Penampakan Artefak Indonesia yang Dibawa Direktur FBI saat Temui Prabowo

Kash Patel menyerahkan artefak warisan Suku Dani, Asmat, dan Danau Sentani kepada Presiden Prabowo. Pengembalian bagian kerja sama repatriasi Indonesia–FBI.

Diterbitkan 23 Juli 2026, 08:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Direktur FBI menyerahkan artefak budaya Indonesia yang diselundupkan kepada Presiden Prabowo.
  • Pengembalian ini hasil kerja sama Kementerian Kebudayaan dan FBI setelah penelitian asal-usul.
  • Artefak dari Papua akan dipamerkan di Museum Nasional, memulihkan kedaulatan budaya.

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Federal Bureau of Investigation (FBI) Amerika Serikat, Kash Patel, tak datang dengan tangan kosong saat menemui Presiden Prabowo Subianto di Kertanegara, Jakarta, Rabu (22/7/2026). Ia membawa sejumlah artefak budaya Indonesia yang selama ini berada di Amerika Serikat untuk diserahkan kembali kepada pemerintah Indonesia.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan penyerahan artefak tersebut merupakan hasil kerja sama antara Kementerian Kebudayaan dan FBI dalam upaya repatriasi benda-benda budaya yang sebelumnya diselundupkan secara ilegal ke Amerika Serikat.

"Beliau juga membawakan artefak budaya yang merupakan kerja sama dari Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kebudayaan dengan FBI, yaitu pengembalian benda-benda budaya yang diselundupkan ke Amerika Serikat secara ilegal. Setelah dilakukan provenance research atau penelitian asal-usul, benda-benda itu kemudian dikembalikan," kata Fadli Zon.

Menurut Fadli, artefak yang dipulangkan berasal dari Papua dan merupakan warisan budaya masyarakat Suku Dani, Suku Asmat, serta masyarakat di kawasan Danau Sentani. Benda-benda tersebut dinilai memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi.

Ia menegaskan proses repatriasi merupakan bagian dari upaya pemerintah memulihkan kedaulatan budaya Indonesia sekaligus mengembalikan warisan budaya bangsa yang sempat berada di luar negeri.

 

Kerja Sama Pengembalian Artefak Penting

Fadli menambahkan, kerja sama dengan FBI dalam pengembalian benda budaya telah berlangsung beberapa kali. Sebelumnya, FBI juga membantu memulangkan sejumlah artefak penting Indonesia, termasuk arca perunggu dan benda-benda bersejarah dari berbagai situs budaya.

Menurut dia, artefak yang baru dikembalikan itu nantinya akan dipamerkan di Museum Nasional agar dapat dipelajari dan dinikmati masyarakat.

"Saya kira ini adalah bagian dari upaya untuk mengembalikan kedaulatan budaya kita. Nantinya akan kami pamerkan di Museum Nasional," ujar Fadli.

Dalam pertemuan tersebut, Prabowo didampingi Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) M. Herindra, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPR RI Budi Djiwandono.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6