Liputan6.com, Jakarta - Lebaran Ketupat atau biasa disebut juga Kupatan merupakan perayaan tahunan yang jatuh pada tanggal 8 Syawal, sepekan setelah Hari Raya Idul Fitri. Perayaan yang kerap dirayakan di Jawa dan beberapa daerah lainnya di Indonesia ini merupakan tradisi yang kaya akan makna spiritual, sosial, dan kultural, melampaui sekadar tradisi makan-makan.
Tradisi lebaran ketupat ini dipercaya diperkenalkan oleh Sunan Kalijaga, sebagai bagian dari strategi dalam menyebarkan ajaran Islam di tanah Jawa dengan cara yang bijaksana, menggabungkan unsur-unsur budaya lokal.
Perayaan ini menekankan pada kebersamaan, silaturahmi, dan refleksi diri. Perayaan ini berbeda dengan Idul Fitri yang lebih fokus pada ibadah dan pengungkapan rasa syukur pasca-puasa Ramadhan.
Advertisement
Dari menganyam janur hingga memasak beras di dalamnya, proses pembuatan ketupat sendiri sarat makna. Ketupat, dengan bentuknya yang unik, menjadi simbol perayaan ini dan telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari budaya Indonesia.
Mari kita telusuri lebih dalam makna, tradisi, dan sejarah perayaan Lebaran Ketupat yang penuh dengan nilai-nilai luhur ini.
Makna Filosofis Lebaran Ketupat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4799070/original/025259400_1712657617-20240409-Penjualan_Kulit_Ketupat_Lebaran-ANG_1.jpg)
Kata 'kupat' dalam bahasa Jawa, dipercaya merupakan akronim dari 'ngaku lepat' (mengakui kesalahan) dan 'laku papat' (empat tindakan: lebaran, luberan, leburan, dan laburan). Ini melambangkan refleksi diri, penyucian jiwa, dan permohonan maaf atas segala kesalahan yang telah diperbuat selama setahun terakhir, khususnya selama bulan Ramadhan.
Makna spiritual ini menjadi inti dari perayaan Lebaran Ketupat. Bukan hanya sekadar makan ketupat, tetapi juga menjadi momentum untuk memperbaiki diri dan memperkuat ikatan silaturahmi. Tradisi ini mengajarkan pentingnya introspeksi dan permohonan maaf sebagai bagian dari proses penyucian diri setelah bulan suci Ramadhan.
Dengan demikian, Lebaran Ketupat menjadi perayaan yang sarat makna, menggabungkan unsur spiritualitas Islam dengan kearifan lokal Jawa. Perayaan ini menekankan pentingnya refleksi diri, permohonan maaf, dan mempererat tali persaudaraan.
Advertisement
Tradisi Lebaran Ketupat di Berbagai Daerah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5177461/original/058517200_1743178134-WhatsApp_Image_2025-03-28_at_22.31.56.jpeg)
Di Jawa Tengah dan Jawa Timur, perayaan Lebaran Ketupat ditandai dengan pembuatan ketupat dalam jumlah besar. Masyarakat saling berbagi ketupat dengan keluarga dan tetangga, serta mengadakan acara selamatan dan doa bersama di rumah-rumah atau masjid.
Di Lombok, masyarakat Sasak merayakannya sebagai Lebaran Topat, dengan tradisi unik berupa ziarah kubur dan festival ketupat. Acara ini diramaikan dengan berbagai permainan tradisional dan pertunjukan seni, menambah semarak perayaan tersebut.
Sementara itu, di Jakarta dan sekitarnya, Lebaran Ketupat atau Kupatan dirayakan dengan berkumpul bersama keluarga besar sambil menikmati hidangan ketupat sayur khas Betawi. Ini menunjukkan betapa beragamnya tradisi Lebaran Ketupat di berbagai daerah di Indonesia.
Sejarah dan Perkembangan Lebaran Ketupat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5153561/original/077128200_1741323622-1741319860134_kata-kata-ketupat-lebaran.jpg)
Sejarah Lebaran Ketupat berakar pada masa penyebaran Islam di Jawa, dengan Sunan Kalijaga sebagai tokoh kunci dalam akulturasi budaya Jawa dan ajaran Islam. Beliau mempopulerkan istilah 'Bakda Lebaran' dan 'Bakda Kupat', menandai dua periode perayaan penting setelah Idul Fitri.
Lebaran Ketupat, yang juga dikenal sebagai Riyoyo Kupat atau Kupatan, merupakan syiar Islam yang berakulturasi dengan budaya lokal. Perayaan ini menekankan kebersamaan dan rasa syukur, berbeda dengan Idul Fitri yang lebih fokus pada ibadah.
Meskipun modernisasi terus berkembang, Lebaran Ketupat tetap relevan dan bahkan menjadi daya tarik wisata budaya. Tradisi ini menunjukkan kekayaan budaya Indonesia dan betapa harmonisnya perpaduan antara ajaran Islam dan budaya lokal.
Dari tradisi sederhana, Lebaran Ketupat berkembang menjadi momentum penting yang dinantikan setiap tahunnya. Perayaan ini bukan hanya tentang menyajikan hidangan ketupat, tetapi juga memiliki makna spiritual dan sosial yang dalam bagi masyarakat Indonesia.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3444744/original/071507800_1619802041-Infografis_Tren_Hantaran_Lebaran_Kekinian.jpg)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710243/original/038928400_1782790135-IMG_3966.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715404/original/084148600_1782803575-Cek_fakta_bsu_25_juta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8714532/original/000144500_1782797436-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-30T122233.633.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7675056/original/096398500_1780469939-1000436835.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/382/original/044345500_1752764396-WhatsApp_Image_2025-07-17_at_21.54.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5178346/original/083881000_1743313781-20250330-Penjualan_Ketupat-MER_6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715315/original/077601700_1782799662-Netherlands__Jan_Paul_van_Hecke.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8714917/original/028527700_1782798194-Brazil_s_Gabriel_Martinelli.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625301/original/096522400_1782619158-000_B8K37NR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8713141/original/058795600_1782795003-Germany_players_are_dejected.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513256/original/026711200_1782437004-AP26176799194484.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710893/original/011996500_1782791219-WhatsApp_Image_2026-06-30_at_10.43.26__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8709002/original/001727100_1782787701-000_B8QH9N2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711341/original/045734100_1782792164-IMG-20260630-WA0021.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263744/original/028849200_1781996788-AP26171656106233.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8309790/original/022314100_1782176318-000_B7XQ8ZR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8703035/original/020989500_1782776197-IMG-20260630-WA0006.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7814803/original/065180300_1780632434-raul-jimenez-meksiko-1.jpg)