Sukses

Berbagai Bencana Alam Mengintai, PMI Persiapkan Diri

Liputan6.com, Jakarta Palang Merah Indonesia (PMI) mempersiapkan diri menghadapi potensi bencana alam di Indonesia. Persiapan tersebut meliputi personel dan saranan-prasarana yang dimiliki di setiap jajaran PMI di seluruh Indonesia.

Dalam operasi kemanusiaan, PMI berkoordinasi dengan pemerintah, pihak swasta, dan lembaga-lembaga donor.

"Kita kerahkan apa yang kita punya di seluruh Indonesia," ujar Sekjen PMI Sudirman Said usai membuka musyawarah kerja PMI Provinsi DKI Jakarta di Bogor, Jabar, Sabtu (21/11/2020).

PMI di setiap provinsi juga telah mempersiapkan diri menghadapi potensi bencana alam. Ia mencontohkan, melakukan penanganan pengungsi sejak ditetapkannya status Gunung Merapi ke Siaga Level 3 belum lama ini.

"Kami baru saja kembali dari Gunung Merapi, menengok persiapan teman-teman menangani pengungsi," kata Sudirman.

Menurutnya, operasi kemanusiaan saat ini menghadapi tantangan yang tidak ringan. Sebab, relawan menghadapi potensi La Nina, gunung meletus dan bencana alam lainnya di tengah pandemi Covid-19.

"Sesibuk apapun, setergesa apapun, protokol kesehatan tetap harus diterapkan," kata dia.

Di samping membantu penanganan bencana, relawan PMI juga berkewajiban mengedukasi masyarakat ihwal cuci tangan, etika batuk, dan penyebarluasan penjarakan sosial (social distancing). Selain itu, PMI turut melakukan penyemprotan disinfektan di tempat-tempat penampungan korban bencana alam.

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 3 halaman

Siapkan Diri

Sementara itu, Ketua PMI DKI Jakarta H Rustam Effendi menyatakan, telah mempersiapkan diri kemungkinan terjadi bencana alam di DKI Jakarta.

"Makanya kita bahas di Muker ini, ketika terjadi bencana kita sudah siap. Tapi mudah-mudahan tidak sampai terjadi," ujarnya.

Tak hanya itu, PMI DKI Jakarta juga rutin dan intensif mendatangi sejumlah instansi dan pendonor darah secara door to door guna ketersediaan stok darah, selain gencar mengkampanyekan protokol kesehatan.

Semenjak pandemi Covid-19, banyak masyarakat tak lagi mendonorkan darahnya lantaran takut terpapar virus. Imbasnya stok darah di Jakarta terus menurun.

"Kita mengubah pola donor darah, bila sebelumnya menunggu pendonor. Kini, pola jemput bola. Ada jemput bola ini, 700 kantong darah bisa di cukupi DKI per harinya," ujar Rustam.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: