Sukses

Mahfud Md Minta Polri Segera Ungkap Pelaku Pidana Tragedi Kanjuruhan

Liputan6.com, Jakarta Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md meminta Polri untuk segera mengungkap pelaku yang terlibat tindak pidana tragedi kerusahan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang

Hal ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

"Adapun tugas jangka pendek, diminta kepada Polri agar dalam beberapa hari ke depan segera mengungkap pelaku yang terlibat tindak pidana," ujar Mahfud dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Polhumam Jakarta, Senin (3/10/2022).

"Karena tentunya sudah diumumkan siapa pelaku pidana yang sudah memenuhi syarat untuk ditindak," sambungnya.

Disisi lain, Mahfud menyampaikan bahwa pemerintah sangat terpukul dengan peristiwa yang terjadi di Kanjuruhan yang menyebabkan 125 orang meninggal dunia. Polri pun diminta mengevaluasi penyelenggaraan keamanan di daerah setempat.

"Diminta Polri melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan keamanan di daerah setempat," ujarnya.

Mahfud menuturkan bahwa Indonesia merupakan negara terbesar ketiga di dunia negara yang sepak bolanya memakan banyak korban. Untuk itu, pemerintah berduka cita atas tragedi yang terjadi di Kanjuruhan.

"Kami sudah menyampaikan belasungkawa sedalam dalamnya dan menguraikan instruksi yang dilakukan Bapak Presiden," tutur Mahfud.

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 3 halaman

125 Orang Jadi Korban

Sebelumnya, dunia sepakbola Indonesia berduka. Ratusan orang meninggal dunia dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu, 1 Oktober 2022. Tragedi ini terjadi usai laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya.

Dalam laga ini, Arema yang menjadi tuan rumah kalah 2-3 dari Persebaya. Pendukung Arema yang tak terima kekalahan timnya langsung menyerbu ke lapangan setelah wasit meniupkan peluit panjang. Kerusuhan pun tak terhindarkan.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan, korban meninggal dalam tragedi Kanjuruhan Malang berjumlah 125 orang. Sebelumnya terdapat data ganda hingga menimbulkan simpang siur soal jumlah korban.

Jumlah korban meninggal dunia tragedi Stadion Kanjuruhan Malang itu berdasarkan hasil kerja tim Disaster Victim Identification (DVI) guna memastikan identitas korban yang meninggal. Termasuk verifikasi data oleh Dinas Kesehatan Kota dan Kabupaten Malang.

3 dari 3 halaman

Adakan Rapat Koordinasi

Sebelumnya, Menko Polhukam Mahfud Md akan menggelar rapat koordinasi (Rakor) untuk membahas penanganan tragedi sepakbola di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.

Rakor yang akan dihadiri sejumlah menteri dan pejabat organisasi olahraga ini akan digelar di Kantor Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat pada hari ini, Senin (3/10/2022) pukul 09.00 WIB.

"Saya mengundang rapat koordinasi bersama Menko PMK, Menteri Kesehatan, Menpora, Mendagri, Menteri Sosial, Panglima TNI, Kapolri, KONI, PSSI di kantor Kemenko Polhukam untuk membicarakan hal-hal tersebut," kata Mahfud Md dalam keterangan video yang diunggah di kanal Youtube Kemenko Polhukam RI, Minggu, 2 Oktober kemarin malam.

Presiden Joko Widodo, lanjut dia, meminta agar langkah-langkah secepatnya diambil untuk menangani tragedi Kanjuruhan yang terjadi usai pertandingan Arema FC melawan Persebaya Surabaya pada Sabtu malam, 1 Oktober 2022.

Seperti dikutip dari Antara, langkah-langkah yang harus segera diambil di antaranya perbaikan dunia persepakbolaan ke depan. Juga meneliti jika ada tindakan hukum, pelanggaran hukum atau sabotase di dalam peristiwa itu untuk diteliti dan ditindak dengan tepat sesuai aturan hukum.

"Siapa saja yang sengaja maupun siapa saja yang lalai di dalam terjadinya peristiwa ini," ujar Mahfud Md.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.