Liputan6.com, Jakarta: Histeria Flower For Friendship Forever (F4) benar-benar mengguncang panggung megah di Arena Pekan Raya Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (11/1) malam. Pada hari kedua atau konser terakhir mereka di Ibu Kota, empat bintang pujaan asal Taiwan itu kembali memuaskan sekitar 30 ribu penggemar. Selama lebih dari dua jam, tak henti-hentinya para penggemar yang sebagian besar adalah wanita muda dan remaja putri itu menjeritkan nama-nama personel F4: Jerry Yan, Vic Zhou, Ken Zhu, dan Vanness Jian Wu. Keempat pemuda keren itu pun menggoyangkan tarian enerjik sembari menembangkan sejumlah lagu hits mereka yang berbahasa Inggris serta Mandarin. Tak sia-sia memang AJ Promo (Jagad Anugrah Promosindo) menghabiskan anggaran Rp 20 miliar untuk menghadirkan boysband sekaligus pemeran film serial "Meteor Garden" itu [baca: F4 Membuat Histeris Publik Jakarta].
Boleh dibilang konser empat pemuda berpenampilan cute itu lebih semarak ketimbang malam sebelumnya. Bayangkan, 75 penonton dilaporkan mengalami pusing-pusing. Belum lagi sedikitnya 10 orang pingsan di tengah berlangsungnya konser yang mematok harga tiket mulai Rp 200 ribu hingga Rp 2 juta. Bahkan, sebelum konser dimulai, belasan "anak baru gede" sudah keburu semaput. Bukan apa-apa, soalnya ribuan penonton harus rela berdesak-desakan di Hall C Arena PRJ sebelum memasuki ruang pertunjukan bintang pujaan mereka. Kondisi tersebut jelas berbeda pada konser hari pertama. Jumat malam silam, hanya dua penonton yang pingsan, sedangkan sekitar 40 lainnya kelelahan akibat terlalu sering menjerit.
Di tengah histeria puluhan ribu penonton dan puluhan penggemar yang semaput, seorang pemegang tiket termahal senilai Rp 2 juta (very very important person) justru tak diperbolehkan masuk. Ternyata, penggemar berat F4 yang bernama Nina ini memiliki tiket untuk konser tanggal 10 Januari 2003 dan bukan 12 Januari 2003. Karena tak diperkenankan menonton F4, ia pun hanya dapat terisak sedih. Nina mengaku tak memperhatikan secara persis tanggal yang tertera pada tiket yang dibelinya di kawasan Roxy, Jakarta Barat. Soalnya, dia keburu senang berhasil memperoleh tiket masuk konser grup idolanya.
Bagi sebagian penggemar F4, memperoleh tiket pertunjukan F4 yang relatif mahal memang menjadi persoalan tersendiri. Karenanya mereka mengaku lebih memilih membeli tiket kepada para calo. Tentunya, dengan berharap harga yang lebih murah ketimbang di loket. Ternyata, mereka kecele, para calo umumnya menjual tiket dengan harga lebih tinggi. Makanya tak aneh, banyak penggemar F Tse yang masih mengantre di sejumlah loket di dekat pintu masuk. Apalagi sekitar 30 menit menjelang konser, panitia yang menjual karcis di loket, menurunkan harga VVIP dari Rp 2 juta menjadi Rp 1,5 juta. Sedangkan tiket kelas lainnya tetap dijual dengan harga yang tertera. Meski harga tiket tergolong mahal, sebagian pengemar F Tse yang sudah menonton konser di hari pertama masih rela menonton lagi. Seorang di antaranya mengaku ingin menonton lagi lantaran pada konser pertama hanya mendapat tiket kelas festival. Makanya, hari ini dia membeli karcis VVIP agar dapat menatap pujaannya dari jarak dekat.
Konser F4 sendiri dimulai sekitar pukul 19.30 WIB--telat setengah jam dari jadwal semula. Dan bersamaan dengan itu, teriakan histeris para pengemar terdengar menyambut boysband asal Taiwan ketika memasuki panggung berukuran hampir sebesar lapangan sepak bola yang diperkuat spesial efek pencahayaan sebesar 400 ribu watt dan enam layar video raksasa. Nyaris sepanjang pertunjukan, para penggemar fanatik meneriakkan nama empat pemuda berusia antara 21 hingga 25 tahun ini.
Jeritan penonton di sekeliling panggung, ternyata membuat beberapa penggemar yang tak memiliki tiket masuk tidak kehilangan akal. Mereka pun nekad memanjat sebuah mobil pemadam kebakaran. Beberapa tempat agak tinggi juga diserbu. Meski sekadar memandang dari kejauhan, mereka mengaku cukup puas. Wuih, dahsyatnya demam F4!(ANS/Susanti Jo dan Dwi Guntoro)
Boleh dibilang konser empat pemuda berpenampilan cute itu lebih semarak ketimbang malam sebelumnya. Bayangkan, 75 penonton dilaporkan mengalami pusing-pusing. Belum lagi sedikitnya 10 orang pingsan di tengah berlangsungnya konser yang mematok harga tiket mulai Rp 200 ribu hingga Rp 2 juta. Bahkan, sebelum konser dimulai, belasan "anak baru gede" sudah keburu semaput. Bukan apa-apa, soalnya ribuan penonton harus rela berdesak-desakan di Hall C Arena PRJ sebelum memasuki ruang pertunjukan bintang pujaan mereka. Kondisi tersebut jelas berbeda pada konser hari pertama. Jumat malam silam, hanya dua penonton yang pingsan, sedangkan sekitar 40 lainnya kelelahan akibat terlalu sering menjerit.
Di tengah histeria puluhan ribu penonton dan puluhan penggemar yang semaput, seorang pemegang tiket termahal senilai Rp 2 juta (very very important person) justru tak diperbolehkan masuk. Ternyata, penggemar berat F4 yang bernama Nina ini memiliki tiket untuk konser tanggal 10 Januari 2003 dan bukan 12 Januari 2003. Karena tak diperkenankan menonton F4, ia pun hanya dapat terisak sedih. Nina mengaku tak memperhatikan secara persis tanggal yang tertera pada tiket yang dibelinya di kawasan Roxy, Jakarta Barat. Soalnya, dia keburu senang berhasil memperoleh tiket masuk konser grup idolanya.
Bagi sebagian penggemar F4, memperoleh tiket pertunjukan F4 yang relatif mahal memang menjadi persoalan tersendiri. Karenanya mereka mengaku lebih memilih membeli tiket kepada para calo. Tentunya, dengan berharap harga yang lebih murah ketimbang di loket. Ternyata, mereka kecele, para calo umumnya menjual tiket dengan harga lebih tinggi. Makanya tak aneh, banyak penggemar F Tse yang masih mengantre di sejumlah loket di dekat pintu masuk. Apalagi sekitar 30 menit menjelang konser, panitia yang menjual karcis di loket, menurunkan harga VVIP dari Rp 2 juta menjadi Rp 1,5 juta. Sedangkan tiket kelas lainnya tetap dijual dengan harga yang tertera. Meski harga tiket tergolong mahal, sebagian pengemar F Tse yang sudah menonton konser di hari pertama masih rela menonton lagi. Seorang di antaranya mengaku ingin menonton lagi lantaran pada konser pertama hanya mendapat tiket kelas festival. Makanya, hari ini dia membeli karcis VVIP agar dapat menatap pujaannya dari jarak dekat.
Konser F4 sendiri dimulai sekitar pukul 19.30 WIB--telat setengah jam dari jadwal semula. Dan bersamaan dengan itu, teriakan histeris para pengemar terdengar menyambut boysband asal Taiwan ketika memasuki panggung berukuran hampir sebesar lapangan sepak bola yang diperkuat spesial efek pencahayaan sebesar 400 ribu watt dan enam layar video raksasa. Nyaris sepanjang pertunjukan, para penggemar fanatik meneriakkan nama empat pemuda berusia antara 21 hingga 25 tahun ini.
Jeritan penonton di sekeliling panggung, ternyata membuat beberapa penggemar yang tak memiliki tiket masuk tidak kehilangan akal. Mereka pun nekad memanjat sebuah mobil pemadam kebakaran. Beberapa tempat agak tinggi juga diserbu. Meski sekadar memandang dari kejauhan, mereka mengaku cukup puas. Wuih, dahsyatnya demam F4!(ANS/Susanti Jo dan Dwi Guntoro)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5226996/original/003118400_1747799527-Putin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528276/original/060137100_1782459682-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T143742.924.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259258/original/056986600_1781493541-3549582318816429688.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/385745/original/120103aF41.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8560764/original/057361200_1782508647-000_B8GJ8DG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8560483/original/094482200_1782508278-000_B8GH2KY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264052/original/051981800_1782069590-Spain_s_Lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5476731/original/083749300_1768796381-000_936R8YN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261470/original/080593900_1781707583-haaland.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260720/original/014464000_1781645481-HK9wcDqXAAAOMgO.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389795/original/062452300_1782269925-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8309678/original/024525200_1782176074-AP26174009363435-Prancis.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263769/original/046217200_1782009540-Jeremy_Doku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258188/original/054428500_1781325475-AP26164102653511.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264097/original/098152700_1782090739-AP26172582885325.jpg)