Liputan6.com, Jakarta - Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan akan menghadirkan terdakwa Putri Candrawathi alias PC sebagai saksi, dalam sidang lanjutan kasus dugaan pembunuhan berencana yang menewaskan Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Sidang hari ini diketahui sebagai penjadwalan ulang, usai pekan sebelumnya PC batal hadir.
"Hari Senin (12 Desember 2022) kita jadwalkan untuk Putri Candrawathi,” Hakim Ketua Wahyu Iman Santoso dalam persidangan sebelumnya, seperti dikutip Senin (12/12/2022).
Ketidakhadiran Putri disebabkan permintaan tim pengacaranya yang memohon agar persidangan digelar tertutup saat kliennya bersaksi karena menyangkut tindak asusila. Namun, tim majelis hakim belum dapat mengabulkan tetapi akan mempertimbangkan.
Advertisement
"Kami tidak bisa mengabulkan. Terdakwa didakwa oleh JPU dengan tindak pidana pembunuhan berencana dan bukan asusila. Bahwa dalam tindak pidana tersebut ada asusila itu merupakan kebetulan," jelas hakim Wahyu.
Ketua Tim Penasihat Hukum Putri, Arman Hanis sebelumnya menjelaskan, terdapat dasar hukum dari permohonan untuk mengadili perkara perempuan sebagai saksi yang memberikan keterangan di persidangan terkait kekerasan seksual bisa digelar secara tertutup.
"Berdasarkan buku pedoman mengadili perkara perempuan berhadapan dengan hukum yang mulia yang disusun MK, masyarakat pemantau keadilan Indonesia, dan fakultas hukum UI yang diterbitkan 2017," ucap Arman beberapa waktu lalu.
Tanggapi Putri Candrawathi Minta Sidang Tertutup, Kubu Bharada E: Ini Kasus Pembunuhan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4251133/original/036515900_1670308026-20221206-Sidang-Ferdy-Sambo-Herman-9.jpg)
Pengacara terdakwa Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E, Ronny Talapessy menanggapi santai permintaan tim advokat terdakwa Putri Candrawathi (PC) yang mengajukan persidangan tertutup dalam lanjutan kasus pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.
Menurut Ronny, apapun keputusannya ada di tangan majelis hakim. Namun perlu diingat, kata dia, persidangan ini membahas soal pembunuhan berencana terhadap Brigadir J, bukan terkait kekerasan seksual.
"Itu adalah hak mereka, kita hanya fokus ke dakwaan dan di dalam dakwaan itu adalah pembunuhan berencana. Jadi kalau mereka berbicara soal pelecehan itu hak mereka, silakan," ujar Ronny di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu 7 Desember 2022.
Selain soal itu, Ronny juga menanggapi terkait desakan pemecatan terhadap Bharada E yang disampaikan mantan atasan kliennya, Ferdy Sambo. Menurut Ronny, sejak awal kliennya sudah siap dengan segala risiko termasuk pemecatan dari institusi Polri.
“Ini menjadi aneh, kita sudah menyampaikan menghargai proses ini. Sikap dari Richard mengatakan apapun yang terjadi dia siap bertanggung jawab terkait keputusan bagaimana pun,” tutur dia.
Namun bila pada akhirnya Bharada E harus dipecat, Ronny yakin hal itu akan memantik amarah publik. Sebab, tidak seharusnya seorang yang diperintah dan dikorbankan harus dipecat karena tindakan yang di luar kuasanya.
"Tapi sekali lagi publik akan menilai bahwa seorang Richard diperintah dan dikorbankan dan sekarang diminta untuk dipecat, ya publik akan marah kalau seperti ini," ucap Ronny.
Advertisement
Ferdy Sambo: Putri Cinta Pertama di SMP, Saya Percaya 1.000 Persen
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4251131/original/089332900_1670308024-20221206-Sidang-Ferdy-Sambo-Herman-7.jpg)
Terdakwa Ferdy Sambo menyatakan jika dirinya tak menaruh kejanggalan atas apa yang dilaporkan Putri Candrawathi. Karena alasan, dasar cintanya kepada sang istri dan tidak terima jika dilecehkan oleh Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.
Pengakuan dari Mantan Kadiv Propam Polri itu terucap sesaat, majelis hakim mencecar untuk motif sebenarnya di balik insiden pembunuhan berencana Brigadir J yang disebut ditengarai atas kejadian yang dialami Putri di Magelang.
"Apakah saudara tidak ada merasa yang janggal (dari keterangan Putri). Artinya begini, saudara ini kan kadiv Propam yang biasa melakukan pemeriksaan- pemeriksaan," kata majelis hakim saat sidang di PN Jakarta Selatan, Rabu (7/12/2022).
Kemudian, soal percaya dengan kejadian di Magelang berujung perintah menghabisi nyawa ajudannya sendiri. Dijawab Sambo, hal itu karena dasar rasa sayangnya kepada Putri yang merupakan cinta pertama sejak SMP.
"Apakah apa yang disampaikan istri saudara karena kedekatan yang luar biasa pada saudara. Itu yang menjadikan saudara tidak dapat berpikir sehingga apapun yang terjadi mempercayai apa yang disampaikan istri saudara?" tanya Hakim.
"Yang mulia saya perlu sampaikan istri saya ini adalah cinta pertama di SMP sampai menuju ke pelaminan. Saya percaya 100 persen, bahkan 1.000 persen," beber Sambo.
"Itulah yang menjadikan motif saudara yang melakukan tindakan yang sampai saat ini (merancang skenario penembakan Brigadir J)?" tanya hakim
"Demikian yang mulia," kata Sambo.
"Itu motif saudara (motif pembunuhan berencana brigadir J), baik. Berdasarkan keterangan (tindakan pelecehan dialami) istri saudara?" timpal Hakim.
"Demikian yang mulia," jawab Sambo kembali.
Tak percaya begitu saja soal motif, Majelis Hakim kembali mencecar Sambo bilamana khawatir. Kenapa membiarkan Putri yang sedang terguncang psikisnya usai pulang dari Magelang, malah isolasi mandiri di rumah dinas Komplek Perumahan Polri, Duren tiga
"Kalau terguncang kenapa saudara biarkan isoman dan tidak mendampingi?" tanya hakim.
"Karena saya belum bisa berpikir dan harus melakukan konfirmasi kepada Yosua nanti malam yang mulia," jelas Sambo.
"Iyaa kan tentu kan sudah dekat saudara sebagai suami. Tentu fokus saudara kan istri bahkan bilang dia kan cinta pertama bahkan sampai 1.000 pesen lah. Oke apa yang dikatakan istri pasti betul. Dalam kondisi demikian saudara kenapa tidak dampingi dulu dia?" tanya hakim.
"Karena saya akan mengkonfirmasi kepada Yosua malam itu dan istri saya juga minta untuk aib ini tidak diketahui oleh orang lain. Karena saya mengerti ini akan pukulan berat buat istri saya, beber Sambo.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4195896/original/091882700_1666100855-Sambo_1.jpg)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344627/original/053981100_1788955416-cek_fakta_soimah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7669455/original/089727000_1780463646-Ahok_cek_fakta_dana_bantuan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5499207/original/032366000_1770779753-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-11T101208.314.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344493/original/042033300_1788947267-HOAX__15_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4251134/original/011950100_1670308027-20221206-Sidang-Ferdy-Sambo-Herman-10.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4122043/original/045300700_1660305126-Ferdy_Sambo_Hadir_di_Bareksrim_Untuk_di_Mintai_Keterangan-FANANI_11.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1527841/original/075874300_1488787214-IMG_1488240797111.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340277/original/096438600_1788499326-ChatGPT_Image_4_Sep_2026__12.19.35.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342572/original/072108600_1788776192-WhatsApp_Image_2026-09-05_at_8.00.42_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3483161/original/088606400_1623749024-arnaud-mesureur-7EqQ1s3wIAI-unsplash_Fotor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341193/original/070615900_1788587329-photo_6116408067076329990_w.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341187/original/034872500_1788587080-photo_6116408067076329991_w.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339398/original/071195200_1788414214-1000851136.jpg.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7750180/original/000394600_1780558306-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335175/original/002603900_1787916904-WhatsApp_Image_2026-08-28_at_12.31.39_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4653599/original/043466900_1700279714-WhatsApp_Image_2023-11-18_at_10.51.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333784/original/020979700_1787807052-ChatGPT_Image_27_Agu_2026__11.59.05.jpg)