Gunung Api Wulanhada, Wisata Alam Inner Mongolia yang Dorong Revitalisasi Desa

Liputan6.com bersama 22 wartawan lainnya dari Asia-Pasifik berkesempatan mengunjungi gunung api Wulanhada dalam program China International Press Communication Center (CIPCC).

Diterbitkan 16 Mei 2025, 10:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Gunung api Wulanhada mungkin belum populer di kalangan masyarakat Indonesia. Gunung api Wulanhada, atau dikenal sebagai Wulanhada Volcano Geopark, adalah destinasi geowisata yang ada di wilayah Ulanqab, Mongolia Dalam, China.

Liputan6.com bersama 22 wartawan lainnya dari Asia-Pasifik berkesempatan mengunjungi gunung api Wulanhada dalam program China International Press Communication Center (CIPCC). Kunjungan kami ke Mongolia Dalam bertajuk 'Travelogue of China'.

Gunung api ini terletak sekitar 420 km dari ibu kota China, Beijing. Kawasan ini rupanya dijuluki sebagai 'museum gunung api alami' karena menyajikan lebih dari 30 kerucut vulkanik yang tersebar di padang rumput luas, membentuk lanskap unik yang jarang ditemukan di tempat lain.

Berbagai jenis gunung api di lokasi ini terbentuk dari letusan pada masa lampau. Dari 30 gunung api yang ada, ada beberapa di antaranya yang cukup populer dan dibuka untuk wisatawan.

"Saya ingin menyampaikan bahwa Gunung Berapi Wulanta memiliki sumber daya alam yang unik, dengan lebih dari 30 gunung berapi, dan 8 di antaranya memiliki karakteristik yang menonjol," kata Direktur Departemen Kebudayaan dan Pariwisata dari Chahar Right Wing Rear BannerCen Haixin di lokasi, Rabu, 14 Mei 2025.

Gunung api ini termasuk mudah untuk ditelusuri, keindahan alamnya juga dapat dinikmati dari dalam mobil atau bus. Udara yang sejuk pun cukup membuat pendakian menuju puncak salah satu gunung api menjadi lebih mudah.

Uniknya, gunung api di kawasan Wulanhada ini dijuluki dengan angka. Beberapa yang terkenal antaranya adalah gunung api nomor 3 (Bei Lian Dan Lu) dengan kawah bundar yang dalam dengan diameter sekitar 700 meter dan kedalaman sekitar 80 meter.

Lalu, ada gunung api nomor 5 yang merupakan salah satu gunung api yang paling utuh, hingga gunung api nomor 6 (South Alchemy Furnace) yang mempunyai lapisan batuannya yang terbuka mirip permukaan planet Mars.

Pada kunjungan ini, gunung api nomor 6 dan 3 menjadi destinasi utama Kami. Saat kunjungan, kawasan ini cenderung sepi pengunjung karena hanya terlihat beberapa rombongan wisatawan lokal yang sedang mengabadikan foto di kaki maupun puncak gunung api.

 

Ramai Dikunjungi saat Liburan Musim Panas

Menurut Cen, gunung api Wulanhada biasanya ramai pengunjung di musim libur dengan salah satu daya tarik utamanya adalah penyewaan kostum astronot yang dipakai berswafoto. "Khususnya saat liburan musim panas di bulan Juli dan Agustus," ujar Cen.

Cen mengatakan, wisatawan domestik memang masih mendominasi kunjungan ke gunung api Wulanhada. Angkanya mencapai 98 persen dari total pengunjung.

Terkait wisatawan internasional, Cen bilang hanya beberapa saja yang datang. Kendati tak dapat merinci, Cen menyebut umumnya mereka berasal dari negara-negara yang bisa bebas masuk ke China tanpa visa.

"Mereka berasal dari berbagai negara di dunia, walaupun datanya belum terlalu rinci. Tapi secara umum, wisatawan dari negara-negara yang mendapatkan bebas visa terus meningkat jumlahnya setiap tahun," jelas dia.

Oleh sebab itu, dalam konteks internasional, Cen menyampaikan pemerintah China berupaya untuk mempromosikan wisata gunung api Wulanhada ini ke seluruh dunia.

Meski begitu, Cen berujar, pendapatan tahunan yang diperoleh dari kunjungan wisatawan mencapai 3,7 miliar RMB atau setara dengan Rp8,479 triliun.

"Tahun ini, selama libur Hari Buruh (May Day), jumlah wisatawan mencapai 190.300 orang. Terjadi lonjakan wisatawan, terutama di kalangan paruh baya, dan jumlahnya terus meningkat. Pendapatan tahunan tahun lalu dari sektor konsumsi mencapai 3,7 miliar yuan," kata Cen.

Sedang Giat Memajukan Pariwisata

Dalam keterangan terpisah, Zhao Dan dari Perusahaan Investasi Pariwisata Chayouhouqi mengatakan, seluruh wilayah di Inner Mongolia tengah giat memajukan pariwisata menyeluruh dan pariwisata empat musim, hingga bisa mendorong revitalisasi pedesaan.

Zhao menerangkan, pemerintah tengah dalam upaya mengembangkan pariwisata dengan konsep 'satu inti, dua jalur, lima kota, dan satu kamp'.

Adapun satu inti merujuk pada Wisata Gunung Api Wulanhada, sedangkan dua jalur, lima kota, dan satu kamp merujuk pada dua jalur wisata yang dibangun di sisi timur dan barat kawasan inti gunung api.

"Di sepanjang jalur tersebut direncanakan dan dibangun lima kota tematik: homestay, keju, pemandian air panas, pengamatan bintang, dan salju-es, serta satu perkemahan kendaraan (campsite) berskala besar," ucap Zhao.

Total investasi yang dikucurkan untuk proyek ini disebut mencapai 550 juta RMB atau sekitar Rp1,21 triliun. Rencananya bakal dibangun infrastruktur perlindungan ekologi, pusat layanan wisata, jalur pejalan kaki, stasiun layanan, kamp pengamatan bintang, hingga area perkemahan RV.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6