Pramono Anung Janji Rapikan Pemukiman Kumuh di Jakarta Tanpa Menggusur

Prabowo berjanji, tidak akan menjalankan kebijakan menggusur kepada warga yang tinggal di permukiman kumuh. Sebab lokasi tempat tinggal warga terhubung erat dengan tempat bekerja.

Diterbitkan 15 Mei 2025, 15:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur Jakarta Pramono Anung menyambangi salah satu lokasi permukiman kumuh di Jakarta Pusat, tepatnya di Menteng Tenggulun. Dengan berjalan kaki, dirinya menelusuri gang demi gang yang tidak dapat dilalui kendaraan roda empat.

Ia berjanji, tidak akan menjalankan kebijakan menggusur kepada warga yang tinggal di permukiman kumuh. Sebab lokasi tempat tinggal warga terhubung erat dengan tempat bekerja.

“Saya minta yang seperti ini dirapikan, tidak digusur. Karena apapun itu kan mata pencariannya yang bersangkutan,” kata Pramono di lokasi, Kamis (15/4/2025).

Pramono menjelaskan, hal yang ingin diperbaiki dari permukiman kumuh di Jakarta adalah persoalan sanitasi.

“Perbaikan yang dilakukan saluran air, sanitasi komunalnya dibuat, MCK komunalnya dibuat, dan yang paling penting juga mereka agar merasa nyaman dan aman,” tutur Pramono.

Selain soal sanitasi, Pramono juga mendapat permintaan khusus dari warga untuk merenovasi balai RW dan membangun Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA).

Janji Perbaiki Permukiman Kumuh

Dia berharap, nantinya tempat publik tersebut bisa digunakan untuk kepentingan warga sebaik-baiknya. “Jadi tanahnya nanti milik warga dan bangunannya akan menjadi bangunan yang dibuatkan oleh pemerintah Jakarta. Nanti ini merupakan tempat untuk bisa digunakan sepenuhnya oleh warga yang ada,” harap Pramono.

Pramono berjanji, akan memperbaiki kawasan permukiman kumuh di Jakarta secara bertahap. Total, ada 55 RW yang akan diprioritaskan untuk dirapikan. Kemudian dalam waktu dekat, dirinya juga akan memasang CCTV agar memberi kenyamanan dan keamanan bagi warga.

“Kenapa kemudian kita adakan untuk itu (CCTV)? supaya warga itu merasa lebih aman, lebih nyaman. Kalau ada bullying, ada hal lain, dan mohon maaf banget, kalau ada tindakan dari siapa pun warga dari luar yang ingin menawarkan narkoba dan sebagainya, akan terdeteksi dengan sangat baik,” Pramono menandasi.

Sebagai informasi data BPS tahun 2017, ada 445 RW kumuh. Selanjutnya, pada tahun anggaran 2025 sebanyak 55 RW menjadi prioritas Pemerintah Provinsi Jakarta untuk dirapikan secara bertahap. Salah satunya, Menteng Tenggulun.

Pramono Sebut Masalah Ekonomi Jadi Penyebab Tawuran di Jakarta

Sebelumnya, Gubernur Jakarta Pramono Anung mengaku sudah mempelajari substansi dari seringnya tawuran di Jakarta. Menurut dia, salah satu masalahnya dikarenakan faktor ekonomi. 

Pramono mengamati, mereka yang terlibat umumnya tidak memiliki pekerjaan tetap. Selain itu, faktor tempat tinggal yang tidak memiliki fasilitas umum turut ambil bagian dari maraknya insiden tawuran.

"Secara substansi, karena saya sudah mempelajari, salah satu faktor adalah ketidakberuntungan banyak anak-anak di sana mohon maaf belum punya pekerjaan tetap," ungkap Pramono.

"Kemudian ada sarana olahraga dan sarana-sarana lain yang tidak termanfaatkan secara baik," imbuhnya.

Sebagai gubernur Jakarta, Pramono berjanji akan bertanggung jawab untuk memperbaiki permasalahan warga kotanya yang kerap tawuran.

"Pokoknya sebagai gubernur Jakarta, saya nggak mau ngomongin tempat lain. Tetapi saya bertanggung jawab terhadap warga Jakarta untuk memperbaiki itu," janji dia.

Pendekatan Khusus

Sementara itu, sambung Pramono, salah satu cara yang akan ditempuh adalah membuat pendekatan khusus melalui kultural dan sisi keagamaanya. Dia berharap dengan dua langkah itu, maka para pelaku tawuran bisa berperilaku lebih baik.

"Sehingga dengan demikian ada pedekatan kultural, keagamaan, orang dihargai," Pramono menandasi.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6