Sukses

Menteri LHK: Kerusakan Mangrove Seluas 600.000 Ha, Rehabilitasi Akan Dilakukan Sampai 2024

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar mengatakan, kerusakan mangrove di Indonesia mencapai 600.000 hektare (Ha). Kendati begitu, dia memastikan pemerintah akan melakukan berbagai upaya pemulihan dan rehabilitasi sampai 2024.

Hal ini disampaikan Siti Nurbaya usai mendampingi Presiden Joko Widodo atau Jokowi menanam pohon mangrove bersama masyarakat di Pantai Wisata Raja Kecik Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau, Selasa (28/9/2021).

"Kerusakan mangrove tercatat kurang lebih seluas 600.000 hektare dan ditargetkan untuk dilakukan upaya pemulihan dan rehabilitasi sampai dengan tahun 2024 melalui komitmen para pihak baik pemerintah maupun non-pemerintah," kata Siti dikutip dari siaran pers, Selasa.

Menurut dia, permasalahan dan ancaman terhadap ekosistem mangrove antara lain alih fungsi kawasan menjadi lahan pertanian, perkebunan, pemukiman, perikanan (tambak) dan infrastruktur lain. Selain itu, juga illegal logging, pencemaran limbah, dan abrasi pantai akibat gelombang laut.

Siti menyampaikan pemerintah terus mendorong upaya-upaya rehabilitasi ekosistem mangrove. Salah satunya, dengan melibatkan semua pihak yang terkait, tarutama masyarakat di seluruh provinsi di Indonesia.

"Rehabilitasi mangrove bertujuan memulihkan kawasan hutan mangrove yang mengalami kerusakan, meningkatkan tutupan hutan mangrove serta meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat," jelas dia.

Adapun Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) merupakan upaya untuk memulihkan, mempertahankan, dan meningkatkan fungsi hutan dan lahan guna meningkatkan daya dukung, produktivitas, dan peranannya dalam menjaga sistem penyangga kehidupan.

2 dari 3 halaman

Jokowi targetkan penanaman 34.000 hektare lahan mangrove sepanjang 2021

Sebelumnya, Presiden Jokowi menargetkan rehabilitasi atau penanaman 34.000 hektare lahan mangrove sepanjang 2021. Pasalnya, hutan mangrove dinilai dapat menyimpan karbon lebih banyak dibandingkan hutan tropis daratan.

"Hutan mangrove ini menyimpan karbon, 4 sampai 5 kali lipat lebih banyak daripada hutan tropis daratan," tutur Jokowi usai menanam pohon mangrove bersama masyarakat di Pantai Wisata Raja Kecik Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau, Selasa (28/9/2021).

Dia menyebut keberadaan hutan mangrove akan berkontribusi besar terhadap penyerapan emisi karbon. Tak hanya itu, program ini juga menegaskan komitmen Indonesia untuk berkontribusi dalam isu perubahan iklim dalam kesepakatan Paris.

Jokowi berharap rehabilitasi mangrove mampu mengendalikan abrasi, mendukung ekonomi ekowisata, dan pariwisata daerah. Selain itu, rehabilitasi ini diharapkan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat setempat.

3 dari 3 halaman

Jangan Jenuh 6M Meski Sudah Vaksinasi