Sekelompok penjahat bersenjata api melakukan perampokan di Kantor Unit Pembantu Cabang (UPC) Pegadaian di Jalan Percetakan Negara V Nomor 19, Cempaka Putih, Jakarta Pusat pukul 10.30 WIB. Beruntung, aksi perampok yang bersenjata api ini sempat dilihat saksi mata.
Adalah Yadi Rukmana (57), seorang karyawan PT Nitra yang melihat aksi kedua perampok, ketika mereka memukuli satpam. Saat kejadian, Yadi tengah berada di kantornya yang persis berhadapan dengan lokasi perampokan.
"Tiba-tiba saya lihat satpam dipukuli oleh 2 orang pakai yang helm dan masker. Kurang lebih kejadian pukul 11.30 WIB. Habis dipukuli, satpam itu langsung dibuang ke got di samping kantor pegadaian," kata Yudi di Polsek Cempaka Putih, Jakarta, Jumat (22/3/2013).
Yudi mengaku sempat mendengar 1 kali suara tembakan yang berasal dari senjata api pelaku. Namun karena takut, dia memilih masuk ke dalam kantornya. Di dalam kantor, dia pun memberitahukan perampokan itu kepada teman-temannya.
"Saya juga dengar ada tembakan sekali. Saya sempat lihat 1 orang bawa pistol tangan. Tapi saya tidak berani melihat kejadian itu. Saya langsung masuk ke dalam kantor saya dan memberitahu teman kantor saya," ujarnya.
Saksi lainnya yang masih merupakan teman kerja Yudi, Herry Supriono (35), membenarkan aksi penembakan itu. Namun salah seorang pelaku menyuruhnya masuk ke dalam kantornya kembali.
"Waktu saya di depan kantor saya, kebetulan juga kantor saya juga berhadapan dengan lokasi. Saya melihat ada 2 orang. Keduanya pakai helm dan yang 1 pelaku bawa pistol. Kemudian saya disuruh masuk sama salah satu pelaku," tutur Herry.
"Salah satu pelaku keluarkan pistol dan menembakkan sebanyak 2 kali ke arah atas, buat peringatkan saya supaya masuk ke dalam, tapi saya tetap di depan," imbuh Herry.
Beruntung, Herry sempat mengabadikan kejadian itu lewat kamera ponselnya. "Saya sempat keluarkan HP, lalu saya foto. Enggak lama saya foto, keluar 3 orang dari Pegadaian sambil membawa tas ransel hitam dan pistol," kata Herry.
Peristiwa perampokan itu, lanjut Herry, terjadi selama 7 menit. "Warga lain sekitar ada yang melihat juga, tapi tidak ada yang mengejar. Saya melihat mereka pergi ke arah Pasar Genjing naik 3 motor. Yang saya hapal sih, 1 motor jenis Jupiter MX warna Oranye," urai Herry. (Ndy)
Adalah Yadi Rukmana (57), seorang karyawan PT Nitra yang melihat aksi kedua perampok, ketika mereka memukuli satpam. Saat kejadian, Yadi tengah berada di kantornya yang persis berhadapan dengan lokasi perampokan.
"Tiba-tiba saya lihat satpam dipukuli oleh 2 orang pakai yang helm dan masker. Kurang lebih kejadian pukul 11.30 WIB. Habis dipukuli, satpam itu langsung dibuang ke got di samping kantor pegadaian," kata Yudi di Polsek Cempaka Putih, Jakarta, Jumat (22/3/2013).
Yudi mengaku sempat mendengar 1 kali suara tembakan yang berasal dari senjata api pelaku. Namun karena takut, dia memilih masuk ke dalam kantornya. Di dalam kantor, dia pun memberitahukan perampokan itu kepada teman-temannya.
"Saya juga dengar ada tembakan sekali. Saya sempat lihat 1 orang bawa pistol tangan. Tapi saya tidak berani melihat kejadian itu. Saya langsung masuk ke dalam kantor saya dan memberitahu teman kantor saya," ujarnya.
Saksi lainnya yang masih merupakan teman kerja Yudi, Herry Supriono (35), membenarkan aksi penembakan itu. Namun salah seorang pelaku menyuruhnya masuk ke dalam kantornya kembali.
"Waktu saya di depan kantor saya, kebetulan juga kantor saya juga berhadapan dengan lokasi. Saya melihat ada 2 orang. Keduanya pakai helm dan yang 1 pelaku bawa pistol. Kemudian saya disuruh masuk sama salah satu pelaku," tutur Herry.
"Salah satu pelaku keluarkan pistol dan menembakkan sebanyak 2 kali ke arah atas, buat peringatkan saya supaya masuk ke dalam, tapi saya tetap di depan," imbuh Herry.
Beruntung, Herry sempat mengabadikan kejadian itu lewat kamera ponselnya. "Saya sempat keluarkan HP, lalu saya foto. Enggak lama saya foto, keluar 3 orang dari Pegadaian sambil membawa tas ransel hitam dan pistol," kata Herry.
Peristiwa perampokan itu, lanjut Herry, terjadi selama 7 menit. "Warga lain sekitar ada yang melihat juga, tapi tidak ada yang mengejar. Saya melihat mereka pergi ke arah Pasar Genjing naik 3 motor. Yang saya hapal sih, 1 motor jenis Jupiter MX warna Oranye," urai Herry. (Ndy)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321375/original/053314000_1786440887-cek_fakta_-_cpns_menpan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312818/original/023895500_1785560927-WhatsApp_Image_2026-08-01_at_12.01.08.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5134529/original/089698800_1739622825-20250215-Prabowo-AFP_6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4804864/original/058141600_1713412064-cek_fakta_atm.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/75937/original/rampok-pegadian130322c.jpg)