Bank Dunia memberikan pinjaman dana dalam jangka waktu 5 tahun kepada pemerintah untuk pembenahan 13 sungai dalam proyek Jakarta Emergency Dredging Initiative (JEDI).
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menilai, pemberian pinjaman multiyears dari 2012 hingga 2017 dalam proyek JEDI terlalu lama.
"Saya bilang Bank Dunia kok kasih waktu sampai 5 tahun, kan ada bunga. Menurut saya, pekerjaan ngeruk sungai dan segala macam itu 2 tahun sudah kelamaan," ujar Ahok di Balaikota, Jakarta, Rabu (27/3/2013).
Menurut Ahok, pinjaman multiyear 5 tahun adalah pemborosan anggaran, karena bunganya harus dibayar tiap tahun. Sedangkan pengerukan sungai di DKI bisa dikerjakan dengan cepat.
"Seharusnya tahun ini dikerjakan, tahun ini udah selesai. Kenapa sampai 2017? Kalau begitu caranya, lebih baik kita tolak," cetus Ahok.
Ahok menyarankan, pihak Kementerian Keuangan sebaiknya menghentikan kerjasama dengan Bank Dunia terkait jangka waktu JEDI yang terlalu lama. Pemrov DKI menginginkan proyek pengerukan tersebut segera dilaksanakan tanpa ada penundaan lagi.
"Bilang menteri, batalin aja deh. Capek gitu lho kalau caranya seperti itu. Ya ngomong gitu aja," ujar Ahok.
Jika akhirnya kerja sama dengan Bank Dunia dibatalkan, jelas Ahok, maka Pemrov DKI siap mengambil alih pembiayaan proyek JEDI itu. "Kerjain sendiri, terus CSR lagi," tukas Ahok.
Dana yang dipinjamkan Bank Dunia untuk pengerukan kali-kali sekitar Rp 600 miliar. Pemerintah Pusat menangani 13 sungai di Jakarta. Sedangkan anak-anak sungai dikerjakan oleh Pemrov DKI.
Anak sungai yang dikerjakan Pemprov DKI yakni Paket 1: Ciliwung Gunung Sahari Drain dan Waduk Melati (Saluran Gresik dan Upper Cideng Drain); Paket 4: Cideng Thamrin Drain (Sub Macro Drain on 5 Roads); Paket 7: Grogol Sekretaris Drain, Jelakeng-Pakin-Kali Besar, dan Krukut Cideng Drain (Krukut Lama Drain). (Sah)
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menilai, pemberian pinjaman multiyears dari 2012 hingga 2017 dalam proyek JEDI terlalu lama.
"Saya bilang Bank Dunia kok kasih waktu sampai 5 tahun, kan ada bunga. Menurut saya, pekerjaan ngeruk sungai dan segala macam itu 2 tahun sudah kelamaan," ujar Ahok di Balaikota, Jakarta, Rabu (27/3/2013).
Menurut Ahok, pinjaman multiyear 5 tahun adalah pemborosan anggaran, karena bunganya harus dibayar tiap tahun. Sedangkan pengerukan sungai di DKI bisa dikerjakan dengan cepat.
"Seharusnya tahun ini dikerjakan, tahun ini udah selesai. Kenapa sampai 2017? Kalau begitu caranya, lebih baik kita tolak," cetus Ahok.
Ahok menyarankan, pihak Kementerian Keuangan sebaiknya menghentikan kerjasama dengan Bank Dunia terkait jangka waktu JEDI yang terlalu lama. Pemrov DKI menginginkan proyek pengerukan tersebut segera dilaksanakan tanpa ada penundaan lagi.
"Bilang menteri, batalin aja deh. Capek gitu lho kalau caranya seperti itu. Ya ngomong gitu aja," ujar Ahok.
Jika akhirnya kerja sama dengan Bank Dunia dibatalkan, jelas Ahok, maka Pemrov DKI siap mengambil alih pembiayaan proyek JEDI itu. "Kerjain sendiri, terus CSR lagi," tukas Ahok.
Dana yang dipinjamkan Bank Dunia untuk pengerukan kali-kali sekitar Rp 600 miliar. Pemerintah Pusat menangani 13 sungai di Jakarta. Sedangkan anak-anak sungai dikerjakan oleh Pemrov DKI.
Anak sungai yang dikerjakan Pemprov DKI yakni Paket 1: Ciliwung Gunung Sahari Drain dan Waduk Melati (Saluran Gresik dan Upper Cideng Drain); Paket 4: Cideng Thamrin Drain (Sub Macro Drain on 5 Roads); Paket 7: Grogol Sekretaris Drain, Jelakeng-Pakin-Kali Besar, dan Krukut Cideng Drain (Krukut Lama Drain). (Sah)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3033050/original/073846700_1580099128-20200127--Melihat-Tes-SKD-CPNS-di-Jakarta-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4057548/original/020107600_1655630991-daftar_makanan_berbahaya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334225/original/010172500_1787825621-demo_motor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5152114/original/020170500_1741235399-cek_fakta_bank_mandiri.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/61894/original/ahoki130319b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)