Ibas Ajak Malaysia Kolaborasi Pengembangan AI dan Dunia Digital untuk Anak Muda

Digitalisasi dapat membuka lapangan kerja bagi generasi muda, sekaligus mendorong investasi dan efisiensi lintas sektor di kedua negara, Indonesia-Malaysia.

Diperbarui 02 Mei 2025, 13:49 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Ketua MPR RI Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) mendorong kolaborasi Indonesia-Malaysia dalam menghadapi perkembangan digital. Mencontoh langkah Malaysia yang telah mendirikan kantor AI, Ibas menyarankan Indonesia sebaiknya juga membentuk institusi serupa demi mendukung transformasi digital yang berkelanjutan.

“Kami tahu Malaysia menangani dengan cukup baik. Anda baru saja memiliki kantor AI, kami yakini kantor (agency) AI juga diperlukan dan itu bisa untuk mulai mengajarkan generasi muda tentang bagaimana mereka bisa mendapatkan lebih banyak pendidikan tentang komputasi, programing, AI dan lain sebagainya,” kata Ibas saat bertemu Menteri Digital Malaysia, Gobind Singh Deo di kantornya, dalam keterangan diterima, Jumat (2/5/2025).

Ibas meyakini, dengan upaya tersebut kesenjangan pengetahuan di masa depan dapat diatasi. Caranya dengan mempersiapkan talenta talenta muda dan bersiap menghadapi persaingan sekaligus perkembangan pesat dunia teknologi ini.

Ibas turut mencontohkan, bagaimana digitalisasi mengubah cara kerja dunia. Seperti di China padacsektor manufaktur yang memiliki pabrik hitam (black factory) dengan banyak mesin di tanpa awak bekerja dalam sunyi dan produktif.

"Pengembangan mesin digital adalah campuran kombinasi yang harus kita tingkatkan di masa depan juga," ajak Ibas.

 

Digitalisasi Membuka Peluang Lapangan Kerja

Ibas melihat, kecerdasan buatan atau AI menjadi hal yang semakin sering dijumpai. Karenanya, pemerataan infrastruktur digital menjadi jawaban demi masa depan yang inklusif dan berdaya saing.

"Digitalisasi dapat membuka lapangan kerja bagi generasi muda, sekaligus mendorong investasi dan efisiensi lintas sektor di kedua negara, Indonesia-Malaysia," yakin Ibas

Ibas pun mengajak pentingnya sinergi antar negara dalam menghadapi tantangan era digital, termasuk isu kedaulatan digital, tata kelola dan perlindungan data, serta penguatan keamanan siber.

“Kami berkomitmen meningkatkan sistem keamanan siber dan bagaimana mengatasi mis-informasi yang menyebar ke seluruh negeri dengan benar. Tentu saja kita juga membutuhkan kelengkapan infrastruktur untuk atasi kesenjangan akses antar wilayah tersebut,” Ibas menandasi.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6