BSMI Siap Berangkatkan Tim Medis ke Gaza Palestina Usai Gencatan Senjata dengan Israel

tim EMT yang akan diberangkatkan terdiri dari dokter-dokter spesialis di bidang bedah, ortopedi, dan trauma, yang sangat dibutuhkan untuk menangani korban perang, terutama yang mengalami luka serius akibat serangan.

Diperbarui 16 Januari 2025, 20:08 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) mengumumkan kesiapan memberangkatkan Emergency Medical Team (EMT) ke Gaza, Palestina setelah gencatan senjata berhasil dicapai.

Langkah ini merupakan komitmen BSMI dalam memberikan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat Gaza yang terdampak konflik berkepanjangan. Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional BSMI, M Djazuli Ambari, menyampaikan bahwa tim EMT yang akan diberangkatkan terdiri dari dokter-dokter spesialis di bidang bedah, ortopedi, dan trauma, yang sangat dibutuhkan untuk menangani korban perang, terutama yang mengalami luka serius akibat serangan.

"BSMI telah melakukan koordinasi dengan mitra internasional dan pihak-pihak terkait di Gaza untuk memastikan kelancaran misi kemanusiaan ini. Tim EMT  spesialis yang kami siapkan adalah para profesional berpengalaman dalam penanganan situasi darurat, termasuk di wilayah konflik,” ujar Djazuli dalam keterangannya, Kamis (16/1/2025).

Menurutnya, tim ini tidak hanya membawa keahlian medis, tetapi juga bantuan berupa obat-obatan, alat kesehatan, dan kebutuhan logistik lainnya untuk mendukung pelayanan kesehatan darurat di wilayah Gaza.

Djazuli menambahkan bahwa misi ini dilakukan sebagai bentuk solidaritas terhadap saudara-saudara di Palestina yang membutuhkan dukungan medis.

"Masyarakat Gaza saat ini menghadapi krisis kemanusiaan yang parah, dengan fasilitas kesehatan yang terbatas dan banyak korban yang membutuhkan penanganan segera. Oleh karena itu, kehadiran tim medis dari Indonesia diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata untuk meringankan beban mereka,” tambahnya.

 

Klinik Indonesia di Khan Younis

Saat ini, ujar Djazuli, BSMI juga mengoperasikan Klinik Indonesia di Khan Younis Gaza yang dipimpin dr Amin Alnawajha dokter Palestina penerima beasiswa BSMI di Universitas Brawijaya Malang.

Klinik Indonesia telah melayani setidaknya 11 ribu pasien Gaza secara gratis sejak beroperasi Oktober 2024 hingga kini.

BSMI juga mengajak masyarakat Indonesia untuk mendukung misi kemanusiaan ini melalui doa, bantuan dana, atau donasi kebutuhan medis. Bantuan tersebut dapat disalurkan melalui rekening resmi BSMI yang disediakan khusus untuk misi Gaza.

Sebagai organisasi kemanusiaan yang telah berdiri lebih dari dua dekade, BSMI berkomitmen untuk terus hadir membantu masyarakat yang membutuhkan, baik di dalam negeri maupun di berbagai belahan dunia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6