Sukses

Mahfud Md: Nama Calon Kapolri yang Beredar Masih Spekulasi

Liputan6.com, Jakarta Menko Polhukam Mahfud Md mengatakan, nama-nama yang beredar terkait calon Kapolri pengganti Jenderal Polisi Idham Aziz masih bersifat spekulasi. Menurutnya, belum ada nama final yang diserahkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi ke DPR.

"Belum ada yang final, semua nama yang beredar masih spekulasi," kata Mahfud saat dikonfirmasi Liputan6.com, Kamis (7/1/2021).

Dia meminta semua pihak untuk menunggu nama-nama calon Kapolri diumumkan dan diserahkan ke DPR untuk menjalani fit and proper test.

Namun, Mahfud tak menyebut kapan nama calon Kapolri akan diserahkan ke parlemen.

"Tunggu saja," ungkap Mahfud.

 

2 dari 4 halaman

Beberapa Nama yang Disebut Jadi Calon Kapolri

Seperti diketahui, Jenderal Polisi Idham Aziz akan segera memasuki masa pensiunnya yang tak lama lagi sebagai Kapolri. Dia pun sudah mengirimkan surat permohonan ke Presiden Joko Widodo atau Jokowi untuk mencari penggantinya.

Sederetan nama mulai dihadirkan untuk duduk sebagai Kapolri. Jenderal Polisi bintang tiga pun diprediksi sebagai pengganti Idham.

Misalnya saja, Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane memprediksi nama Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono sebagai calon Kapolri. Bahkan sudah ada pasangannya, yakni Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo. Nama terakhir juga santer terdengar sebagai calon kuat juga.

Selain itu, ada nama-nama seperti Kabaharkam Polri Komjen Agus Andrianto, dan Kabaintelkam Polri Komjen Rycko Amelza Dahniel juga muncul dari internal Polri sendiri sebagai Kapolri.

Sementara dari struktur luar Polri ada dua nama yang digadang-gadang sebagai calon Kapolri, yakni Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Boy Rafli Amar dan Sekretaris Utama Badan Intelijen Negara (BIN) Komjen Bambang Sunarwibowo.

 

3 dari 4 halaman

DPR Masih Menunggu

Anggota Komisi III DPR RI Arsul Sani mengatakan, soal calon Kapolri pihaknya tak bisa mengintervensi sama sekali. Semuanya hak prerogatif Presiden.

"Kami menunggu saja, itu hak prerogatifnya Presiden. Nanti setelah diputuskan dan dikirim ke DPR baru kita nilai," ungkap Arsul, Kamis (7/1/2021).

Dia pun menegaskan, tak bisa memprediksi nama-nama tersebut. "Tidak," singkatnya.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: