Ini Respons Panglima TNI soal Rombongan Komnas HAM Papua Ditembaki KKB

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menekankan pentingnya kolaborasi antar kementerian dan lembaga untuk mengatasi masalah kompleks di Papua, termasuk merespons insiden penembakan terhadap Kepala Komnas HAM Perwakilan Papua.

Diterbitkan 30 April 2025, 20:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Ketua Komnas HAM Papua, Frits Ramandey, menceritakan pengalaman mencekam saat rombongannya bersama Satgas AB Moskona 2025 mendapat tembakan dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Adapun, insiden itu terjadi saat mereka tengah mencari Kasat Reskrim Polres Teluk Bintuni, Iptu Tomi Marbun, yang dilaporkan hilang sejak 18 Desember 2024.

Menanggapi insiden penembakan tersebut, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menekankan bahwa penyelesaian persoalan Papua memerlukan kolaborasi lintas kementerian dan lembaga.

"Ya, makanya ya, di Papua itu bukan hanya tugas TNI, harus berkolaborasi," kata dia di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (30/4/2025).

Agus pun mengungkapkan, telah melakukan kesepakatan dengan sejumlah kementerian. Hal itu dilakukan untuk mengatasi masalah-masalah yang ada di daerah-daerah terpencil agar kesulitan masyarakat teratasi.

"Saya sudah membuat MoU dengan beberapa kementerian, dengan Kementerian Transmigrasi, Kementerian PU, Kementerian Kesehatan, harus sama-sama membangun daerah-daerah terpencil itu agar kesulitan masyarakat itu bisa segera teratasi,"  ungkap dia.

Sebelumnya, Ketua Komnas HAM Papua Frits Ramandey menceritakan momen mencekam ditembaki Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) saat ikut bareng Satgas AB Moskona 2025 untuk mencari keberadaan Kasat Reskrim Polres Teluk Bintuni Iptu Tomi Marbun yang hilang sejak 18 Desember 2024.

Dalam operasi ini, Polri melibatkan berbagai unsur, termasuk Basarnas, TNI, Komnas HAM, tokoh masyarakat, dan tokoh agama.

Kesaksian Ketua Komnas HAM Papua Diberondong Tembakan KKB

Komnas HAM Papua pada mulanya mengikuti upaya pencarian Iptu Tomi Marbun bersama tim dari Mabes Polri dan Polda Papua Barat. Komnas HAM turut terlibat dalam upaya pencarian itu untuk memastikan upaya pencarian berlangsung sesuai standar hak asasi.

"Komnas HAM punya kepentingan untuk hadir agar kami memastikan bahwa proses pencarian itu memenuhi standar dalam rangka memberikan kepastian tentang hilangnya Tomi Marbun," kata Frits sebagaimana dikutip Antara, Selasa (29/4).

Frits beserta rombongan sudah berada di lokasi sejak Jumat (25/4). Tim melakukan rekonstruksi dan olah tempat kejadian perkara (TKP) hingga Sabtu (26/4).

Lalu, pada Minggu (27/4) pagi, Frits bersama empat anggota polisi lainnya turun ke bibir sungai untuk melakukan mandi, cuci, kakus (MCK) karena hendak beribadah. Namun, tiba-tiba tembakan datang ke arah mereka.

“Ketika kami turun pukul 06.00 lewat (waktu Indonesia timur), kami MCK sampai pukul 07.10, kemudian kami diberondong oleh kelompok sipil bersenjata,” tutur Frits.

Upaya Selamatkan Diri

Frits bersama empat anggota polisi yang tidak membawa senjata itu langsung refleks mendengar tembakan tersebut. Mereka berlindung, merayap, dan menyelamatkan diri dengan lari ke arah hutan.

“Begitu tembakan pertama, tembakan kedua, langsung Brimob itu melakukan tembakan balasan untuk memberikan perlindungan karena di lokasi yang jaraknya hampir 150 meter, Kapolda Papua Irjen Pol. Jhonny Edison Isir juga ada di lokasi,” imbuh dia.

Menurut Frits, tidak ada korban tewas dalam insiden tersebut. Namun, dia mengalami luka-luka pada bagian lutut, kaki, dan tangan akibat terjatuh saat menyelamatkan diri.

“Puji Tuhan, kami, saya terutama sudah dievakuasi ke Mayado dan sudah mendapat tindakan pengobatan dari dokter; dan syukur yang lain juga sudah dievakuasi kemarin dan hari ini,” kata dia.

Rombongan Ketua Komnas HAM Papua Frits Ramandey kemudian dievakuasi tim Satgas AB Moskona 2025 dari lokasi kejadian. Lalu, diterbangkan menggunakan helikopter menuju pos komando taktis (Poskotis) Meyado untuk mendapatkan pengamanan lebih lanjut.

"Alhamdulillah, atas kejadian tersebut tidak ada korban jiwa maupun luka-luka di pihak tim pencarian maupun rombongan yang diserang,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko saat dihubungi di Jakarta, Senin (28/4).

 

 

Reporter: Genantan Saputra/Merdeka.com

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6