Sukses

PT KCI Siapkan Petugas Untuk Antisipasi Efek Samping Vaksin Covid-19

Liputan6.com, Jakarta - Ratusan pengguna layanan kereta rel listrik (KRL) Commuter Line di Stasiun Bogor, Kota Bogor, Jawa Barat, menjalani vaksinasi Covid-19 tahap pertama, Kamis (17/6/2021).

Dalam program vaksinasi yang dihadiri Presiden Joko Widodo ini, Pemerintah Kota Bogor menyiapkan 1500 dosis vaksin dengan sasaran pengguna layanan Commuter Line dan masyarakat umum yang beraktivitas di sekitar stasiun itu.

VP Corporate Communication PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) Ane Purba mengatakan, vaksinasi tahap pertama yang digelar di Stasiun Bogor berlangsung selama dua hari.

"Selama dua hari ini targetnya sebanyak 1500 orang, sesuai kuota vaksin yang disediakan Pemkot Bogor," ujar Ane.

Hingga Kamis sore, tercatat ada 450 peserta yang diberi suntikan vaksin Covid-19. Sedangkan enam orang lainnya tak lolos screening kesehatan.

Apabila ada peserta yang telah mendapatkan suntikan kemudian mengalami kejadian ikutan pasca-imunisasi (KIPI) saat dalam perjalanan KRL, dapat menghubungi petugas baik di stasiun maupun di atas kereta.

"Baik KIPI atau keluhan sakit lainnya juga kami layani. Kami memiliki 30 pos kesehatan yang tentu bekerja sama dengan Dinkes setempat," ucap Ane.

Bagi pengguna jasa KRL yang ingin divaksinasi, kata Ane, bisa mendaftar langsung ke petugas dari Dinas Kesehatan di pintu masuk Stasiun Bogor.

"Karena kami hanya menyediakan fasilitas saja, penyelenggaranya pemerintah daerah," ucapnya.

2 dari 3 halaman

Minimalisir Penyebaran Covid-19

Sementara itu, Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan pengguna layanan transportasi massal rawan terpapar Covid-19. Untuk itu, pihaknya membuat program vaksinasi di Stasiun Bogor.

"Program ini juga untuk meminimalisir penyebaran Covid-19 bagi pengguna layanan publik. Bogor ini penyangga ibu kota. Apalagi (kasus Covid-19) di Jakarta sedang tinggi, " kata dia.

Sampai saat ini, tercatat baru 160 ribu warga yang disuntik vaksin atau 17 persen dari jumlah target sasaran. Namun dari jumlah tersebut Kota Bogor berada di atas rata-rata nasional.

"Pak Presiden tadi sudah meminta Pak Menkes untuk menambah jumlah vaksin untuk wilayah penyangga khususnya Kota Bogor. Kita punya stok 8000 dosis vaksin. Kita ingin tambah supaya tidak berhenti," terangnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: