Sukses

Dukungan Untuk Anies Baswedan Jadi Capres di Halal Bihalal Muhammadiyah DKI

Liputan6.com, Jakarta Muhammadiyah Provinsi DKI Jakarta mengadakan halal bihalal di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Jakarta Pusat, Minggu pagi, 22 Mei 2022. Namun, pada halal bihalal keluarga besar Muhammadiyah DKI Jakarta ini, dukungan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk jadi calon presiden pada 2024 mendatang juga digaungkan.

Warga Muhammadiyah yang mengikuti halal bihalal tampak menyerukan dukungan untuk Anies Baswedan menjadi calon presiden. Seruan ini dimulai dari pernyataan Ketua Panitia Pelaksana Halal Bi Halal Supriadi Karsim saat menyampaikan laporan acara.

"Sebetulnya kita juga ingin ketemu dengan pak Gubernur ini Pak Anies Baswedan. Tapi hari ini ada acara menerima lamaran pada jam yang sama ini. Kalau kiai Mochtar mungkin tahu ini. Jadi, entah gimana lah. Kita berdoa saja semoga beliau diberikan kesehatan dan kekuatan," kata dia.

Dia menyatakan warga Muhammadiyah sebenarnya ingin mendoakan Anies Baswedan agar lancar bertugas sebagai gubernur. Dia juga menyinggung tak masalah jika mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu tak lagi menjabat DKI 1.

"Sebenarnya ibu-ibu dan warga Jakarta ingin mendengarkan Pak Anies yang terakhir ini sambil didoakan khusnul khatimah memimpin DKI ini. Tidak apa-apa tidak jadi gubernur, yang penting jadi...," kata dia.

"Presiden," sorak warga Muhammadiyah yang menghadiri halal bihalal.

Sebelumnya Anies dijadwalkan hadir dalam acara halal bihalal yang berlangsung di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Jalan Kramat Raya No 49 Jakarta Pusat. Dia berhalangan hadir karena bertepatan dengan acara lamaran putrinya. Namun, Anies tetap memberikan sambutan secara virtual.

Anies menjelaskan, dia tidak dapat hadir karena ada urusan keluarga yang tidak bisa ditinggalkan.

"Pada kesempatan ini kami belum bisa hadir karena kebetulan ada acara keluarga kami yang tidak bisa ditinggalkan, oleh karena itu melalui kesempatan ini kami menyampaikan salam untuk semua," kata Anies.

Dalam kesempatan itu, Anies menyatakan keinginan dapat bertemu kembali bersama Keluarga Besar Pengurus Wilayah Muhammadiyah Jakarta.

"Insyallah pada kesempatan lain kita bisa segera bersilahturahmi secara langsung," kata dia.

2 dari 3 halaman

Anies Baswedan Masuk Radar PKS Sebagai Capres 2024 dari Eksternal

Nama Anies Baswedan masuk dalam radar Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebagai capres 2024 dari tokoh eksternal. Anies menjadi sosok yang pernah disokong PKS dalam Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu.

"Di eksternal saya kira kita melihat sosok Anies Baswedan kita koalisi, mengusung beliau di Pilkada DKI, saya kira ini menjadi perhatian juga, dan aspirasi kader juga kepada beliau ada," Kata Ketua Departemen Politik DPP PKS Pipin Sopian dalam diskusi kasak kusuk koalisi partai dan capres 2024, Sabtu (14/5/2022).

Sedangkan dari internal, PKS serius menginginkan Salim Segaf Al-Jufri sebagai Capres 2024. Salim menjadi pertimbangan penting bagi PKS.

"Kalau dilihat dari berbagai survei nama nama capres yang beredar saat ini menjadi pertimbangan penting bagi PKS, saya kira kalau di internal doktor Salim, saya pribadi mengusulkan beliau," ucapnya.

PKS juga tidak menutup pintu bagi nama-nama capres lainnya dari eksternal. Seperti Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, dan Sandiaga Uno.

"Nama yang lain ke Pak Ganjar, Pak Sandi termasuk ke Pak Prabowo juga masih ada, itu realitas ya, tinggal nanti bagaimana proses pengambilan keputusan di Majelis Syuro PKS," jelas Pipin.

 

3 dari 3 halaman

Menteri Maju Pilpres, Mundur

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyatakan para menteri yang akan maju Pilpres 2024 lebih baik mengundurkan diri.

“Semua menteri yang berniat maju sebaiknya mundur. Etisnya yang mau maju mundur,” kata Mardani saat dikonfirmasi, Rabu (11/5/2022).

Mardani menilai, kursi menteri akan jauh lebih baik ditempati tokoh yang bisa fokus pada pekerjaan kementerian tanpa terpecah dengan kepentingan lain. “Biar digantikan dengan mereka bisa fokus bekerja,” ujarnya.

Senada dengan PKS, Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid menyebut sebaiknya menteri tersebut mundur.

“Etikanya sih mundur, itu lebih gentle. Kecuali gak peduli dengan etika,” kata Jazilul.

Jazilul menyebut sudah saatnya para menteri fokus bekerja, sebab target dari presiden semakin berat dna waktu semakin mepet. “Kami dukung perintah Presiden Jokowi, agar para menterinya fokus bekerja sesuai target dan bidang tugasnya, sebab keadaan kedepan makin sulit. Saatnya bekerja keras untuk Presiden,” ujar dia.

Wakil Ketua MPR itu meminta presiden tidak memberi keringanan menteri yang terus kampanye terselubung dan membuat tugas di kementerian kedodoran.

“Jangan biarkan kalau ada menteri yang genit tebar pesona nyapres, padahal kerjanya kedodoran dan minim prestasi,” katanya.

“Kami menghargai hak politik para menterinya untuk mencalonkan diri jadi presiden atau apapun namun jangan gunakan fasilitas dari jabatan menterinya untuk kampanye dirinya,” pungkas dia.