TNI AL Jelaskan Eks Marinir Gabung Militer Rusia, Dipecat karena Desersi

TNI AL menyebut yang bersangkutan dinyatakan desersi atau meninggalkan dinas militer tanpa alasan yang jelas dan tidak kembali ke kesatuannya, terhitung sejak 13 Juni 2022 sampai dengan sekarang.

Diperbarui 11 Mei 2025, 16:52 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Viral di sosial media sosok Serda Satria Arta Kumbara yang bergabung dengan militer Rusia, usai tidak lagi menjadi bagian di satuan Marinir TNI AL. Kadispenal Laksamana Pertama TNI I Made Wira Hady mengulas sanksi pemecatan yang telah dijatuhkan terhadapnya.

“Personel tersebut pecatan atau BTDH dari Marinir,” tutur Wira saat dikonfirmasi, Minggu (11/5/2025).

Wira mengatakan, Serda Satria Arta Kumbara dengan NRP 111026 merupakan anggota Inspektorat Korps Marinir (Itkormar). Dia dinyatakan desersi atau meninggalkan dinas militer tanpa alasan yang jelas dan tidak kembali ke kesatuannya, terhitung sejak 13 Juni 2022 sampai dengan sekarang.

“Putusan In Absensia Dilmil II-08 Jakarta, yang bersangkutan pidana penjara satu tahun dan tambahan pidana dipecat,” jelas dia.

Adapun pemecatan dan hukuman penjara itu berdasarkan Putusan Perkara Nomor: 56-K/PM.II-08/AL/IV/2023 tanggal 6 April 2023.

“Dan Akte Berkekuatan Hukum Tetap Nomor: AMKHT/56-K/PM.II-08/AL/IV/2023 tanggal 17 April 2023,” Wira menandaskan.

Puspom TNI Bakal Razia Ponsel Prajurit Militer

Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) TNI Mayjen Yusri Nuryanto mewanti, saat ini ancaman kepada para anggotanya terbilang masif. Tak hanya berhadapan dengan kejahatan yang nampak, melainkan juga dunia maya seperti judi online alias judol.

"Jadi sekarang terutama terkait dengan judol ya. Dimana judol ini sudah cukup masif di masyarakat maupun di TNI sendiri. Tapi di TNI sendiri sudah kita tindak lanjuti. Dalam arti pelaku-pelaku judol sudah kita berikan sanksi," kata Yusri usai rapat koordinasi teknis Puspom TNI di Kompleks Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (7/5/2025).

Yusri juga menambahkan, ancaman lain di dunia maya yang sering ditemui adalah penyalahgunaan aplikasi kencan sebagai medium prostitusi.

"Dimana gadget itu sering disana kan banyak aplikasi-aplikasi seperti michat ya kan itu akan mudah (disalahgunakan). Sehingga ke depan kita akan senantiasa memberikan semacam pengarahan," janji Yusri.

Yusri pun menegaskan ke depan Puspom TNI juga akan melakukan razia gadget milik anggota militer. Tujuannya, agar ponsel mereka bersih dari ancaman kejahatan digital.

"Bagaimana pun prajurit ini adalah tetap manusia ya. Dimana dengan generasi sekarang ini mereka lebih cenderung aktif dengan gadget-nya ya. Kita memberikan semacam razia, razia gadget ini. Untuk melihat apakah di dalamnya ada aplikasi-aplikasi yang tidak seharusnya ada di gadget," tegas Yusri. 

Infografis

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6