Sukses

Sandiaga Uno dan SBY Bertemu di Arab Saudi, Apa yang Dibahas?

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pariwisata Ekonomi Kreatif (Menaprekraf) Sandiaga Uno bertolak ke Arab Saudi untuk menghadiri acara World Travel & Tourism Council (WTTC) di King Abdul Aziz International Conference Center, di Riyadh. Tak disangka, Sandiaga bertemu dengan Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). 

“Saya juga bertemu dengan Presiden RI ke-6, Bapak Susilo Bambang Yudhoyono, yang ikut hadir sebagai bentuk dukungan Indonesia terhadap kerja sama internasional, yaitu dengan Kerajaan Saudi Arabia,” tulis Sandi di akun sosial media pribadinya, seperti dikutip Selasa (29/11/2022).

Sandi bersyukur, melalui kesempatan ini Indonesia mendapat kehormatan untuk menjadi negara yang menjadi contoh terbaik dalam kepulihan pariwisata dan ekonomi kreatif.

"Alhamdulillah, di hadapan para pemimpin dunia dan juga seluruh stakeholders di sektor pariwisata, saya akan memaparkan strategi pemulihan pariwisata khususnya dalam menciptakan lapangan kerja pascapandemi,” jelas Sandi.

Sandi menambahkan, selain mencipta lapangan kerja, pemaparan tentang bagaimana pengembangan pariwisata yang fokus pada keberlanjutan juga menjadi fokus Indonesia yang akan disampaikan dalam acara tersebut.

"Tentu, saya akan memperlihatkan keindahan destinasi-destinasi wisata kita, memperkenalkan Wonderful Indonesia kepada dunia,” Sandi menutup.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Kebaya Didaftarkan Warisan Tak Budaya oleh Singapura

Sandiaga Salahuddin Uno ikut buka suara soal kisruh Singapura yang berencana mendaftarkan kebaya sebagai salah satu daftar warisan budaya tak benda UNESCO dalam upaya multinasional dengan Brunei, Malaysia dan Thailand.

Sandiaga Uno menilai, hal tersebut sebenarnya tak perlu diperdebatkan masyarakat Indonesia.  Dia justru ingin kebaya turut serta dalam upaya multinasional bersama negara tetangga tersebut. Meski begitu, rapat Kemendikbud Ristek dan DPR RI pada 16 November 2022 telah resmi memutuskan untuk mendaftarkan kebaya lewat jalur single nomination.

Pasalnya, hal itu tak lain untuk mempercepat proses agar kebaya bisa diakui UNESCO. Mengingat, Indonesia sendiri memiliki tiga dari ribuan warisan budaya tak benda yang tengah antre untuk didaftarkan ke UNESCO, yaitu reog, tenun, dan tempe.

Selain itu ada satu lagi yang tengah dalam proses pendaftaran, yakni jamu. "Jadi, kebaya tidak lagi perlu kita perdebatkan, ini tentunya budaya luhur milik anak bangsa, yang telah diputuskan menjadi single nomination," ucap Sandiaga dalam The Weekly Brief with Sandi Uno di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Senin (28/11/2022).

"Kita akan mendorong dan menguatkan kebaya diakui UNESCO sebagai warisan budaya tak benda milik Indonesia," sambungnya. Pria yang biasa disapa Sandi ini menambahkan, Indonesia ini kaya raya karena punya 1.528 warisan budaya tak benda yang bisa diajukan ke UNESCO.

Kalau itu semua diajukan maka perlu waktu sekitar 3.000 tahun untuk mengurusnya. "Itu karena pengajuan hanya bisa diakomodasi tiap 2 tahun. Oleh karena itu, join nomination adalah salah satu cara yang saat ini mempercepat proses enskrispi warisan budaya tak benda ke UNESCO," terang dia.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS