Sukses

Lantik Staf Ahli, Jaksa Agung: Ikuti Perkembangan Wacana Perubahan KUHP - KUHAP

Liputan6.com, Jakarta - Jaksa Agung ST Burhanuddin meminta secara khusus kepada Staf Ahli Jaksa Agung dengan kedudukan strategis untuk membantu kinerja pimpinan dalam menjalankan tugas.

"Oleh karena itu kepada saudara saya sampaikan beberapa arahan sebagai penekanan tugas yang saya harap bisa saudara laksanakan secara konsisten," kata Burhanuddin dalam keterangan tertulisnya, Rabu (2/3/2022)

Adapun, Burhanuddin menekankan salah satu tugas yang harus dilaksanakan terhadap dua Staf Ahli Jaksa Agung, yakni memantau dan ikuti perkembangan wacana perubahan KUHP dan KUHAP.

"Monitor dan ikuti perkembangan wacana perubahan KUHP dan KUHAP, untuk itu saya minta saudara dapat secara aktif berkontribusi menyumbangkan ide dan masukan dalam rangka perkuatan fungsi Kejaksaan," ujarnya.

Selain itu, Burhanuddin juga meminta agar dilakukan kajian dan telaah mengenai permasalahan aktual dan strategis. Termasuk, Undang-Undang Kejaksaan yang baru dan sedang disusun aturan pelaksanaannya.

"Saat ini kita sedang berkonsentrasi menyusun aturan-aturan pelaksanaannya. Oleh karena itu saya minta saudara dapat berperan aktif memberikan masukan dan koreksi sehingga aturan yang disusun menjadi komprehensif dari berbagai perspektif," katanya.

Sementara untuk para Pejabat Eselon II yang baru dilantik, Jaksa Agung meminta kepada para jajarannya agar segera identifikasi, pelajari, kuasai, dan selesaikan berbagai persoalan di tempat penugasan baru. Guna akselerasi dan akurasi dalam pelaksanaan tugas.

"Ciptakan suasana kerja yang produktif, inovatif, transparan dan akuntabel, serta tumbuhkan etos kerja yang berorientasi pelayanan kepada masyarakat," imbaunya.

Burhanuddin juga meminta kepada jajaranya untuk mewujudkan proses penegakan hukum yang berkeadilan, profesional dan bermartabat yang didasarkan pada hati nurani dan integritas. Sehingga dapat memberikan keadilan substantif yang dirasakan oleh masyarakat.

"Jaga integritas, jauhi segala penyimpangan, dan perbuatan tercela dalam pelaksanaan tugas," ucapnya.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Daftar Pejabat Yang Dilantik Jaksa Agung

Secara khusus, Burhanuddin menyampaikan arahannya dalam acara pelantikan dan serah terima jabatan di lingkungan Kejaksaan bukanlah semata-mata merupakan kegiatan rutin dalam rangka menjaga keberlangsungan serta eksistensi organisasi.

Tetapi, lanjut dia, hendaknya harus dimaknai sebagai sebuah monumen untuk mengingat, menyadari dan mengukuhkan kembali kewajiban dan tanggung jawab besar para pejabat di lingkungan Kejaksaan Republik Indonesia. Supaya senantiasa meningkatkan kinerja guna terwujudnya pelayanan hukum prima kepada masyarakat.

“Oleh karenanya, dalam setiap mutasi promosi pejabat di lingkungan Kejaksaan, senantiasa dilakukan melalui suatu kajian, evaluasi dan penilaian yang komprehensif, sebagai bahan pertimbangan yang objektif," tuturnya.

Sehingga, Burhanuddin mengatakan bahwa setiap personil yang ditugaskan pada suatu jabatan tertentu dapat dipertanggungjawabkan baik dari sisi kredibilitas, kapabilitas, dan kualitas sesuai dengan kebutuhan Kejaksaan Agung.

"Dengan kinerja menjadi optimal dan terselenggara penegakan hukum yang berkeadilan, berkepastian dan bermanfaat bagi kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar Jaksa Agung.

Berikut sejumlah pejabat yang dilantik dalam proses serah terima jabatan oleh Jaksa Agung:

1. Staf Ahli Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung Dr. Drs. M. Rum, SH, MH

2. Staf Ahli Bidang Intelijen Kejaksaan Agung Ely Shahputra, SH, MH

Pejabat Eselon II yang dilantik:

1. Dr. Mohamad Dofir, SH. MH. sebagai Sekretaris Jaksa Agung Muda Bidang Pembinaan;

2. Dr. Priyanto, SH. MH. sebagai Sekretaris Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara;

3. Dr. Asri Agung Putra, SH. MH. sebagai Sekretaris Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan;

4. Tomo, SH. sebagai Direktur Penuntutan pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus;

5. Risal Nurul Fitri, SH. sebagai Direktur Tindak Pidana Terorisme pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum;

6. Gerry Yasid, SH. MH. sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau;

7. Heru Sriyanto, SH. MH. sebagai Kepala Pusat Strategi Kebijakan Penegakan Hukum;

8. Leonard Eben Ezer Simanjuntak, SH. MH. sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Banten;

9. Katarina Endang Sarwestri, SH. MH. sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi DI. Yogyakarta;

10. Ida Bagus Nyoman Wismantanu, SH. MH. sebagai Sekretaris Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus;

11. Agnes Triyanti, SH. MH. sebagai Direktur Oharda pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum;

12. Dr. Anwarudin Sulistyono, SH. M. Hum sebagai Direktur Teknologi Informasi pada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen;

13. Dr. Heffinur sebagai Inspektur IV;

14. Hari Setiyono, SH. MH. sebagai Direktur Pengamanan Pembangunan Strategis pada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen;

15. Nanang Sigit Yulianto, SH. MH. sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung;

16. DR. Drs. Muhammad Yusuf, SH. MH. sebagai Inspektur V;

17. Dr. Mukri, SH. MH. sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan;

18. Dr. Mia Amiati, SH. MH. sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur;

19. Edy Birton, SH. MH. sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara;

20. Juniman Hutagaol, SH. MH. sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Barat;

21. Dr. Ketut Sumedana, SH. MH. sebagai Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung;

22. Andi Herman, SH. MH. sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah;

23. Idianto, SH. MH. sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara;

24. Dr. Heri Jerman sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Bengkulu;

25. Sarjono Turin, SH. MH. sebagai Direktur Upaya Hukum Luar Biasa pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus;

26. Dr. Reda Manthovani, SH. MH. LL.M. sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta;

27. Dr. Yulianto, SH. MH. sebagai Kepala Pusat Pendidikan pada Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan RI;

28. Yusron, SH. MH. sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat;

29. Hutama Wisnu, SH. MH. selaku Kepala Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (NTT);

30. Sungarpin, SH. MH. selaku Kepala Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Barat (NTB);

31. Raimel Jesaja sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara;

32. Bambang Bachtiar, SH. MH. sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh;

33. Dr. Hermon Dekristo, SH. MH. sebagai Kepala Biro Kepegawaian;

34. Harlina, SH. MH. sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Gorontalo;

35. Ponco Hartanto, SH. MH. sebagai Kepala Biro Umum.

Reporter: Bachtiarudin Alam/Merdeka.com