Sukses

Top 3 News: Jokowi Bocorkan Bagaimana Keadaan Ekonomi Dunia dari PBB Hingga IMF

Liputan6.com, Jakarta - Top 3 news hari ini terkait Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang mengaku dirinya mendapat bocoran tentang keadaan ekonomi dunia.

Menurut Jokowi, tahun ini dunia menghadapi situasi yang sulit. Bahkan, kata dia, semua negara akan menghadapi situasi yang semakin sulit pada 2023 akibat krisis ekonomi, pangan, dan energi.

Jokowi lalu mengaku dirinya mendapat bisikan tersebut saat berbincang dengan Sekretaris Jenderal Persertikatan Bangsa-Bangsa (PBB), lembaga Dana Moneter Internasional (IMF), dan Kepala Negara G7 terkait kondisi dunia pada 2023.

Kemudian, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang kembali angkat bicara soal kasus kematian Brigadir J yang tewas diduga usai adu tembak dengan Bharada E di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo di kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Seperti diketahui, Bharada E telah ditetapkan sebagai tersangka pada Rabu 3 Agustus 2022 atas kasus dugaan pembunuhan terhadap Brigadir J atau Yoshua di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo.

Selain itu, Ferdy Sambo juga telah menjalani pemeriksaan pada Kamis 4 Agustus 2022 di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan selama kurang lebih 7 jam.

Atas hal tersebut, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memutasi 25 anggota yang diduga melanggar kode etik di kasus kematian Brigadir J. Mereka terkait dengan dugaan menghambat laju penanganan kasus mulai dari urusan CCTV, hingga proses olah TKP.

Berita terpopuler lainnya di kanal News Liputan6.com adalah pengakuan dari Kuasa Hukum Bharada E, Andreas Nahol Silitonga yang selalu berkomunikasi dengan pihak keluarga.

Menurut Andreas, saat ini keluarga Bharada E syok atau kaget usai penetapan tersangka kasus kematian Brigadir J. Dia menuturkan, setiap keluarga pasti akan terpukul jika ada anggota keluarganya bermasalah hukum. Apalagi Bharada E berasal dari keluarga biasa.

Lalu, Andreas mengatakan, keluarga Bharada E selalu menanyakan kabar anaknya.

Berikut deretan berita terpopuler di kanal News Liputan6.com sepanjang Jumat 5 Agustus 2022:

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

1. Jokowi Dapat Bocoran dari PBB hingga IMF: Tahun Depan Dunia Akan Gelap

Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan tahun ini dunia menghadapi situasi yang sulit. Bahkan, kata dia, semua negara akan menghadapi situasi yang semakin sulit pada 2023 akibat krisis ekonomi, pangan, dan energi.

Dia mengatakan dirinya mendapat bisikan tersebut saat berbincang dengan Sekretaris Jenderal Persertikatan Bangsa-Bangsa (PBB), lembaga Dana Moneter Internasional (IMF), dan Kepala Negara G7 terkait kondisi dunia pada 2023.

"Beliau-beliau menyampaikan 'Presiden Jokowi, tahun ini kita akan sangat sulit'. Terus kemudian seperti apa? Tahun depan akan gelap. Ini bukan Indonesia, ini dunia. Hati-hati, jangan bukan Indonesia, yang saya bicarakan tadi dunia," kata Jokowi saat menghadiri Silaturahmi Nasional Persatuan Purnawirawan TNI AD (PPAD) di Sentul Bogor Jawa Barat, Jumat 5 Agustus 2022.

Berdasarkan prediksi PBB, IMF, dan Bank Dunia, kata Jokowi, akan ada 66 negara yang ekonominya akan ambruk. Tak hanya itu, dia menyebut sebanyak 320 juta penduduk dunia sudah mengalami kelaparan akut.

 

Selengkapnya...

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

3 dari 4 halaman

2. Tiga Pernyataan Terkini Kapolri Listyo Sigit Prabowo soal Kasus Kematian Brigadir J

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kembali angkat bicara soal kasus kematian Brigadir J yang tewas diduga usai adu tembak dengan Bharada E di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo di kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Seperti diketahui, Bharada E telah ditetapkan sebagai tersangka pada Rabu 3 Agustus 2022 atas kasus dugaan pembunuhan terhadap Brigadir J atau Yoshua di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo.

Penyidik pun mengenakan Bharada E dengan pasal sangkaan pembunuhan, yaitu Pasal 338 Juncto 55 dan 56 KUHP.

Selain itu, Ferdy Sambo juga telah menjalani pemeriksaan pada Kamis 4 Agustus 2022 di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan selama kurang lebih 7 jam.

Atas hal tersebut, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memutasi 25 anggota yang diduga melanggar kode etik di kasus kematian Brigadir J. Mereka terkait dengan dugaan menghambat laju penanganan kasus mulai dari urusan CCTV, hingga proses olah TKP.

"Yang jelas rekan-rekan tahu ada CCTV rusak yang diambil pada saat di satpam, dan itu juga sudah kita dalami, dan kita sudah mendapatkan bagaimana proses pengambilan, dan siapa yang mengambil juga sudah kita lakukan pemeriksaan, dan saat ini tentunya kita akan melakukan proses selanjutnya," ujar Listyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis 4 Agustus 2022.

 

Selengkapnya...

4 dari 4 halaman

3. Pengacara: Keluarga Bharada E Syok, Bapaknya Sopir Truk di Manado

Polisi telah menetapkan Bharada E sebagai tersangka dalam kasus baku tembak yang menewaskan Brigadir J taua Brigadir Yoshua di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo. Kabar penetapan tersangka sudah sampai ke telinga keluarga Bharada E.

Kuasa Hukum Bharada E, Andreas Nahol Silitonga selalu berkomunikasi dengan pihak keluarga. Dia mengabarkan setiap perkembangan penanganan kasus yang melibatkan Bharada E.

"Mereka dalam keadaan syok. Katakanlah dia (Bharada E) benar karena membela diri, atas perbuatan itu malah dipenjara. Kan miris juga. Terlepas apa yang terjadi sebenernya. Kalau bener ini pembelaan diri, sakit lho keluarga," ujar Andreas kepada merdeka.com, Jumat 5 Agustus 2022.

Dia menuturkan, setiap keluarga pasti akan terpukul jika ada anggota keluarganya bermasalah hukum. Apalagi Bharada E berasal dari keluarga biasa. Andreas pun menyampaikan keprihatinan dan belasungkawa pada keluarga Brigadir J.

 

Selengkapnya...