Kardinal Ignatius Suharyo Akan Ikut Konklaf Pemilihan Paus Baru di Vatikan

Dari Indonesia, Kardinal Ignatius Suharyo akan turut serta dalam prosesi konklaf pemilihan Paus baru.

Diperbarui 22 April 2025, 13:13 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Setelah berpulangnya Paus Fransiskus pada 21 April 2025, perhatian dunia Katolik kini tertuju ke Roma. Dalam waktu 15 hingga 20 hari mendatang, Vatikan akan menggelar konklaf, proses sakral dan tertutup untuk memilih pemimpin tertinggi Gereja Katolik selanjutnya.

Dari Indonesia, Kardinal Ignatius Suharyo akan turut serta dalam prosesi konklaf pemilihan Paus baru.

Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) periode 2022-2025, Uskup Antonius Subianto Bunjamin, mengungkapkan bahwa Kardinal Suharyo, yang kini berusia 74 tahun, termasuk dalam daftar 120 kardinal yang memiliki hak memilih dan dipilih dalam konklaf.

“Kardinal Ignacio Suharyo itu tahun ini berusia 74 tahun, jadi beliau adalah salah satu yang berhak untuk memilih dan dipilih menjadi Paus,” ujar Uskup Subianto.

Menurutnya, total ada sekitar 200 kardinal di seluruh dunia, namun hanya 120 orang berusia di bawah 80 tahun yang boleh ambil bagian dalam konklaf. Proses ini merupakan tradisi penting yang digelar secara rahasia di Kapel Sistina, Vatikan, dengan penjagaan ketat.

Uskup Antonius juga mengisyaratkan bahwa dirinya akan turut berangkat ke Roma bersama Kardinal Suharyo untuk mendampingi sekaligus mewakili Indonesia dalam proses transisi kepausan ini.

“Saya merencanakan akan berangkat bersama Bapak Kardinal, dan tadi juga sudah komunikasi dengan Duta Besar Vatikan,” katanya.

Makna Simbolis

Tak hanya memiliki peran strategis, kehadiran Kardinal Suharyo dalam konklaf kali ini juga memiliki nilai simbolis. Sebab, Indonesia masih hangat mengenang kunjungan terakhir Paus Fransiskus ke Jakarta tahun lalu sebuah momen bersejarah yang diwarnai semangat perdamaian antarumat beragama.

“Waktu Paus pulang ke Roma, beliau cerita, dari empat negara yang ia kunjungi, yang paling berkesan adalah Indonesia,” kenang Uskup.

Paus Fransiskus bahkan sempat menyampaikan dalam audiensi umum di Vatikan bahwa ia merasa sangat bahagia saat berada di Indonesia. Ia menyoroti kehidupan beragama di negeri ini sebagai teladan dunia, di mana umat Katolik bisa beribadah dengan damai di tengah masyarakat mayoritas Muslim.

“Itu menjadi kesaksian luar biasa bagi dunia, bahwa Indonesia adalah contoh nyata kerukunan,” tambah Uskup.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6