Liputan6.com, Jakarta - Tanggal 8 Maret setiap tahunnya menyimpan makna penting, baik di kancah internasional maupun nasional Indonesia. Hari ini bukan hanya menjadi satu hari, melainkan perpaduan peringatan Hari Perempuan Internasional dan peristiwa bersejarah penyerahan Hindia Belanda kepada Jepang di Kalijati, Subang, Jawa Barat pada tahun 1942. Peristiwa ini menjadi pengingat akan perjuangan panjang perempuan untuk kesetaraan dan momen krusial dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Di tingkat internasional, tanggal 8 Maret dikenal sebagai Hari Perempuan Internasional (International Women's Day - IWD). Peringatan ini bertujuan untuk merayakan pencapaian perempuan dan memperjuangkan kesetaraan gender serta hak-hak perempuan di seluruh dunia.Â
Tema IWD 2025, 'Untuk Semua Perempuan dan Anak Perempuan: Hak, Kesetaraan, Pemberdayaan', menunjukkan komitmen global untuk memastikan hak-hak perempuan terpenuhi tanpa terkecuali. Peringatan ini juga menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran akan isu-isu penting seperti kekerasan terhadap perempuan dan pemberdayaan ekonomi perempuan.
Advertisement
Sejarah Hari Perempuan Internasional sendiri dapat ditelusuri hingga awal abad ke-20, ditandai dengan berbagai demonstrasi dan aksi perempuan yang memperjuangkan hak-hak mereka. Meskipun secara resmi diakui oleh PBB pada tahun 1975, semangat perjuangan tersebut terus berlanjut hingga kini. Di Indonesia, peringatan ini tak hanya sekedar seremonial, tetapi juga menjadi pengingat akan perjuangan panjang perempuan Indonesia dalam berbagai bidang kehidupan.
Hari Perempuan Internasional: Perjuangan Tanpa Henti
Hari Perempuan Internasional 2025 kembali menjadi momentum penting untuk merefleksikan perjuangan panjang perempuan dalam meraih kesetaraan dan pemberdayaan. Tema 'Untuk Semua Perempuan dan Anak Perempuan: Hak, Kesetaraan, Pemberdayaan' yang diusung PBB menjadi fokus utama peringatan tahun ini. Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, dengan tegas menyatakan, "Hak-hak perempuan adalah hak asasi manusia." Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan untuk kemajuan seluruh masyarakat.
Berbagai kegiatan dan acara diselenggarakan di seluruh dunia untuk memperingati Hari Perempuan Internasional 2025. Dari demonstrasi yang menunjukkan solidaritas dan tuntutan, hingga seminar dan diskusi yang mendalam, semua bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan memperjuangkan hak-hak perempuan. Kampanye media sosial juga gencar dilakukan untuk menjangkau khalayak yang lebih luas dan menyebarkan pesan kesetaraan gender.
Peringatan ini bukan hanya seremonial belaka, tetapi juga sebuah panggilan untuk terus memperjuangkan hak-hak perempuan yang belum terpenuhi. Masih banyak tantangan yang dihadapi perempuan di berbagai belahan dunia, mulai dari kesenjangan upah, akses pendidikan dan kesehatan yang terbatas, hingga kekerasan berbasis gender. Oleh karena itu, peringatan ini menjadi pengingat akan pentingnya komitmen bersama untuk menciptakan dunia yang lebih adil dan setara bagi perempuan.
Advertisement
Peristiwa Kalijati: Titik Balik Sejarah Indonesia
Di Indonesia, tanggal 8 Maret juga menyimpan makna historis yang tak kalah penting, yaitu peristiwa penyerahan tanpa syarat pemerintah Hindia Belanda kepada Jepang di Kalijati, Subang, Jawa Barat pada tahun 1942. Peristiwa ini menandai babak baru dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia, di mana kekuasaan kolonial Belanda berakhir dan digantikan oleh pendudukan Jepang.
Perjanjian Kalijati merupakan bagian penting dari sejarah Indonesia. Peristiwa ini menjadi pelajaran berharga tentang dinamika politik dan perjuangan bangsa Indonesia untuk meraih kemerdekaan. Peringatan ini mengajak kita untuk merenungkan perjuangan para pahlawan dan tokoh-tokoh penting yang terlibat dalam peristiwa tersebut.
Meskipun peristiwa ini terjadi dalam konteks perang dan pendudukan, peringatannya tetap relevan dalam konteks perjuangan untuk keadilan dan kemerdekaan. Peristiwa Kalijati menjadi pengingat akan pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa dalam menghadapi tantangan dan mencapai tujuan bersama.
Sebagai bagian dari sejarah Indonesia, peristiwa Kalijati juga perlu dikaji dan dipelajari secara mendalam agar generasi muda dapat memahami konteks sejarah dan perjuangan bangsa Indonesia dalam meraih kemerdekaan.
Pentingnya Kesetaraan Gender dan Perdamaian
PBB juga menetapkan tanggal 8 Maret sebagai Hari PBB untuk Hak-Hak Perempuan dan Perdamaian Internasional. Hal ini sejalan dengan tujuan Hari Perempuan Internasional, yaitu untuk mendorong kesetaraan gender dan perdamaian dunia. Terdapat korelasi kuat antara kesetaraan gender dan perdamaian, di mana pemberdayaan perempuan berkontribusi pada stabilitas dan pembangunan yang berkelanjutan.
Dengan memperingati kedua peristiwa penting ini, tanggal 8 Maret menjadi hari yang kaya akan makna. Peringatan ini mengajak kita untuk merenungkan perjuangan panjang perempuan untuk kesetaraan dan juga peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Semoga peringatan ini dapat menginspirasi kita untuk terus memperjuangkan keadilan, kesetaraan, dan perdamaian dunia.
Kesimpulannya, 8 Maret merupakan tanggal yang sarat makna, menggabungkan peringatan Hari Perempuan Internasional dengan peristiwa bersejarah di Kalijati. Peringatan ini menjadi momentum penting untuk refleksi, aksi, dan komitmen bersama dalam memperjuangkan kesetaraan gender, hak-hak perempuan, dan perdamaian dunia.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4766742/original/079246000_1709898088-240305_INFOGRAFIS_LIFESTYLE__Sejarah_Hari_Perempuan_Internasional_S_1080_x_1080.jpg)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8673310/original/025399100_1782713964-cek_fakta_purbaya_pensiunan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8668432/original/066093000_1782703201-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T101610.906.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5463779/original/049305200_1767670885-Screenshot_2026-01-06_103951.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/377359/original/095369900_1469409332-index_kunil.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5020300/original/021216900_1732518278-20241125-Hari_Kekerasan_Perempuan-AFP_1.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8674531/original/079790200_1782716407-AP26177104053905.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260382/original/054470700_1781590662-063_2281748273.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259253/original/099827400_1781493084-AP26165774269127.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4864218/original/041026400_1718404435-AP24166759629724.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263966/original/082388400_1782038241-000_B7RC3ZV.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5415752/original/060786800_1763419826-000_84BP8PA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525155/original/017274300_1782455154-AP26176798846634.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8452334/original/003376600_1782349228-ney.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259033/original/064642600_1781436681-000_B6Z637Y.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8668326/original/051794500_1782703035-AP26179791541483.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259121/original/085743200_1781464083-063_2281573951.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5522235/original/016718500_1772735792-Kate_Middleton.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5524862/original/040270700_1773022384-meghan_markle6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/5525117/original/028552600_1773032272-astrid-full-e9b72e.jpg)