Sukses

Pasien Covid-19 di Kota Bogor yang Kabur Ditemukan di Bandung

Liputan6.com, Jakarta - Seorang pasien Covid-19 di Kota Bogor yang kabur dari Pusat Isolasi Pusdiklatwas BPKP Ciawi, Kabupaten Bogor telah ditemukan. Pria berusia 60 tahun, warga Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor itu ditemukan di Bandung.

"Iya betul. Ada yang melaporkan dari pihak keluarganya saat ini Pak B ada di Bandung," kata Lurah Pasirjaya, Susan Hendar Susanti, Sabtu (12/6/2021).

Susan mengatakan, salah satu warganya pergi seorang diri ke tempat kediaman keluarganya di Bandung, setelah melarikan diri dari pusat isolasi Pusdiklawas BPKP Ciawi pada Kamis 10 Juni 2021.

Setelah mendapat kabar bahwa B berstatus pasien Covid-19 yang kabur dari pusat isolasi, pihak keluarga langsung menyiapkan kamar khusus untuk isolasi.

Mengingat pasien tersebut akan menjalani isolasi mandiri di sana sehingga yang bersangkutan tidak perlu dijemput untuk dikembalikan ke pusat isolasi BPKP Ciawi, Bogor. Kondisi pasien Covid-19 itu pun sehat dan tidak ada gejala apa pun.

"Tidak perlu. Cuma disarankan hari ini untuk dites swab dan tetap isolasi," ujar Susan.

2 dari 2 halaman

Kelabui Petugas

Seorang pasien Covid-19 di Kota Bogor kabur dari Pusat Isolasi Pusdiklatwas BPKP Ciawi, Kabupaten Bogor pada Kamis 10 Juni 2021.

Plt Camat Bogor Barat Irman Khaerudin membenarkan ada warganya yang kabur saat menjalani karantina di Pusdiklatwas BPKP Ciawi. Menurutnya, pasien tersebut kabur dengan cara mengelabui petugas. Ia beralasan hendak dijemput karena telah selesai menjalani masa karantina.

"Saya terima laporan dari Bu Lurah. Setelah ditelusuri katanya dia (pasien) ngomong ke penjaganya sedang menunggu jemputan, dan sudah selesai isolasi,” ucap Irman, Jumat 11 Juni 2021.

Irma menjelaskan, pria berinisial B sebelumnya dilaporkan terpapar Covid-19 setelah menjalani pemeriksaan PCR oleh petugas puskesmas. Kemungkinan pria itu tertular Covid-19 karena kontak erat dengan orang yang positif virus Corona.

"Dia dinyatakan terpapar hasil tracing Puskesmas," kata Irman.

Setelah dinyatakan positif terpapar Covid-19, Irman menyarankan agar dikarantina ke BPKP Ciawi, mengingat rumahnya kurang representatif untuk dijadikan tempat isolasi. Apalagi, keluarganya telah dinyatakan negatif Covid-19.

"Kemudian hari Minggu dibawa untuk menjalani karantina di BPKP," ujar Irman.