Sukses

Dalam 100 Hari Kerja Raih WTP, Bobby Nasution Dinilai Mampu Artikulasikan Kelebihannya

Liputan6.com, Jakarta Lima hari jelang berakhirnya Mei 2021, Pemko Medan berhasil mendapatkan predikat membanggakan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sumut yakni Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kota Medan Tahun Anggaran 2020. Keberhasilan ini merupakan capaian yang diraih Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution SE MM memasuki 100 hari kerjanya sejak dilantik menjadi orang nomor satu di Pemko Medan.

Sebelumnya, selama bertahun-tahun, Pemko Medan hanya berhasil mendapatkan predikat Wajar Dengan Pengecualian (WDP) atas LKPD yang disampaikan. Namun, sejak di bawah kepemimpinan Bobby Nasution, LKPD terus diperbaiki sehingga sesuai dengan standar akuntansi pemerintah, efektivitas penilaian internal, kecukupan pengungkapan informasi, dan kepatuhan pada peraturan perundang-undangan.

Atas keberhasilan ini, Bobby Nasution pun menyampaikan ucapan rasa syukurnya.

“Alhamdulillah, berkat kerja keras dan komitmen kita semua, Pemko Medan berhasil mendapatkan predikat opini WTP LHP atas LKPD dari BPK RI Perwakilan Sumut. Tentunya ini merupakan sebuah prestasi yang luar biasa,” kata Bobby Nasution saat menerima LHP LKPD di Kantor BPK RI Perwakilan Sumut, beberapa hari lalu.

Meski demikian, ungkap Bobby Nasution, masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki, sehingga laporan keuangan (LK) yang dihasilkan transparan dan akuntabel sesuai saran yang direkomendasikan. Untuk itu, Bobby Nasution akan terus mendorong seluruh OPD di lingkungan Pemko Medan untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan dan sistematik.

Di samping itu, Bobby Nasution juga mengungkapkan, Pemko Medan akan melaksanakan semua rekomendasi yang disarankan BPK sehingga LK akan menjadi lebih baik ke depannya. Ditambah lagi, semua perbaikan yang telah dan akan dilaksanakan akan disesuaikan dengan rencana aksi (action plan) yang telah diprogramkan.

Untuk mewujudkan hal itu, Bobby Nasution sangat mengharapkan dukungan penuh BPK RI Perwakilan Sumut.

“Kami mengharapkan BPK terus melakukan pendampingan agar LK Pemko Medan senantiasa transparan dan akuntabel sesuai dengan standar akutansi pemerintah (SAP) serta peraturan yang berlaku,” harapnya.

 

Bobby Nasution juga mengingatkan kepada seluruh jajaran Pemko Medan tidak cepat puas dengan keberhasilan ini, justru harus harus dijadikan sebagai motivasi untuk lebih meningkatkan kinerja lagi ke depannya. Sebab, Bobby Nasution menjadikan keberhasilan meraih predikat opini WTP menjadi target yang harus dipenuhi sehingga Pemko Medan kembali mndaptkan predikat yang membanggakan tersebut.

Keberhasilan Booby Nasution membawa Pemko Medan meraih predikat opini WTP LHP atas LKPD dari BPK RI Perwakilan Sumut, dinilai Teddy Firman Supardi SIP dari Spire Research and Consulting Jakarta, sebagai sinyal yang bagus bahwasanya kepemimpinan Bobby Nasution telah berhasil mengartikulasikan semua kelebihan yang ada pada dirinya. Apalagi, beberapa Wali Kota sebelumnya tercitrakan tersangkut kasus korupsi.

“Jadi, Bobby Nasution punya beban yang berat untuk bisa mengartikulasikan sumber daya yang ada dalam dirinya. Kalau bisa dikatakan, apa yang telah dilakukan Bobby Nasution bisa dikatakan berhasil. Di samping itu juga, Bobby Nasution ingin menjawab ekspektasi publik yang berharap sangat besar terhadap dirinya,” jelas Teddy.

Seperti diketahui, ungkap pria yang juga pengamat kebijakan publik, Kota

"Kota Medan cukup strategis dan sebagai top of mind sekaligus parameter kota di Sumatera. Selanjutnya dengan hastag Kolaborasi Medan Berkah yang diusung Bobby Nasution dinilai mampu mendorong terwujudnya government 4.0 dengan kata kuncinya kolaborasi," jelas Teddy, 

“Artinya, Pemko Medan bisa berkolaborasi dengan semua sektor. Semuanya harus diartikulasikan dalam kerangka kemitraan baik ke depannya. Apalagi, yang harus dicatat di Kota Medan adalah prinsip-prinsip pemerintahan yang bersih, sehingga mendorong tata kelola pembangunan yang baik di Kota Medan,” ungkapnya.

Selain itu keberhasilan yang dipersembahkan Bobby Nasution itu, jelas Teddy, juga sebagai bukti bahwa kepemimpinannya selama 100 hari di luar ekspetasi banyak orang. Sebagai contoh, imbuhnya, upaya Bobby Nasution mengembalikan cagar budaya di kawasan Kota Lama Kesawan yang dibangun ulang para pelaku bisnis dengan menghilangkan esensi histori dan budayanya.

“Bagi saya apa yang dilakukan Bobby Nasution itu sangat penting. Mungkin selama ini Wali Kota - Wali Kota sebelumnya soal perizinan masih terjadi pelanggaran. Jadi menurut saya, ketegasan yang dilakukan Bobby Nasution sangat penting untuk menjaga wibawa kota dari segi kebudayaan,” jelasnya.

 

(*)