Warga Bali Menuntut Polisi Mengusut Kasus <i>Tempo</i>

Kasus penyerangan terhadap Kantor majalah Tempo mengundang keprihatinan warga Bali. Mereka menggelar mimbar keprihatinan dan meminta polisi mengusut tuntas kasus tersebut.

Diterbitkan 12 Maret 2003, 00:47 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Denpasar: Kalangan wartawan, lembaga swadaya masyarakat, dan partai politik menggelar mimbar keprihatinan di Denpasar, Bali, Selasa (11/3). Mereka mendesak polisi mengusut tuntas aksi kekerasan massa terhadap majalah Tempo [baca: Kekerasan Pendukung Tomy Winata Dikecam ].

Dari Medan, sekitar 700 pengungsi asal Aceh menduduki Kantor Gubernur Sumatra Utara. Mereka bertekad terus menduduki gedung tersebut hingga dana terminasi pengungsi dibayar pemerintah. Sedangkan di Aceh, delapan mahasiswa menggelar mogok makan di Sekretariat Joint Security Committee. Aksi tersebut sebagai protes lantaran JSC dinilai belum maksimal menangani keamanan di Tanah Rencong [baca: Pengungsi Aceh di Medan Terserang Penyakit].

Sementara itu, ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Tengah dan Yogyakarta kembali berunjuk rasa di Gedung DPRD Jateng. Mereka mengirimkan Surat Perintah 11 Maret (Supersemar) kepada Presiden Megawati Sukarnoputri dan Wakil Presiden Hamzah Haz yang isinya meminta kesediaan kedua pejabat ini mundur dari jabatannya.

Kejaksaan Tinggi Sumatra Barat telah memeriksa 32 dari 54 anggota DPRD setempat. Mereka diperiksa karena diduga terkait dalam kasus korupsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2002. Rencananya, mereka bakal disidangkan pada awal April mendatang.

Dari Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Panitia Penyelenggara Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Nasional ke-20 kecewa. Pasalnya pemerintah pusat belum mengucurkan dana bantuan sebesar Rp 1 miliar. MTQ yang akan digelar Juni mendatang ini membutuhkan dana sebesar Rp 30 miliar.

Dari Surabaya, Jawa Timur, dilaporkan bahwa kawasan permukiman penduduk di Medokan Semampir dan Wonorejo, Surabaya Timur, terendam banjir akibat meluapnya Sungai Jagir. Saat ini warga sudah bersiap-siap mengungsi karena khawatir air semakin tinggi.

Sedangkan dari Jayapura, Papua, aksi menolak pemekaran Bumi Cenderawasih terus berlanjut. Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Rakyat Pegunungan Tengah se-Jayapura berdemo ke Kantor DPRD setempat menolak pemekaran Papua. Alasannya, belum saatnya Provinsi Papua dimekarkan.(YYT/Tim Liputan 6 SCTV)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6