Sukses

Gunung Merapi, Ili Lewotolok, Sinabung Berstatus Siaga, Lebih Berbahaya dari Semeru

Liputan6.com, Jakarta - Badan Geologi Kementerian ESDM merilis laporan kebencanaan terkini, Senin (6/12/2021). Tercatat bahwa status Gunung Merapi, Ili Lewotolok, Sinabung lebih berbahaya dari Semeru.

Dalam keterangannya, status Merapi, Lewotolok, Sinabung masuk dalam katagori Level III atau Siaga. Sementara untuk Ile Werung, Sirung, Kaeangetang, Semeru, Anak Krakatau, Dukono, Ibu, Gamalama, Kerinci, Bromo, dan Soputan masuk dalam Level II atau Waspada.

Visual Gunung Merapi sendiri terpantau jelas hingga berkabut, sementara untuk asap kawah tidak teramati. Aktivitas gempa tercatat 1 kali gempa hembusan, 167 kali gempa guguran, 2 kali gempa fase banyak, dan 2 kali gempa tektonik jatuh.

"Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun pada radius 3 km dari puncak, sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, Dan Putih. Pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak Gunung Merapi," tulis keterangan rekomendasi untuk kondisi Gunung Merapi.

Untuk Gunung Ili Lewotolok, terpantau visual asap putih dan kelabu dengan intensitas tipis hingga tebal tinggi sekitar 100-800 meter dari puncak. Terdapat letusan disertai lontaran material pijar dan suara gemuruh lemah.

"Masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan direkomendasikan agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari puncak/kawah Gunung Ili Lewotolok. Masyarakat Desa Jontona agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya longsoran material lapuk yang dapat disertai oleh awan panas dari bagian tenggara puncak/kawah Gunung Ili Lewotolok," tulis keterangan rekomendasi untuk Gunung Ili Lewotolok.

2 dari 2 halaman

Visual Gunung Sinabung

Adapun Gunung Sinabung terpantau visual asap putih intensitas tebal dengan tinggi sekitar 100-200 meter dari puncak. Untuk kegempaan sendiri berkaitan dengan aktivitas pertumbuhan kubah lava dan tektonik dengan 3 kali gempa hybrid/fase Banyak dan 4 kali gempa tektonik jauh.

"Masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak melakukan aktivitas pada desa-desa yang sudah direlokasi, serta lokasi di dalam radius radial 3 km dari puncak G. Sinabung, serta radius sektoral 5 km untuk sektor selatan-timur, dan 4 km untuk sektor timur-utara dan barat," tulis keterangan rekomendasi untuk Gunung Sinabung.