PNM Dorong Produk Pelaku Usaha Mikro Bisa Dikenal ke Panggung Halal Dunia

PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menunjukkan komitmennya dalam mengangkat pelaku usaha ultra mikro ke panggung internasional.

Diperbarui 19 September 2025, 02:51 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • PNM membawa nasabah ultra mikro ke MIHAS 2025 untuk pasar global.
  • Lina Marlina memperkenalkan manisan terong ungu di ajang internasional tersebut.
  • PNM mendukung produk halal dan pemasaran global bagi UMKM binaannya.

Liputan6.com, Jakarta - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menunjukkan komitmennya dalam mengangkat pelaku usaha ultra mikro ke panggung internasional.

Dalam hal ini, PNM turut partisipasi pada ajang Malaysia International Halal Showcase (MIHAS) 2025 yang digelar di Malaysia International Trade and Exhibition Centre (MITEC), Kuala Lumpur, Malaysia pada 17–20 September 2025.

Dalam ajang global ini, PNM menghadirkan perwakilan nasabah PNM Mekaar dengan produk kearifan lokal unik yaitu manisan terong ungu. Salah satunya adalah Lina Marlina.

Lina merupakan seorang ibu rumah tangga sekaligus pengusaha binaan PNM Mekaar yang kini memiliki peluang memperluas jangkauan pasarnya ke ranah global.

Manisan terong ungu yang biasanya hanya ditemukan di pasar-pasar lokal, kini tampil sebagai camilan tradisional Indonesia dengan potensi menjadi oleh-oleh khas yang diminati pasar internasional.

"Senang sekali ini pertama kalinya saya ke luar negeri diajak PNM dan bisa memperkenalkan produk buatan saya. Kesempatan ini juga membuat saya belajar dari pengusaha UMKM negara lain yang bagus-bagus," ujar Lina yang disampaikan melalui keterangan tertulis, Rabu (17/9/2025).

Sementara itu, menurut Sekretaris Perusahaan PNM L. Dodot Patria Ary, PNM tidak hanya memberikan akses pembiayaan, tetapi juga membuka jalan pemasaran global bagi nasabah ultra mikro.

"Partisipasi di MIHAS 2025 menjadi wujud nyata bagaimana PNM mendorong produk-produk UMK binaannya agar mampu menembus pasar halal internasional," ucap Dodot.

 

Dukung Produk Halal

Dodot menegaskan, dukungan terhadap produk halal merupakan bagian dari strategi besar perusahaan dalam memberdayakan ultra mikro. Dia mnegatakan, PNM percaya bahwa produk halal Indonesia memiliki potensi besar untuk mendunia.

"Melalui program pemberdayaan dan pendampingan, termasuk fasilitasi sertifikasi halal, kami ingin memastikan nasabah PNM Mekaar dapat bersaing di pasar global. Apalagi 74% pembiayaan PNM sudah berbasis syariah, sehingga ini selaras dengan ekosistem halal yang kami bangun," papar Dodot.

Dia menjelaskan, ajang MIHAS sendiri dikenal sebagai salah satu pameran produk halal terbesar di dunia, yang mempertemukan pelaku usaha dari berbagai negara dengan komunitas global, termasuk investor, distributor, dan konsumen.

"Kehadiran PNM dan nasabah binaannya tidak hanya memperkenalkan produk lokal, tetapi juga memperkuat narasi bahwa usaha ultra mikro Indonesia mampu naik kelas hingga ke level internasional," ucap Dodot.

Melalui langkah strategis ini, lanjut dia, PNM berharap produk seperti manisan terong ungu dari Lina Marlina bisa menjadi simbol transformasi usaha ultra mikro, dari dapur rumahan, menuju etalase global.

"Program ini merupakan kelanjutan dari inisiatif serupa tahun lalu bertajuk #CariTauLangkahBaru demi memperluas dampak dan membina nasabah unggulan agar semakin berkembang," tandas Dodot.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6