Sukses

Polres Depok Rilis Sketsa Wajah Terduga Penculik 8 Anak di Depok

Liputan6.com, Jakarta - Kapolres Metro Depok Komisaris Besar Azis Ardiansyah mengatakan, pihaknya merilis sketsa wajah terduga pelaku penculikan delapan anak berusia 11-14 tahun di wilayahnya. Menurut informasi dari korban yang menyelamatkan diri, pelaku dipanggil Fikri.

"Ciri-ciri sudah dikantongi, pelaku kerap dipanggil Fikri, ini keterangan dari para korban yang masih umur belasan tahun. Ini hal yang sangat berharga bagi kita untuk penelusuran terduga pelaku," ujar Azis, Jumat (3/7/2020).

Azis menuturkan, saat ini sketsa wajah pelaku penculikan tersebut sudah disebar masif. Dia berharap, ada peran aktif masyakat untuk membantu memberikan informasi kepada polisi, jika menemukan ciri sosok terkait.

"Diharap ada respons positif dari masyarakat untuk mau berikan keterangan kepada kepolisian orang yang memiliki ciri-ciri tersebut," jelas dia.

Berikut ciri sketsa wajah terduga pelaku penculikan yang diberi inisial Mr X:

Nama: Inisial Mr X, kerap dipanggil Fikri

Usia: Rentang 20 hingga 30 tahun

Tinggi Badan: Berkisar 155-160 cm

Ciri Identik: lengan sebelah kanan ada tato gambar naga dan bekas koreng belakang.

Warna Rambut: Agak pirang

2 dari 3 halaman

Penculikan

Sebelumnya, delapan anak di Depok berusia belasan tahun menjadi korban penculikan di Pasar Agung, Sukmajaya, Depok, Jawa Barat, pada 27 Juni 2020.

Sebagian di antaranya berhasil melarikan diri. Awalnya, terduga pelaku mengajak para korban naik kendaraan umum menuju kawasan Margonda dengan bujuk rayu menonton turnamen game e-sport.

Sebagian mereka yang curiga memilih kabur saat berpura-pura buang air kecil di Taman UI, Depok. Mereka kemudian melapor tindak dugaan penculikan tersebut ke orangtua masing-masing.

Polisi yang bergerak cepat di hari itu juga langsung menelusuri jejak sebagian bocah diduga diculik tersebut dan berhasil menemukannya di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur. Namun pelaku berhasil melarikan diri.

 

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: