Sukses

Momen Kompleks Gedung Sate Kebanjiran, Diguyur Hujan Lebat

Liputan6.com, Bandung - Hujan lebat disertai angin kencang melanda wilayah Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (4/10/2022) siang. Di kompleks Gedung Sate, genangan air sempat merendam Kantor Biro Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ).

Video kejadian genangan air yang melanda lingkungan Gedung Sate itu beredar di percakapan Whatsapp. Terlihat pegawai memindahkan seluruh barang dan dokumen penting ke lokasi aman.

Adapun lokasi Kantor PBJ Pemprov Jabar berada di bawah badan jalan, sehingga air masuk ke dalam gedung. Kejadian itu membuat pegawai kantor PBJ membersihkan ruangan.

Kepala Biro Umum Pemprov Jabar Tulus Arifan mengatakan, air masuk ke dalam area Kantor PBJ sekitar pukul 13.30 WIB. Saat hujan deras, air dengan cepat turun dari atas ke bawah di mana posisi gedung berada.

“Hujan deras jam setengah 2, airnya masuk. Tapi cepat sekali langsung hilang,” katanya.

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 2 halaman

Dokumen Aman

Dia memastikan dokumen-dokumen di Kantor PBJ tidak terdampak banjir. Hal itu dikarenakan saat ini dokumen-dokumen telah didigitalisasi.

"Dokumen, berkas saya rasa aman. Karena kita sudah memakai yang digital," ujar Arifan.

Arifan juga memastikan pelayanan terhadap masyarakat tetap berjalan normal. "Pelayanan enggak ada masalah. Kalau memang tidak bisa di bawah juga kita masih punya ruangan di atas," ucapnya.

Menurut Arifan, pihaknya juga langsung melakukan mitigasi dan pengecekan saluran air di sekitar Gedung Sate untuk mencari tahu penyebab air bisa masuk ke dalam perkantoran. Padahal, selama ini Kantor PBJ tidak pernah terendam banjir.

“Selama saya di sini, baru ini ada kejadian banjir. Dulu pernah tetapi sebelum bangunannya direnovasi. Karena memang konturnya seperti ini (menurun), pengaturan air sedang dibuat dan kami telusuri kenapa saluran air bisa tidak berjalan,” tuturnya.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.