Liputan6.com, Jakarta: Indonesia dibanjiri limbah dari Korea Selatan. Baru-baru ini, empat kontainer limbah B 3 seberat 68 ton asal negeri ginseng itu tiba di Tanah Air dengan tujuan untuk dimusnahkan. Untungnya, kedatangan limbah ilegal itu berhasil diketahui aparat Bea dan Cukai Tanjungpriok, Jakarta Utara.
Menurut Direktur Jendaral Bea dan Cukai, limbah berbahaya jenis B 3 --terdiri dari botol plastik-- itu seharusnya dimusnahkan di negara asal dan tak boleh diimpor, sesuai dengan Konvensi Basel. Selain itu, limbah tersebut dapat menimbulkan gas beracun bila dipanaskan pada proses daur ulangnya.
Impor itu, menurut Permana Agung, bertujuan membuang limbah, karena nilai ekonomis barang tidak sebanding dengan biaya pengiriman. Itu sebabnya, Bea dan Cukai akan meneliti kasus yang kemungkinan melibatkan warga Korsel tersebut.
Lebih lanjut Permana mengatakan, penangkapan impor limbah ini adalah yang pertama dalam tujuh tahun terakhir ini. Pada tahun 1993, impor limbah B 3 jenis plastik pernah terjadi dan biasanya segera dikirim kembali ke negara asal.(ULF/Arfan Yap Bano dan Haryo Dewanto)
Menurut Direktur Jendaral Bea dan Cukai, limbah berbahaya jenis B 3 --terdiri dari botol plastik-- itu seharusnya dimusnahkan di negara asal dan tak boleh diimpor, sesuai dengan Konvensi Basel. Selain itu, limbah tersebut dapat menimbulkan gas beracun bila dipanaskan pada proses daur ulangnya.
Impor itu, menurut Permana Agung, bertujuan membuang limbah, karena nilai ekonomis barang tidak sebanding dengan biaya pengiriman. Itu sebabnya, Bea dan Cukai akan meneliti kasus yang kemungkinan melibatkan warga Korsel tersebut.
Lebih lanjut Permana mengatakan, penangkapan impor limbah ini adalah yang pertama dalam tujuh tahun terakhir ini. Pada tahun 1993, impor limbah B 3 jenis plastik pernah terjadi dan biasanya segera dikirim kembali ke negara asal.(ULF/Arfan Yap Bano dan Haryo Dewanto)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8968722/original/090452400_1782980277-cek_fakta_-_tenaga_pendamping_masyarakat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562012/original/067915900_1776772441-Cek_fakta_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8810983/original/080616100_1782907341-cek_fakta_-_bibit_ayam_dan_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/345096/original/141200aLimbah2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8411138/original/071923000_1782295017-leao.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8369442/original/037177900_1782246021-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264052/original/051981800_1782069590-Spain_s_Lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260345/original/097053600_1781587471-spanyol.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261027/original/025366000_1781675161-AP26168084988387.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257805/original/092292600_1781257252-9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264149/original/054877000_1782096496-063_2282689905-Timnas_Mesir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8929510/original/065051700_1782959692-bos7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776148/original/089087200_1782856721-France_s_Kylian_Mbappe__left__celebrates_with_his_teammate_ousmane_dembele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776140/original/038104800_1782846348-063_2284057834.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711662/original/096717100_1782792792-korsel_3.jpg)