Wamendagri Sebut Tanggal Retret Kepala Daerah Sesi Kedua Belum Diputuskan

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya menyatakan, pemerintah belum menentukan jadwal pelaksanaan retret kepala daerah sesi kedua.

Diterbitkan 05 Mei 2025, 16:48 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya menyatakan, pemerintah belum menentukan jadwal pelaksanaan retret kepala daerah sesi kedua.

"Waktunya kami masih menyesuaikan karena kita ingin selaraskan juga dengan agenda-agenda para kepala daerah," kata dia di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (5/5/2025).

Bima menyebut, pihaknya juga sedang menyesuaikan agenda Presiden RI Prabowo Subianto.

"Kami berharap tentunya Presiden juga berkenan untuk hadir. Jadi ini tinggal menentukan waktunya saja, tapi konsepnya sudah selesai," ungkap dia.

Bima memastikan, jadwal retret kepala daerah sesi kedua belum muncul bukan karena menunggu hasil Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada 2024.

"Kalaupun kemudian perintahnya minggu depan, minggu depan juga siap, semuanya sudah siap kok. Tinggal masih membicarakan waktunya," pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan, pihaknya tengah menyusun skenario retret kepala daerah gelombang kedua. Hal itu menyusul pelantikan kepala daerah yang baru dilakukan usai sengketa Pilkada 2025 atau pun Pemungutan Suara Ulang (PSU).

“Nanti ini akan ditambah yang dua ini, jadi sudah kita buat skenario nanti kita tambah yang dua ini,” tutur Mendagri di Istana Negara, Jakarta, Kamis (17/4/2025).

Dua yang dimaksud Tito merujuk pada Gubernur-Wakil Gubernur Papua Pegunungan Jhon Tabo dan Ones  Pahabol, serta Gubernur-Wakil Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani dan Hellyana yang baru saja dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara.

Namun begitu, dia belum membeberkan skenario retret kepala daerah gelombang kedua yang dimaksud tersebut. Termasuk soal lokasi dan jumlah peserta nantinya.

"Nanti akan ada beberapa skenario," ujar Tito. 

Buka Opsi Retret Digelar di Luar Akmil Magelang

Sebelumnya, Wamendagri Bima Arya membuka opsi retret kepala daerah gelombang kedua digelar di tempat lain. Sebab, kata dia, jumlah kepala daerah yang mengikuti retret gelombang kedua tak sebanyak gelombang pertama.

"Oh ya ini segera. Begitu masuk ini harus secepatnya karena memang setelah lebaran. Lokasinya bisa di Magelang atau bisa di tempat lain. Ada opsi tempat-tempat lain. Tapi tentunya karena pesertanya tidak sebanyak angkatan pertama," ujar Bima Arya kepada wartawan, Rabu (2/4/2025).

Menurut dia, konsep retret kepala daerahgelombang kedua akan menyesuaikan sesuai jumlah peserta. Bima Arya menekankan retret tetap dilakukan untuk menyamakan frekuensi program prioritas pemerintah pusat.

"Konsepnya pun menyesuaikan. Tapi kita ingin tetap pembakalan itu sesegera mungkin. Karena perlu teman-teman yang belum dapat pembakalan ini juga menyamakan frekuensi tentang program-program prioritas pemerintah," kata Bima Arya.

Akan Ada Retret Gelombang Ketiga

Adapun peserta retret gelombang kedua merupakan kepala daerah yang masih memiliki gugatan di Mahkamah Konstitusi (MK) saat retret gelombang pertama dilaksanakan pada Februari 2025.

Bima menuturkan, akan ada retret gelombang ketiga untuk kepala daerah yang menunggu hasil pemungutan suara ulang (PSU).

"Oh iya nanti. Setelah PSU ada (retret) lagi. Tapi kan itu di ujung karena waktunya belum pasti. Kita tuntaskan dulu yang sudah pasti selesai," jelas Bima Arya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6