Sukses

Peringatan Kenaikan Isa Almasih, 800 Personel Dikerahkan Amankan Gereja di Jakarta Pusat

Liputan6.com, Jakarta Sebanyak 800 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan gereja di Jakarta Pusat. Pengamanan berkaitan dengan peringatan hari Kenaikan Isa Almasih pada hari ini, Kamis (26/5/2022).

"Ada beberapa titik yang memang kita berikan pengamanan 327 personel dari Polri sementara jika digabungankan dengan instansi lainnya menjadi 800-an personel," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Komarudin saat dihubungi, Kamis.

Komarudin menerangkan, ada 80 gereja di wilayah Jakarta Pusat yang melaksankan kegiatan Misa pada peringatan hari Kenaikan Isa Almasih. Komarudin mengatakan, pengamanan ekstra diterapkan di Gereja Katedral Jakarta. Dalam hal ini, kepolisian berkoordinasi dengan pengamanan dalam (Pamdal) dan panitia kegiatan.

"Kita konsepkan penjagaan mulai dari parkiran termasuk kita strealisasi," ujar dia.

Komarudin menyampaikan, kepolisian siap mengamankan umat nasrani melaksanakan ibadah misa.

"Selamat melaksanakan perayaan misa, di pelaksanakan kegiataan misa kita siap memberikan pengamanan kepada seluruh masyarakat supaya aktivitas berjalan lancar. Alhamdulliah sampai saat ini tidak ada kendala yang berarti," tandas dia.

2 dari 2 halaman

Makna Kenaikan Yesus Kristus

Kenaikan Isa Almasih merupakan salah satu hari raya umat kritiani untuk memperingati kenaikan Yesus Kristus ke surga.

Dalam tradisi Kristen, perayaan Kenaikan Isa Almasih ini selalu berpindah karena selalu jatuh pada hari ke-40 setelah Hari Raya Paskah.

Dalam Kisah Para Rasul, kepada murid-murid-Nya, Yesus berpesan "...kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi..". Dan Yesus pun terangkat ke surga, sambil disaksikan oleh murid-muridNya dalam keadaan tercengang.

Injil juga mencatat bahwa setelah itu, rasul-rasul Yesus kembali ke Yerusalem dari bukit Zaitun. Setelah menunggu 10 hari di Yerusalem, para murid mengalami pencurahan Roh Kudus pada hari raya Pentakosta, melansir Antara, Rabu (25/5/2022).

Kisah Kenaikan tersebut sering menjadi subjek seni Kristen sejak abad ke-9, di mana adegannya digambarkan menjadi dua bagian pada kubah-kubah gereja, yakni bagian atas untuk pemandangan surgawi dan bagian bawah untuk pemandangan duniawi.

Gerakan pemberkatan oleh Kristus dengan tangan kanan ini ditujukan kepada kelompok di dunia di bawah-Nya dan memberi makna bahwa Ia sedang memberkati seluruh gereja.

Di tangan kiri-Nya, Ia membawa sebuah kitab Injil atau gulungan, yang memberi makna tentang pengajaran dan pemberitaan Injil ke seluruh dunia.

Dengan kenaikan Kristus ke surga, orang-orang Kristen percaya akan mendapat jaminan menjadi warga kerajaan surga, sehingga pikiran dan perasaan orang hanya tertuju ke surga sebagai tempat persinggahan yang terakhir.