Sukses

Dua Warga Depok Kembali Terpapar Covid-19 Varian Omicron BA.5

Liputan6.com, Depok - Pemerintah Kota Depok kembali mengkonfirmasi adanya warga yang positif Covid-19 varian Omicron BA.5. Hal itu perlu menjadi perhatian warga Kota Depok untuk mencegah penularan Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Mary Liziawati mengatakan, berdasarkan data per 27 Juni 2022, terdapat penambahan baru kasus sub varian BA.5. Sebanyak dua orang warga Depok terpapar varian baru Omicron tersebut dan sudah mendapat penanganan kesehatan.

“Iya ada tambahan dua orang, sebelumnya dua juga, jadi totalnya empat orang,” ujar Mary, Rabu (29/6/2022).

Mary menjelaskan, Dinas Kesehatan Kota Depok sudah melakukan testing terhadap keluarga yang kontak erat dengan pasien. Hal itu dilakukan sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19 varian baru kepada warga lainnya.

“Berdasarkan hasil swab keluarga kontak erat, yakni negatif,” kata Mary membeberkan.

Mary mengungkapkan, kedua pasien yang dinyatakan positif BA.5 merupakan warga Kecamatan Sawangan dan Cinere. Satu warga Sawangan terkonfirmasi BA.5 sedang menjalani isolasi untuk masa penyembuhan.

“Untuk warga Cinere sudah selesai melaksanakan isolasi dan dinyatakan sembuh,” ungkap Mary.

Dinas Kesehatan Kota Depok meminta warganya untuk meningkatkan protokol kesehatan. Hal itu sebagai salah satu langkah mencegah penularan Covid-19 yang kembali meningkat di Kota Depok.

“Apabila merasa mengalami gangguan kesehatan segera memeriksa di fasilitas kesehatan Kota Depok,” ucap Mary.

 

2 dari 2 halaman

Dinkes Depok Imbau Warga Segera Vaksinasi Booster

Mary meminta warga Kota Depok yang belum melengkapi vaksin atau vaksin booster, dapat segera melakukan vaksinasi di tempat-tempat yang tersedia. Menurut dia, vaksin pelengkap atau booster dapat meminimalisasi risiko penularan Covid-19.

“Segera lengkapi vaksin sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19,” terang Mary.

Sebagai informasi, kasus Covid-19 Kota Depok pada Selasa (28/6/2022) mengalami peningkatan. Kasus aktif di Kota Depok tercatat mencapai 865 pasien. Sementara kasus kesembuhan mencapai 162.285 kasus, dan kasus meninggal dunia mencapai 2.247 kasus.