terpilih dari hasil pemilu.
    DPR
  • liputan6
    Idul Adha adalah salah satu perayaan besar umat Islam yang di dalamnya ada pelaksanaan ibadah haji dan pemotongan hewan kurban.
    Idul Adha
  • H. Prabowo Subianto Djojohadikusumo adalah seorang pengusaha, politisi, mantan perwira TNI Angkatan Darat dan presiden ke-8 RI.
    H. Prabowo Subianto Djojohadikusumo adalah seorang pengusaha, politisi, mantan perwira TNI Angkatan Darat dan presiden ke-8 RI.
    Prabowo Subianto
  • kurban