Libatkan 223 Siswa, Politikus NasDem Sebut Keracunan MBG di Bogor yang Paling Parah

Ratusan siswa mengalami keracunan diduga setelah mengonsumsi menu MBG di Kota Bogor, Jawa Barat, bertambah. Terbaru, total sebanyak 223 siswa TK hingga SMA tercatat mengalami keracunan.

Diperbarui 14 Mei 2025, 11:54 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR Fraksi NasDem Irma Suryani Chaniago menyoroti insiden ratusan siswa di Bogor, Jawa Barat yang keracunan usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Menurut Irma, kasus keracunan kali ini adalah yang terparah. “Kami menyampaikan rasa keprihatinan mendalam dan mendoakan agar anak-anak didik segera sehat dan pulih kembali. Kedua, kasus ini adalah yang paling parah dari semua kasus yang terjadi," kata Irma kepada wartawan, Selasa (13/5/2025).

Irma meminta BGN memutus kontrak dengan yayasan yang bertanggungjawab di sana.

"Kami minta BGN segera mengganti vendor yang bersangkutan atau memutus kontrak dan kalau perlu minta pertanggungjawaban mereka," ujar dia.

Politikus NasDem itu meminta kinerja pegawai SPPG Bina Insani juga dievaluasi sebab sudah bekerja tidak benar.

"Ketiga, memutus kontrak kerja dengan tiga pegawai BGN di SPPG dimaksud, chef, serta ahli gizi dan kontrol. Karena mereka tidak bekerja dengan benar dan itu menjadi tanggung jawab mereka," pungkasnya.

Sebelumnya, ratusan siswa mengalami keracunan diduga setelah mengonsumsi menu MBG di Kota Bogor, Jawa Barat, bertambah. Terbaru, total sebanyak 223 siswa TK hingga SMA tercatat mengalami keracunan.

"Korban yang terdata hari ini sebanyak 9 orang, sehingga total korban menjadi 223 orang," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Sri Nowo Retno, Selasa (13/5/2025).

BGN Nonaktifkan Dapur Makan Bergizi Gratis di Bogor Pasca Kasus Keracunan

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengatakan pihaknya telah menonaktifkan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), usai 214 siswa di Bogor mengalami keracunan.

Dia memastikan BGN melakukan evaluasi mendasar agar kejadian tersebut tak terulang kembali.

"BGN melakukan evaluasi mendasar. Sementara (dapur MBG di Bogor) non aktif," jelas Dadan kepada Liputan6.com, Selasa (13/5/2025).

Senada, Deputi Bidang Sistem Tata Kelola BGN Tigor Pangaribuan menegaskan, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tersebut dinonaktifkan sementara sembari menunggu hasil evaluasi.

"SPPG dinonaktifkan sementara sambil menunggu evaluasi mendasar dan menyeluruh di SPPG tersebut," ungkap dia.

Sebelumnya, keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa ratusan siswa di Kota Bogor disebabkan bakteri Salmonella Typhosa dan E Coll.

Hal tersebut berdasarkan pemeriksaan Labkesda Kota Bogor terhadap sampel sisa makanan mulai dari nasi, tumis toge dan tahu serta telur ceplok saus barbeque.

"Tadi pagi pemeriksaan sampel dari Labkesda Kota Bogor keluar. Hasilnya ada kandungan bakteri E Coli dari sampel telur ceplok saus barbeque. Untuk bakteri Salmonella ada di tumis toge dan tahu," terang Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim, Senin (12/5/2025).

Hingga saat ini, pihaknya masih menunggu hasil sampel lainnya seperti air minum dan muntahan siswa yang kena gejala keracunan MBG dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Bosowa Bina Insani.

"Untuk pemeriksaan sampel lainnya seperti air minum dan muntahan dari tubuh siswa, hasilnya baru keluar sore ini.

Berdasarkan kesimpulan sementara bahwa telah terjadi pendistribusian makanan yang mengandung bakteri E Coli dan Salmonella oleh SPPG tersebut.

Memperketat SOP

Untuk ia meminta Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memperketat standar operasional prosedur (SOP) dan pengawasan terhadap penyediaan MBG di setiap SPPG. Hal ini agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

"Jangan kemudian dianggap sepel. Ini betul-betul sesuatu kejadian serius, karena menyangkut anak-anak," ujar Dedie.

Sementara itu, jumlah korban keracunan MBG terus bertambah, yang kini mencapai 213 siswa. Dari jumlah tersebut 12 orang diantaranya masih menjalani perawatan di rumah sakit.

"Tapi kondisi pasien berangsur membaik. Memang mereka masih mengeluh lemas, mual, dan pusing," kata dia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6