Sukses

Polisi Cek Darah Sopir Bus Kecelakaan Maut di Mojokerto Usai Dugaan Pakai Sabu

Liputan6.com, Jakarta - Polisi menyatakan, sopir bus maut yang menewaskan 14 penumpang dalam kecelakaan di Tol Mojokerto yakni Ade Firmansyah (29), diduga mengemudi dalam pengaruh narkoba. Hal itu terungkap dari hasil pemeriksaan laboratorium yang dilakukan petugas.

"Dari hasil tes urine yang bersangkutan terindikasi di bawah pengaruh narkotika jenis amphetamin," tutur Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (17/5/2022).

Menurut Ahmad, pihaknya masih melakukan proses pemeriksaan lainnya agar kondisi yang sebenarnya dari sopir maut tersebut dapat segera terungkap.

"Lebih memastikannya hari ini saudara AF akan diambil darahnya untuk dikirim ke laboratorium Polri," jelas dia.

Selain itu, sopir bus kecelakaan maut tersebut nyatanya tidak memiliki Surat Izin Mengemudi atau SIM. Ade Firmansyah diduga bukan sopir inti bus melainkan pengganti.

"Saudara AF diketahui tidak memiliki SIM sehingga kita akan cari statusnya ya, apakah saudara merupakan sopir cadangan atau kernet," Ahmad menandaskan.

Direktur Ditlantas Polda Jatim Kombes Pol Latif Usman juga menyatakan bahwa sopir bus kecelakaan maut yang kecelakaan di Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo), Ade Firmansyah (28) disinyalir mengkonsumsi narkoba jenis sabu.

"Hasil dari tes urinenya positif narkotika jenis sabu, namun yang bersangkutan masih belum mengaku," ujarnya di Gedung Ditlantas Mapolda Jatim, Selasa (17/5/2022).

Latif mengatakan, pihaknya juga akan melibatkan pihak Satresnarkoba Polres Mojokerto Kota untuk mendalami temuan dugaan Ade Firmansyah terindikasi mengonsumsi sabu.

"Kami akan dalami, mulai kapan yang bersangkutan memiliki kebiasaan mengkonsumsi sabu dan dapat dari mana narkotika tersebut," ujarnya.

 

2 dari 4 halaman

4 Korban Kecelakaan Mojokerto Dimakamkan dalam Satu Liang Lahat

Sebanyak empat korban jiwa dalam insiden kecelakaan tunggal bus "Ardiansyah" di Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo), Jawa Timur, dimakamkan dalam satu liang lahat pada Senin malam.

"Kami atas nama keluarga, mohon maaf kepada semuanya. Terima kasih juga kepada warga yang sudah membantu hingga proses pemakaman selesai," ujar paman salah seorang korban jiwa, Joko Muslim, ditemui di Tempat Pemakaman Islam Benowo, Surabaya, Senin malam, 16 Mei 2022, yang dilansir dari Antara.

Joko Muslim adalah paman dari Sony Suprayitno, warga Jalan Benowo II yang juga salah seorang korban meninggal dunia dalam peristiwa kecelakaan bus di Tol Sumo itu.

Sony dimakamkan satu liang lahat bersama istrinya, Titis Hermi, dan dua anaknya, yakni Steven Arthur dan Stevani Grasio.

"Satu lagi putri dari Sony, yaitu Pella Patricia. Dia sekarang di rumah sakit dan kami mohon doanya agar segera pulih," ucapnya.

Berdasarkan data dari kepolisian, Pella Patricia saat ini dirawat di Rumah Sakit Petrokimia Gresik bersama dua korban luka-luka lainnya, masing-masing Septian Adi dan Cipto Parogo.

Joko mengaku sangat berat menerima kenyataan ini, namun ia berserah diri dan menerima ujian dari Allah SWT.

"Ini adalah ujian dan kami harus menerimanya. Sekali lagi, kami mohon maaf atas nama keluarga," kata dia.

Joko terakhir kali bertemu Sony dan keluarganya saat Hari Raya Idul Fitri pada awal Mei 2022 dan saat itu tak ada firasat apa-apa.

"Kami semua berkumpul dan tidak ada firasat atau tidak tersirat apa-apa," tuturnya.

3 dari 4 halaman

Kronologi Kecelakaan Bus di Tol Surabaya-Mojokerto

Sebanyak 14 orang meninggal dan belasan lainnya terluka akibat kecelakaan yang terjadi di KM 712+400 jalur A Tol Surabaya-Mojokerto, pada Senin pagi 16 Mei 2022. Mereka adalah penumpang dan pengemudi Bus Ardiansyah dengan nomor polisi S 7322 UW.

Kasat PJR Ditlantas Polda Jatim AKBP Dwi Sumrahadi menerangkan, kecelakaan bus tunggal itu terjadi pada pukul 06.15 WIB. Bus yang dikemudikan oleh AF mengangkut 25 orang.

"Berangkat dari Jogja tujuan Surabaya melaju dengan kecepatan sedang di lajur lambat," kata Dwi dalam keterangan tertulis, Senin (16/5/2022).

Dia menerangkan, pengemudi diduga berkendara dalam kondisi mengantuk. Saat tiba di km 712+400 /A, kendaraan diduga oleng ke kiri dan menabrak tiang Variable Message Sign di pinggir bahu jalan tol. Akibatnya, kendaraan terguling.

"Laka lantas terjadi patut diduga driver mengantuk," ujar dia.

 

Kasus kecelakaan ditangani Unit Laka Lantas Wilayah Mojokerto Kota. Pihak kepolisian sedang mendalami penyebab kecelakaan.

 

4 dari 4 halaman

Daftar Nama Korban Meninggal

Sementara itu, seluruh korban tewas dilaporkan telah dimakamkan. Mereka diketahui merupakan warga di Kecamatan Pakal, Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Hal ini diungkap Camat Pakal, Tranggono Wahyu Wibowo.

Tranggono menjelaskan, warganya yang menjadi korban dalam kecelakaan tunggal Senin, 16 Mei kemarin tengah mengikuti kegiatan wisata yang diikuti 3 RW di Kelurahan Benowo. Para korban banyak yang merupakan satu keluarga, terdiri dari ibu, ayah, dan anak-anak.

"Penyelenggaranya warga sendiri dan yang mau ikut didata lalu swadaya ke Yogya," kata dia.

Berikut daftar nama-nama korban meninggal kecelakaan bus Ardiansyah di jalur A Tol Surabaya-Mojokerto dilansir Antara, Senin 16 Mei 2022:

1. Titis Hermi Yuni, alamat Jalan Benowo Gang 2 No 11 

2. Ainur Rofiq, alamat Jalan enowo Gang 3 No 29 

3. Dedy Purnomo, alamat Jalan Benowo 

4. Diany Asterelia alamat Kauman Mo. 25 RT 03 RW 02, Kelurahan Benowo, Kecamatan Pakal Surabaya

5. Nita Ning Agustin

6. Gibran, Laki-laki 7 tahun

7. Andik 

8. Asminah, alamat Jalan Benowo Gg 3

9. Fitasari, alamat Jalan Benowo Gg 3

10. Suprayito

11. Cholifah

12. Maftukah usia 51 tahun

13. Steven Arthur A usia 10 tahun

14. Stevani Grasio usia 14 tahun