Zulhas Sebut Pemerintah Bakal Hadirkan Program Besar-besaran untuk Nelayan, Apa Saja?

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan menyebut bahwa pemerintah tengah menyiapkan program besar-besaran untuk nelayan.

OlehFachri
Diterbitkan 26 Mei 2025, 14:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Sebagai salah satu strategi dalam mewujudkan swasembada pangan, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan menyebut bahwa pemerintah tengah menyiapkan program besar-besaran untuk nelayan.

“Kita akan mengembangkan mengenai protein, ini mulai bergeser ke situ, karena karbohidrat (urusan beras) sudah (berhasil), ini programnya akan besar-besaran,” sebutnya.

Zulhas pun menyoroti, nilai tukar nelayan masih tergolong lebih rendah dibandingkan dengan nilai tukar petani. Untuk itu, program besar-besaran yang disebutnya akan menaikkan nilai tukar nelayan agar lebih sejahtera.

“Ini nelayan punya nilai tukar paling rendah, sekarang nilai pertanian naik sudah 120 karena harganya sudah bagus, harga gabah dari Rp4.500 jadi Rp6.500. Nah nelayan belum tersentuh, makanya akan kita buat besar-besaran, akan dibangun nanti,” ujarnya.

Zulhas juga mengungkapkan, beberapa program pemerintah untuk nelayan yang akan dimulai pada bulan Juli nanti, mulai dari budi daya, pembuatan koperasi nelayan, hingga kampung nelayan.

“Sekarang sudah mulai yang kita sebut dengan budi daya, budi daya akan dibangun di Jawa di tahun pertama 20 ribu hektare, bekas lahan udang yang tidak produktif akan diperbaiki untuk nanti budi daya," ungkapnya.

"Kemudian (ikan) tangkap juga diperluas. Yang ketiga akan bangun kampung nelayan, ada juga nanti koperasi desa nelayan, ada 10 ribu desa akan kita bangun,” imbuh Zulhas.

Kampung Nelayan Rampung Akhir Tahun

Zulhas mengatakan, target pembentukan koperasi nelayan akan selesai pada Oktober 2025, sementara kampung nelayan akan selesai pada akhir tahun.

“Koperasi desa merah putih, termasuk (koperasi) nelayan yang 10 ribu, kami akan kita selesaikan 12 Juli pembentukannya, 28 Oktober sudah jadi barangnya. Bayangkan waktunya pendek,” katanya.

“Ini juga kita diminta untuk membangun kampung nelayan dan koperasi desa nelayan itu selambat-lambatnya akhir tahun selesai,“ jelas Zulhas.

 

(*)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6